Jumat, 21 Februari 2025

sleepyman




 Hay...

Terima kasih kamu telah datang di ramadhan 2024, entah di hari keberapa aku lupa namun semuanya serasa nyata sehingga aku masih ingat jelas walau itu hanya dalam bunga tidur.

Kamu datang menemuiku bebicara santai, perlahan yang aku bisa rassakan bahwa pembicaraan ini dari hati, dengan tulus meminta maaf atas segala hal yang terjadi pada kita dimasa itu, kisah beberapa tahun lalu kita sama sama goreskan menjadi sebuah cerita.

kita berdua menangis, terisak bersama, dan yah kita saling meminta maaf untuk akhirnya berjabat tangan sepakat memulai kehidupan baru, menuliskan cerita yang baru.
sama-sama saling mengikhlaskan bahwa kisah itu adalah hanya menjadi cerita masa lalu untuk menjadi pembelajaran bagi kita, mungkin jikalau ada waktu dan kondisi yang pas akan kita ceritakan kepada anak cucu, kelak agar tidak terjebak dalam situasi yang sama.

Akhirnya kalimat permintaan maaf itu keluar dan terucap dengan tulus dari hati untuk mengakhiri hiruk pikuk, kegaduhan pikiran juga hati yang terpendam dalam ruang prestisius dan terjabak didalamnya selama bertahun tahun. 
yang salah satu penyebab aku minum olanzapine, nopres dan divalproex sodium setiap hari. 

sungguh lama ribuan purnama kamu baru datang datang, atau kita berdua duduk bersama.

dan meskipun butuh waktu 10 tahun untuk berproses releasing, tidak apa-apa, aku kini lega, ikhlas, memaafkan mu juga aku.

Terima kasih atas segala pelajaran.

Kamis, 03 Agustus 2023

niken bab 4

Perjalanan pulang kembali ke Solo tidak kalah serunya, dan lebih kepada nekat ala-ala anak muda yang menantang alam. Diawali dengan main kesebuah danau di Magetan, orang-orang menyebutnya Telaga Sarangan. Disana duduk sebentar memangdangi keindahan telaga diatas gunung dikaki gunung lawu, nah gimana tuh geografisnya, pokoknya masih diatas lah itu si telaganya. setelah puas berkeliling sebentar kemudian membeli makanan khas oleh-oleh Telaga Sarangan. 

Melihat langit yang mulai menggelap pertanda hujan sebentar lagi akan membasahi kami bersegera pulang kembali ke solo. Benar saja 30 menit kemudian hujan turun, kami yang tidak membawa jas hujan, "Mbak, gimana? berhenti dulu ta?" niken menawarkan untuk berteduh dulu, "Nanggung Ken, hujannya gak seberapa deres juga ini" jawabku, karena aku yang didepan menyetir merasa ini hujan tidak begitu mengganggu, "Terabas saja gimana Ken?" saranku. "Oke Mbak" jawab niken setuju.

Ternyata perkirraanku salah hujan ini tidak selembut itu, semakin lama semakin deras ditambah angin, tapi kami terlanjur basah, mau berhenti berteduh juga nanggung, tapi mau lanjut juga serem dengan jalan naik turun pegunungan. Dengan rasa percaya diri yang nekat akhirnya perjalanan menerjang hujan angin diatas gunung menjadi pengalaman yang menegangkan, bak roler coster, kadang kita berterian karena jalanan yang curam atau serem, atau pas aliran air muai deras dari atas atau samping tebing jatuh ke jalan yang ami lalui. Setelah satujam perjalanan akhirnya kami sampai juga di kamar asrama.

Pertemanan kami bak kakak adik, melalui banyak fase, kadang aku yang kekurangan, kadang kala niken, beli nasi sebungkus berdua atau ambil makanan dikantin 1 dimakan berdua karena salah satu dari kami kadang belum bayar uang asrama. Beberapa temanku juga temannya dan sebaliknya beberapa temannya juga temanku. Sehingga circle pertemanan kami beririsan. 



Jumat, 18 November 2022

M E M U L A I



Banyak hal yang ingin aku bagi, tapi harus mulai dari mana, aku tidak bisa.

Dari beberapa tahun lalu aku mulai terlatih untuk tidak membagi apapun dengan siapapun termasuk apa yang sedang kulakukan, juga keberadaanku apalagi keadaanku. 

Everything on my signal.

Berkaca dari kejadian sebelumnya yang menimpaku, berharap terlalu besar karena berada dicyrcle menganggap semua akan sama, baik itu visi atau paling tidak keberadaan makhluk bermuka banyak itu punah di kelompok ini. Lagian juga apa yang mau diperebutkan? semuanya sudah porsi masing-masing yang sudah ada SOP dari pusat. Mau rebutan kenaikan jabatan? oh... tidak akan ada. Dalam pikiran ku sih begitu. tapi nyatanya tidak dong, yang diperebutkan adalah label "baik".  Singkat cerita aku akhirnya menjadi orang yang sangat berbeda dari 30 tahun aku tumbuh dan berkembang didunia luar. Lebih berhati hati-hati untuk bercerita dan membagikan kisah.


Kisah-kisah menyakitkan yang sebelumnya aku hanya mendapatkan cerita dari orang ketiga, terkadang pelaku dan korban, mungkin bisa dibilang pemeran utama, mendengarkan kemudian jengkel dengan sendirinya karena cerita tersebut, lalu mengeluarkan kata sabar, i feel you, tenang ada Allah, empati, mendoakan terkadang saran-saran yang entah sebenarnya berguna baginya atau tidak, aku hanya berusaha sebaik mungkin menjadi tempat bercerita mereka.

Kali ini sedang giliranku merasakan menjadi pemeran utama atas kisah menyakitkan itu. Pertanyaan kenapa, mengapa, bagaimana, apa, yang rasanya dunia ini runtuh, hancur, air mata jangan ditanyakan seberapa banyak keluar, kemarahan jangan dibahas seberapa murka, hati tentu saja hancur tidak lagi berkeping, melainkan sudah menjadi abu. 

Ternyata inilah yang mereka rasakan, saat mulut tak bisa lagi berkata, yang seharusnya kemudian dibahasakan dengan air mata, tapi air matapun ternyata juga sampai tak bisa berbahasa, kalau ada yang menyadari, mata itu juga sampai kosong. Ini seperti zombie yang hidup lagi dalam diri setelah beberapa tahun menghilang.

Otakku sebenarnya sudah tidak sanggup lagi menampung jutaan pertanyaan, kepingan rekaman kejadian. Dan kini saat butuh membagi aku sudah lupa bagaimana cara memulainya. 


Mau bercerita pada manusia ah aku malu, atau ditulis seperti biasanya saat tak mampu berlisan juga tidak bisa keluar, mau dituliskan seperti apa tidak bisa memulai. Semua jenis kata tercekat. 



Selasa, 25 Januari 2022

hay, annyeong, hola, Kon'nichiwa, Assalamu'alaikum 2022

 Assalamu'alaikum 2022, selamat datang di fase kehidupan manusia, masih di awal perjumpaan denganmu, meskipun ini sudah hari ke 25 tapi aku yakin masih banyak anak manusia yang sedang mempersiapkan bucket list sebagai bekal setahun kedepan.

Harapan dan mimpi itu bukan hanya sekedar keinginan namun sebagai sumber kekuatan, saat nanti mulai melemah ketika menghadapi berbagai situasi yang menguras tenaga dan rasa, kemudian dengan mengingat bucket list seolah ada siraman segar utnuk mengisi kembali kekuatan.

Berdiri lagi, tegak lagi dan kemudian siap melangkah lagi, walaupun pasti tidak akan semudah melewati jalan tol, dengan menempelkan kartu, struk muncul dan pintu terbuka kemudian bisa dilewati. 

Pasti tidak begitu, akan ada air mata lagi yang keluar, akan ada masa badan capek, akan muncul rasa lelah, segala macam bentuk emosi jiwa. 

Jangan takut, karena memang itulah yang harus dihadapi dan dijalani. Berdo'a agar diberi kemampuan, kekuatan, dan keyakinan.

walaupun pada akhirnya tidak semua tercentang, tidak apa-apa, terima kasih karena sudah melakukan yang terbaik.

say Bismillahirrohmanirrohim... Semoga apapun di depan yang dihadapi Allah ridho.

Minggu, 30 Mei 2021

~perjalanan kilometer 292~

 


Diluar dugaan responmu adalah tertawa, “lucu” begitu katamu

Iya memang lucu sih

Aku yang telah menua menuliskan perasaan layaknya remaja yang sedang jatuh cinta

Aku yang buta arah

Melihat semua jalan begitu rimbun

Sungguh tidak mulus perjalanan

Aku harus berperang dengan diri sendiri

Tiga ratus enam puluh lima hari lamanya

Menelaah torehan cerita

Banyak PR ku yang harus diselesaikan

Memulai dengan memaafkan semua kejadian

Merelakan mereka yang datang dan pergi layaknya angin

Membingkai semuanya menjadi sejarah

Lalu aku harus memilah

Mana yang layak mengukir cerita

Kemudian mempersilahkan bersemayam

Menyelam lagi dikedalaman diri

Akankah aku membiarkan begitu saja dan memeluk egois

Membungkan mereka dengan senyuman

Dan membiarkan ku tenggelam lagi

Atau menyajikan pemahaman

Bahwa sesungguhnya aku sudah mencapai dasar yang dalam

Menciptakan keberanian memperjuangkan keinginan

Memilih jalan yang berbeda tempat ternyaman ku

Kamu dengan segala apa yang ada

Aku tak punya alasan apapun

Yang aku tau bahwa kali ini harus berani

Percayalah bahwa aku harus berperang dengan banyak ke egoisan

Kali ini aku ingin memperjuangkan aku

Dengan caraku dan keinginan ku

Tidak harus lagi mendengarkan omong kosong

Mereka tidak tau apapun tentang ku

Hanya aku yang tau

Lalu kumulai dengan berdamai dengan mu

Dan aku menemukan

Iya, sebahagia itu akhirnya aku bisa menemukan

Tak ada alasan

Karena memang aku tak bisa menemukan alasan

Surat itu…

Adalah jalan kebuntuan ku

Berharap tulisan ku akan mengesankan mu

Dan mulai memahamiku bahwa apa yang sudah ku tempuh begitu pelik

Ternyata bagimu lucu

Padahal ribuan kali harus ku ulang untuk mengetik

Satu persatu huruf itu kemudian menjadi bait dan paragraf pengakuan

Ternyata kamu tidak sedikitpun terkesan

Tak ada tanggapan

Katakana padaku apalagi yang harus aku lakukan

Apakah aku harus pergi? Dengan membawa keyakinan yang salah?

Lalu apa artinya yang kemarin?

Hujanan rasa dan kata tak berharga?

Atau hanya sekedar sapaan sesama manusia?

Tapi kenapa begitu lama?

Begitulah cerita maya

Rabu, 21 April 2021

h u j a n

"Ah pagi pagi sudah turun hujan". kataku pada ibu


"Berdo'a sayang, jangan menggerutu begitu, hujan juga rizki lho." begitu kata ibu sambil sibuk menyiapkan sarapan untuk ku dan ayah.

Aku suka hujan, kata ibu sejak kecil aku suka hujan-hujan, setiap hujan turun aku selalu ingin keluar dan minta hujan hujan pada ibu sambil merengek khas gaya anak usia 1 tahun, dan kalau hujan belum berhenti aku tidak akan mau masuk rumah.
Ibu selalu menyiapkan susu hangat atau coklat hangat atau teh hangat setelah aku hujan-hujan dan mandi, kata ibu biar badan ku hangat dan tidak sakit.
Ibuku keren memang, disaat ibu yang lain akan marah kalau anaknya main hujan tapi ibuku tidak, dia selalu memperbolehkan anak-anaknya main hujan. kata ibu, hujan juga berkah, rizki yang Allah turunkan, dibalik hujan turun begitu banyak berkah yang Allah berikan kepada manusia juga semua makhluk di bumi. Hanya saja ibu selalu berpesan kalau habis main hujan langsung mandi dan minum air hangat biar badan tidak kedinginan dan kena flue.

Aku berbeda dengan ibu, bagiku hujan adalah sebuah ketenangan, tubuhku yang terkena air hujan rasanya enak dan seperti ada yang luruh bersama air hujan, rasa damai itu yang selalu ku rasakan saat hujan.

"Ibu... aku berangkat kerja" pamit ku pada ibu sambil salim kepada ibu.

"Jangan lupa bawa payung, nak." pesan ibu dari kejauhan yang suaranya tenggelam oleh air hujan.

Meskipun aku membawa payung aku lebih suka kena air hujan, toh saat aku berangkat hujan sudah berganti gerimis, dan aku suka menikmatinya.
sengaja jalan pelan-pelan agar lebih lama terkena air hujan, dan gerimis tidak akan membasahi baju kerjaku.
Aroma daun dan pepohonan yang khas dipagi hari saat hujan begini adalah aroma favoritku. Aku menghirupnya dalam-dalam sambil menutup mata, aku tahan sebentar didalam agar aroma segar ini merasuk kedalam setiap aliran darah dan aku lepas pelan-pelan. Aku ulangi sampai aku puas menghirupnya.

Orang-orang meskipun gerimis begini padat berlalu-lalang, ada yang berangkat kerja, pulang dari pasar, pergi ke sawah, juga anak-anak yang mulai berangkat ke sekolah. Mungkinkah mereka sama denganku yang suka dengan hujan? aku bergumam dalam hati.
Betapa senangnya kalau semua orang suka hujan, tidak ada lagi yang menggerutu saat hujan turun, semua akan tersenyum saat melihat langit mulai kelabu dan bersiap menumpahkan seluruh beban air yang awan bawa bersama angin.
Aku melirik jam tangan, 5 menit lagi bus kota yang akan aku naiki berangkat. Aku percepat langkah kalau sampai telat bus yang ini aku juga akan telat masuk kerja, karena bus berikutnya 20 menit lagi baru lewat.

"Yess!" gumamku, tepat tidak lama setelah aku sampai halte, bus kesayangan juga sampai. Begitu pintu terbuka berbegas aku masuk agar dapat tempat duduk, kan lumayan kalau 40 menit berdiri.

"kay...!" ada yang memanggilku dari belakang.

aku menoleh refleks kaget, karena jarang ada yang memanggilku dengan nama itu.

"Eymm, elsa ya?"

"Hey... iya ini aku, elsa"

"Mashaa Allah, apa kabar?"

"Alhamdulillah, baik, sehat, kamu gimana?"

Kami akhirnya berbincang seru didalam bus. Dia, Elsa teman baikku saat kami masih sekolah SMA. Dia dan keluarganya pindah ke luar negeri setelah ada pengumuman kelulusan kami. Dihitung dari sekarang, kira kira kami sudah terpisah selama 5 tahun dan aku juga lost contacts dengan Elsa.

Elsa bercerita banyak hal, tentang pengalaman selama dia tinggal di luar negeri, tentang teman-temannya, tentang perbedaan budaya juga yang pasti tentang iklim disana yang jauh beda dengan Indonesia.

"El, ceritain tentang musim dingin disana dong!" aku dengan antusias minta Elsa bercerita tentang musim dingin disana.

"Wahh kamu bakalan suka deh Kay disana. hujannya tak pernah berhenti, rintik hujan terjadi sepanjang hari tanpa mengenal waktu, dan itu akan terjadi beberapa bulan. Yaa kalau di Indonesia seperti Bogor lah, tapi bedanya disana tak ada sinar matahari yang tembus sampai ke bumi. Baju yang kita pakaipun harus tahan air kalau tidak ingin basah sepanjang hari, plus harus pakai mantel lagi agar tidak kedinginan karena hujan.
Makanya dijuluki kota terbasah di sana.

"Mashaa Allah, kayaknya aku bakalan betah deh tinggal disana, haha." kami tertawa bersama sampai penumpang lain melirik kepada kami.

Lalu sekarang kamu kerja dimana?" tanyaku pada Elsa

"Di perusahaan om ku."

"Om kamu yang super ganteng dulu itu?"

"Iya, haha masih ingat aja kamu nih Kay,"

"Iya lah, sudah ganteng baik pula sama aku."

"Kamu sendiri kay? kerja dimana sekarang?"

"Haha coba tebak!"

"..." El mikir dengan wajah menelisik tatapan tajam ke arahku

"Aku sekarang kerja di BMKG"

"Wahh, Mantab!"

Lalu gantian aku yang bercerita tentang kehidupan ku selama kami terpisah, tentang kuliahku, tentang pertemananku, orang-orang yang dekat denganku, ayah ibuku, juga tentu saja tentang hujan yang masih aku sukai, dan itulah alasannya kenapa aku mati-matian berusaha bisa masuk dan bekerja di BMKG.

Dari hujan kemudian sejak SMA jadilah aku suka dengan geografi. Belajar tentang lempeng bumi, struktur bumi, sampai pada cuaca, jenis jenis awan dengan nama yang lucu-lucu, lalu bagaimana kita bisa membaca alam meramalkan cuaca, sampai kita bisa mengetahui akan ada badai apa, dimana, dan kapan, pun aku akan tau kapan hujan turun. Dan yang terpenting adalah aku bisa memberitahu masyarakat bahwa akan ada bencana gempa atau tsunami lewat peringatan dini. Semuanya bisa dipelajari dengan sains.

"Keren deh emang sahabatku yang satu ini." begitu kata El sambil menatapku kagum yang nyerocos aja ngomong tanpa ada titiknya.

"Eh, sudah sampai nih, kamu halte ini juga kan El?"

"Iya."

"Nanti makan siang bareng yuk!, kantor kita kan sebelahan,"

"yuhuu!"

Dan kami pun turun dari bus yang mempertemukan kami kembali, dan saat itu gerimis kembali turun seolah menyambut kami.

Rabu, 03 Februari 2021

Niken Bab 3

"mbak, temenin aku yuk pulang!" niken yang baru buka pintu pulang dari kampus tiba tiba meminta untuk menemaninya pulang, "kemana? sragen? magetan?" jawabku sedikit bingung.
niken dulu penah cerita bahwa ia hidupnya berpindah pindah, di magetan ada mbah, budhe yang dia pernah tinggal disana beberapa tahun dan saat SMA niken pindah ke sragen dan disana  ia mendapatkan rumah baru yang baginya mereka adalah juga keluarga.
"magetan mbak" jawab niken sambil bersiap siap, "sekarang?" jawab ku makin kebingungan karena niken langsung berkemas kemasmemaasukkan beberapa barang ke day pack nya. "iya mbak sekaranng, ada beberapa hal yang harus ku urus,ini mendesak, kita pulang besok tapi ya? enggak apa apa kan? gimana mau?" niken berkata sambil menatap dengan mata yang seperti orang bingung banyak pikiran "okay... ku temani, sebentar, aku juga mau siap siap dulu" jawabku sambil beranjak dari tempat tidur dan kemudian ikut bersiap siap.

pukul 13.00 waktu setempat akhirnya kami baru keluar kamar dan memutuskan menuju kantin untuk makan siang sebelum berangkat ke magetan menggunakan motor.
seperti biasa menu kantin yang setahun lalu sangat menggugah selera untuk ku dan selalu terasa lezat, sekarang mulai bisa di tebak jenis dan rasanya a.k.a mulai bosan dengan menu rutin kantin hahaha dan menurutku mulai terasa kurang kelezatannya, entah karena ganti tangan atau bumbu dikurangi utnuk berhemat hahah karena mahasantri yang semakin banyak sehingga kantin pun harus menyediankan makanan juga super bahyak apalagi tidak ada kenaikan yang signifikan tentang harga biaya makan.
lima belas menit kemudian kita berangkat menggunakan  motor dan lewat jalan bypass dengan harapan lebih dekat kalau lewat dari jalan ini.

jaman itu bekum ada phonecell android yang secanggih sekarang dengan fiture google map untuk cek  jarak dan keadaan lalulintas, punya phonecell yang keypad aja sudah bagus banget dan hanya orang orang kaya yang sudah punya android itupun bisa dihitung dengan  jari jumlahnya.
sekitar 16.00 kita  sampai di magetan, untuk masuk ke rumah nenek niken harus melewati beberapa kebun yang lebat dan menurutku itu terlihat lebih seperti hutan sih hehe juga melewati beberapa hutan yang beneran hutan, jalan naik turun karena masih di daerah lereng pegunungan lawu.

 

Senin, 28 Desember 2020

niken bab 2

 aku yang sedang beberes kamar dan diri kemudian mendengar gedoran pintu, "ah...ini mungkin anak baru yang akan menjadi teman kamar ku"

ku buka pintu kamar setelah aku memakai jilbab dan benar saja ternyata itu dia, sosok wanita tinggi besar standar wanita pada usianya, menyapa ramah, membawa beberapa barang yang lumayan banyak.

ku persilahkan saja dia istirahat duduk di kasurnya sebeleh cendela dekat pintu keluar karena aku lebih memilih kasur yang lebih dekat dengan dapur dan kamar mandi, karena aku sering bolak balik kamar mandi kalau malam, jadi kupikir lebih baik kasur sebelah sini saja. kamar kami memeng bertipe 1 kamar besar dan panjang yang berisikan 2 ruangan besar, satu ruangan adalah berisi tiga kasur tipe single bed, tiga lemari dan tiga rak buku yang menyatu dengan meja belajar,tipe meja belajar yang bisa dilipat, juga masih ada tempat buat kita kita nongkrong mungkin untuk makan bareng atau hanya sekedar bercanda canda. satu ruangan lagi berisi satu kamar mandi dan satu wc yang masing masing dengan ruangan terpisah, tempat untuk menjemur serta meja dari keramik yang bisa dipergunakan sebagai meja dapur, menata alat makan atau bahakan jika ingin nakal membawa kompor elektrik.

kami mengobrol untuk saling mengenal satu sama lain, meskipun hanya sedikit, setidaknya ini bekal untuk kedepannya biar tidak ada akward moment.

salah satu yang paling aku ingat adalah kalimatnya "aku ngeliat mbak itu enak banget, tenang orangnya"

Minggu, 29 November 2020

Untuk kamu yang belum kutemui

 

apa yang kamu paling kamu takutkan di dunia ini anakku? Apakah akan sama dengan ibu yang takut dengan segala hal?


sungguh, jangan pernah takut akan apapun anakku, takutlah hanya kepada Allah, itu saja pesan ibu.

Anakku, ibu berjanji akan berusaha menjaga mu dari segala hal, termasuk dari ibu, karena sungguh luka yang terdalam adalah ketika kamu merasa terluka oleh ibu.

Kamu  tau nak? Sejak ibu mengenal dunia anak anak yang sesungguhnya saat itu ibu berjanji akan belajar dengan giat dan kelak menjadi ibu yang baik.

Anak ku…ibu tak kan pernah membentak mu walau kamu nanti saat belajar merangkak dan banyak sekali tingkah mu bahkan kadang akan memecahkan barang barang ibu, karena ibu tau rasanya dibentak untuk hal yang terjadi adalah sia sia, karena ibu gak mau nanti kamu menjadi orang yang penakut untuk memulai sesuatu.

Anak ku… ibu tak akan pernah membandingkan mu dengan siapapun, termasuk ibu dan ayahmu juga kakak adikmu kelak, karena ibu tau rasanya menjadi pembanding itu gak enak, menyiksa, ibu gak mau nanti kalau kamu dewasa akan membandingkan diri sendiri dengan teman teman mu. Nak… proses setiap manusia itu berbeda, semua sesuai porsi masing masing, jadi percayalah pada prosesmu. Kamu akan Lelah jika terus membandingkan diri dengan apapun dan siapapun. Ibu akan menunjukkan bahwa disana masih ada dunia luas dengan prosesnya masing masing, jadi kamu tidak akan pernah merasa kecil hati.

Anak ku… ibu tak akan pernah memarahi jika kelak kamu ingin main hujan hujanan, karena ibu tau rasanya hujan hujanan itu menyenangkan, apalagi jika hati sedang kalut dan capek dengan urusan dunia. Kamu tau nak? Sampai usia ibu saat menulis ini pun ibu masih suka main hujan hujanan, dan itu menyenangkan sekali. Sesederhana itu bahagia nak.

Anak ku… ibu tak akan lagsung menuduhmu ini dan itu, karena ibu tau rasanya di tuduh dan dicap ini itu untuk hal yang tidak kamu lakukan adalah menyakitkan, ibu akan berusaha bertanya dulu apa dan mengapa sebelum ibu tau bahwa perbuatan mu salah.

Anak ku… ibu tidak akan menyalahkan mu atas semua hal, karena ibu tau kamu melakukannya pasti punya dasar juga alasan. Karena ibu tau rasanya terus disalahkan itu tidaklah menyenangkan.

Anak ku… ibu akan sering bertanya bagaimana keadaan mu dan memelukmu jika pada masanya teman teman cerita mu punya kehidupan sendiri. sehingga kamu tidak akan pernah merasa sendiri di bumi ini, ibu akan mendengarkan semua hal apapun yang kamu ceritakan tanpa ibu potong ceritamu dan tanpa ibu cerca, menjudge apa yang terjadi padamu, ibu akan berusaha memahami posisimu. Sehingga kamu tidak akan pernah kehilangan arah nanti kalau dewasa.

Anak ku… ibu akan sering sering bilang bahwa ibu mencintaimu agar kelak kamu tidak akan merasa kekurangan cinta. Terkadang rasa cinta perlu diungkapkan. Dan ibu akan sering sering bilang bahwa ibu merindukan mu agar kamu kelak tidak mencari cari siapa yang sesungguhnya merindukan mu.

Anak ku… ibu akan sering sering memelukmu walaupun kamu sudah dewasa dan menikah bahkan punya anak, karena terkadang hanya dengan dipeluk tiba tiba ajaib semuanya jadi lebih mudah.

Anak ku… ibu berjanji akan menjadi orang tua yang tidak akan memarahimu jika nanti bajumu kotor karena ibu tau dari kotor itu adalah awal sebuah ide yang kreatif.

Anak ku… ibu akan berjanji dan berusaha kelak ketika usia ibu sudah senja ibu tak akan menjadi orang tua yang cerewet ini itu, karena ibu tau sikap ibu itu akan melelahkan mu.

Anak ku… dari kamu ada di perut ibu atau bahkan saat ibu proses membuatmu dengan ayah mu, ibu berjanji akan selalu mengenalkan mu dengan Allah ku yang nanti akan menjadi Allah mu juga. Agar kamu tidak pernah merasakan seperti ibu yang kadang menyalahkan Allah sedangkan Allah itu Maha baik kepada ibu.

Agar kamu tidak mencari cari harus kemana saat semua masalah bahkan rasanya seperti langit runtuh di kepalamu, kamu akan selalu mengingat Allah dan hanya Allah tempat mu juga ibu kembali nak..

Agar kamu bisa merasakan seberapa besar cinta Allah untuk hambanya, bahwa Allah maha perkasa, maha kuat, maha pemberi rizki, maha bijaksana, maha adil, maha pelindung, maha melihat. Anakku dengan merasakan hal itu ibu harap kamu akan menjadi anak sholih dan sholihah dan nanti kita akan dipertemukan Allah kembali di surga Bersama kakek dan nenek mu juga. Indah kan nak?

Anak ku… ibu berjanji akan mengenlkan mu dengan Ayat Ayat Allah yang luar bias aitu dan penuh keajaiban sejak mau mulai berjalan ke dalam perut ibu, karena Al-Qur’an akan menjadi cahaya mu kelak nak.. tidak seperti ibu yang sangat lama tidak membukanya bahkan ibu tidak tau detail apa isi semuanya. Jadilah ahli Al – Qur’an nak.. karena dengannya kamu akan selamat di negri akhir kelak, dan semoga bisa menyelamatkan ibu dan ayahmu juga kakek nenekmu nanti.

Anak ku… belajar islam itu tidak hanya soal menutup aurat, sholat, dan syahadat. Bejalar islam juga kamu harus belajar menjadi orang yang sabar, ikhlas, menjadi pribadi yang menyenangkan dan menenangkan akan lebih baik bagimu kelak. Apalagi menjadi agen perdamaian itu akan menjadi nilai lebih bagimu.

Anak ku…ibu berjanji akan berusaha mengenalkan mu tentang puasa, karena puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus tapi akan mengendalikan hawa nafsumu, termasuk amarah, dendam,iri, dengki, benci sungguh nak.. hal hal itu merugikan mu. Ibu tidak ingin kamu merasakan ketidak tenangan seperti ibu saat ini.

Anak ku… ibu berjanji akan mengenalkan mu akan kekuatan doa dan sholat sholat sunnah. Ini semua akan menjadi senjata tambahan yang sangat ampuh kelak jika kamu dalam keadaan terpuruk dan kamu tidak perlu tempat pelarian karena kamu akan sanggup melawannya.

Anak ku… ibu hanya tidak ingin kamu merasakan apa yang ibu rasakan seperi sekarang, di titik ini kekalutan yang luar biasa, kehilangan arah, aneh nak rasanya… dan sungguh ini tidak enak bahkan akan melemahkan mu.

Anak ku… ibu tidak bisa berjanji perjalanan dan proses tumbuh dan berkembang jalannya akan mulus, tidak nak… kamu harus melalui jalan berbatu, berduri, terjal,curam, naik, turun, menanjak, jatuh dan kamu harus bangkit lagi, lagi dan lagi agar kamu menjadi manusia yang bisa naik ke derajat selanjutnya. Dan ibu? Selama ibu masih hidup, ibu akan selalu ada untuk mu, menemani mu.

Anak ku… ibu ingin dengan ini kamu menjadi anak yang sholih sholihah, bukan buat ibu, tapi ini untuk dirimu sendiri nak..

Anak ku… dan yang terakhir, ibu minta maaf jika di usia ibu ini ibu belum memilikimu, ibu minta maaf jika nanti kita bertemu usia ibu sudah tak lagi muda, dan badan ini sudah menua atau sakit sakitan. Ibu akan berusaha sehat untuk mu agar ibu bisa menjadi teman main mu yang asik.

Maafkan ibu, jika nanti kamu baca tulisan ibu ini dan kenyataanya ibu tidak bisa menepati janji ibu, tolong jangan salahkan dirimu semua inisalah ibu, ibu sudah terbiasa disalahkan  dan biarkan hanya ibu yang merasakannya.

Anak ku… berusahalah memafkan diri sendiri sebelum kamu memafkan orang lain, karena awal kehidupan yang indah adalah memafkan diri sendiri kemudian orang lain dan kamu akan menjadi pribadi yang pemaaf. Sungguh ini bekal yang mujarap untuk rasa bahagia, nak…

Ibu kan berusaha menjadi ibu yang lebih baik, dari semua pengalaman ibu juga ilmu yang ibu pejalari selama hidup.

Anak ku… ibu mencintaimu selamanya.

Jumat, 20 November 2020

niken bab 1

 

Malam itu kamu datang dan berkata

“ kamu harus minta maaf sama aku mbak”


hari itu adalah jadwal penghuni baru datang dan perputaran kamar, aku yang pindahan dari kamar lantai 2 ke lantai 4 beberapa bulan lalu dan akhirnya harus menjadi komitte lantai 4 karena kekosongan komite di lantai ini.

yang paling repot dari agenda ini adalah harus woro wori, bawa barang untuk pindahan kamar, lantai 5.4.3 adalah untuk mereka yang masih baru, sedangkan 2 adalah untuk mereka yang lama. naik turun tangga bawa barang, bongkar dari kamar lama dan pasang ke kamar yang baru, sunggu melelahkan tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi kalau mau tinggal disini.

aku.. sudah mendapatkan nama nama siapa saja yang akan sekamar dengan ku dan aku tinggal menunggu mereka datang. penasaran akan seperti apa mereka yang akan menjadi teman tidurku selama beberapa bulan kedepan


Rabu, 22 Juli 2020

chronic maxillary sinusitis dan aku

chronic maxillary sinusitis, keren gak sih nama ini? atau malah serem? hehe buat orang awan nama ini memang asing dan ini adalah nama sebuah penyakit yang gak keren sama sekali dan membuat tidak nyaman untuk menjalani aktivitas sehari hari.

tidak banyak orang paham dengan sakit yang menyiksa ini, mereka hanya kenal bahwa kita sedang flu atau pilek atau mungkin hanya migren biasa, bersin terus menerus yang bisa jadi membuat orang lain risih atau bahkan bisa menjadi bahan ejekan karena dianggap membawa dan menyebarkan virus flu.

memang sih gejalanya mirip dengan flue akut, bersin menerus, hidung tersumbat dan pilek disertai sakit kepala bahakan terkadang sakit kepala yang membabi buta sampai mata, hingga gigi, kepala bagian belakang. kebayangkan bagaimana rasa ini yang menyiksa, belum lagi jika ada suara yang keras atau cahaya yang terang karena penyakit ini dibeberapa kasus sensitif dengan cahaya dan suara yang membuat kepala bertambah sakit, dan saya ttermasuk yang ini.

pada satu waktu terkadang sakit kepalanya membuat saya tidak bisa bergerak hanya bisa berbaring dengan bantal yang harus empuk, karena kalau bergerak sedikit saja sakit yang ditimbulkan bisa sangat menyiksa.

saya sudah 3 tahun ini menderita chronic maxillary sinusitis berawal dari seringnya pilek bahkan dalam seminggu 2-3 hari pasti mengalami pilek atau flu, awalnya saya hanya menganggap ini hanya flue biasa karena efek dari alergi debu yang saya punya karena semasa kuliah sering dijalan, lingkungan kost juga tidak begitu bersih banyak debu sana sini kemudian tanpa sadar setiap pagi atau malam pasti pilek dan bersin bersin atau kalau setelah bergadang semalaman. saya termasuk mahasiswa yang aktif berkegiatan sana sini, dan terkadang harus bergadang sampai beberapa hari dan setelahnya otomastis sinusitis ini akan datang dengan senang hati yang sebelumnya saya anggap flu berat.

tanpa sadar sakit ini berlangsung lama hingga hampir 3 tahun barulah saya periksa ke dokter, denagn serangkaian tes lab juga foto xray waters barulah saya difonis dokter menderita sinusitis maxillary kronis.

apasih sinusitis maxillary kronis ini?
adalah suatu proses inflamasi pada mukosa sinus maksilaris yang disebabkan oleh kelainan pada rongga hidung dengan waktu kurang lebih 4 minggu dengan anamsesis pemeriksaan fisik dan radiologi, biasanya dokter THT akan merujuk untuk melakukan  foto xray pada area sinus atau wajah dan diikuti pemeriksaan laboraturium.
gejala yang biasa timbul adalah
1. demam,
2. malaise
3. sakit kepala atau nyeri pada kepala yang tidak jelas yang biasanya bisa rega dengan pemberian analgetik aspirin.
4. wajah terasa bengkak dan penuh
5. gigi terasa nyeri dan ngilu pada gerakan kepala mendadak. misal pada naik turun tangga atau dari duduk jongkok ke berdiri
6. seringkali nyeri pipi khas yang tumpul menusuk
7. nyeri pada palpasi dan perkusi
8. Sekret mukopurulen dapat keluar dari hidung dan terkadang berbau busuk
9. Batuk iritatif non produktif seringkali ada. kalau saya terkadang ada batuk, tergantung seberapa seringnya bersin. dalam satu waktu jika bersin nya lebih dari 5 kali maka langsung tenggorokan gatal kemudian batuk seharian, bisa jadi 2 hari dan akan bisa reda dengan obat yang mengandung codestam

Faktor Resiko
Kondisi lain yang menyebabkan berkembangnya obstruksi sinus dan rentan menjadi sinusitis adalah :
 -  Alergi. Inflamasi yang terjadi bersama alergi mungkin memblok sinus.
- Deviasi septum nasi. Hal ini akan membatasi atau memblok aliran sinus, menciptakan lingkungan untuk infeksi.
 - Polip nasal. Pertumbuhan jaringan lunak ini mungkin membatasi aliran nasal, memperlambat drainase dan memudahkan infeksi berkembang.
- Kondisi sakit yang lain. Penderita cystic fibrosis atau HIV dan penyakit defisiensi imun.

Penyebab
 Infeksi virus, bakteri atau jamur dari traktus respiratori atas lokasi lintasan udara pada hidung, faring, sinus-sinus dan tenggorokan terbasuk infeksi virus yang menyebabkan common cold, dapat berperan penting menjadi sinusitis. Jika infeksi seperti cold inflames dan membrane mukosa hidung bengkak,pembengkakan membrane dapat menyebabkan obtruksi sinus sehingga cairan mukosa tidak dapat keluar. Karena saluran pembuang tertutup, sehingga tercipta lingkungan yang mana bakteri dan virus terperangkap pada sinus dan berkembang biak.

kira kira begitulah yang saya rassakan, 90% seperti itu.

jadi selama 3 tahun terakhir ini saya bolak balik ke dokter setidaknya jika kondisi sering kambuh bisa seminggu sekali ke dokter spesialis THT, dan kemudian sebulan sekali untuk mendapatkan obat. jujur saya selama 3 tahun tidak bisa lepas dari obat karena bersin bersin yang menerus begitu menyiksa, bikin lemas dan capek, ketika pagi hari bangun tidur bersin bersin dan berlangsung sampai sekitar jam 7 pagi bisa dipastikan seharian akan bersin bersin tiada henti meskipun sudah dipakai untuk aktivitas bahkan diluar ruangan yang terkena terik matahari sehingga setidaknya sehari sekali saya harus minum obat. kebayang kan jika seharian bersin terus menerus rasanya seperti apa.
terkadang masalahnya adalah jika sakit kepala tiba tiba datang sudah dipastikan saya akan tepar karena gerakan sedikit saja bisa memicu sakit yang amat sangat nah kalau sudah begini obat itu yang menjadi penolong.
 yah... 3 tahun setiap hari setidaknya sekali sehari minum obat, lelah? bosen? pastilah tapi ya mau bagaimana lagi. pernah saya bertanya pada dokter apakah ini tidak bisa sembuh? jawabnya tidak bisa sampai pemicu alergi nya hilang, sedangkan saya penyebab awalnya adalah alergi debu. hymm mau hidup dimana yang tidak ada debunya.

sudah 3 tahun ini saya menjalani operasi setidaknya setahun sekali dan ini operasi irigasi yang ke-3, pernah juga setelah operasai yang ke 2 belum berkurang juga sakit kepalanya akhirnya saya dirujuk oleh dokter saya pengobatan fisioterapi ada hasilnya? heehe tidak ada yang signifikan. pernah mencoba di awal tahun yang ke 3 saya mencoba berhenti dengan obat diganti dengan bahan alami seperti rempah dan rimpang tapi sakit kepala makin menjadi akhirnya balik lagi deh ke dokter.

efek samping dari obat ini apa? tiap kasus beda beda sih, tergantung diagnosa dokternya. kalau saya yang pasti dikasih obat racikan untuk pileknya, dikasih obat batuk, obat anti nyeri, obat untuk alergi dan antibiotik. untuk obat racikan dan alergi efeknya bikin ngantuk dan lemes.

mungkin selama ini penyakit TBC yang terlihat seram karena harus minum obat selama 1-2 tahun tergantung jenis TBC nya.
sungguh, sinusitis akan selamanya sampai tidak diketahui kapan, sampai penyebab alergi hilang bahkan kadang menjadi bahan ejekan si pembawa virus lah, diremehin orang karena sering bersin, dikatawain karena bersinnya yang menerus dianggap lucu, aneh. sedih sih ketika mulut nitizen itu mulai maracau. pernah juga dikatawain dan diejek orang yang
 "rewang" di nikahan tetangga sebelah rumah, karena bersin tak henti dan suaranya mereka anggap lucu.
mereka yang tidak sakit sinusitis ketika bersin mungkin  melegakan karena 1-2 kali bersin, nah kita yang sakit sinusitis bersin berkali kali itu sakit, bikin lemas, bikin tenggorokan sakit, bikin hidung perih. belum lagi jika terkena asap jenis asap apapun pasti hidung langsung perih.

saat cairan hidung mulai mencair sebut saja "umbel" yang bening dan cair banget nunduk dikit saja sudah netes, kebayang kalau pas lagi sholat dan posisi harus menatap tempat sujud dia bakal netes, hymmm ribetnya. itu kenapa saya jarang banget jama'ah di masjid, karena pernah jama'ah dalam keadaan begitu, hymm sungkan dan agak gimana gitu diliatin orang.

kalian yang punya sakit sama seperti saya yang sudah bertahun tahun jangan menyerah ya, terus semangat, atau buat kalian yang baru mendapatkan diagnosis sinusitis, tidak seseram itu kok, jalani saja setiap pengobatan yakinlah akan sembuh suatu saat.

untuk kalian yang normal pleasee... jangan pandang kami sebelah mata

keep doing good to enyone, be kind, be brave


daftar pustaka
1. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-thtkl6b546f30f02full.pdf
2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/39684/Chapter%20II.pdf;jsessionid=9ED32DBCD582D3D71B7F6A60EEE7DF5D?sequence=4
3. konsultasi/ wawancara dengan dokter saya dr. Syamsul Arief, S.PTHT-KL


Jumat, 13 Maret 2020

T.A.R

hymm....
tiba tiba percakapan itu menjadi serius
membicarakan rasa
dari cerita masa kuliah
awal jumpa
tak ada sama sekali mempesona
jutek
dingin
serasa ngomong sama patung es
membisu
terlihat garang
siapa pula yang berani?
ku rasa hanya si panji mungkin
aku...yang terlihat gagah
nyatanya tak bernyali
mau memulai dengan bahasa intelektual
otak ku masih bebal
mau bicara tuhan
ah.. aku belum cukup iman
biarkan saja semua berjalan
Yang Maha Sutradara Handal
semua dalam gengggaman
toh nyatanya menjadi persahabatan
dari mulai menjelajah temaram
mencoba berbagi rasa
bertukar kisah
saling menunjukkan wacana
banyak belajar darinya
cukup bangga
aku... adalah salah satu dari kisahnya
dari mulai tetangga asrama
hingga sang murid tercinta
menemani sampai sumpah
yang konon sumpa terdahsyat
bahkan menggetarkan Asry Nya
berkaca kaca
bahagia
akhirnya...
kata orang perjuangan tak pernah berkhianat pada hasillnya
selamat datang, semoga sakinah mawadah warahmah
lucu sih tapi nyata
hey...
mungkin gantian
nanti kamu yang mengantarkan ku bahagia
menjadi saksi pula atas sumpah
saat genggaman tanggung jawab berpindah
jangan pernah lelah
berikan nasihat dan hikmah
diantara kita
nanti... kalau kamu di syurga
cari aku ya
kalaupun tak ada
mintakan pada Rabb ku yang juga Rabb mu
panggil aku ke syurga

mojokerto, 8 Maret 2020
12.10 Am

Kamis, 13 Februari 2020

~Pertemuan~


Kak! Kudengar ada yang memanggil ku, tapi ku birkan lalu begitu saja karena pikirku tak mungkin ada yang memanggil ku di tempat ini, kampus 2 dan perpustakaan bukan tempat biasa teman teman ku nongkrong atau sekedar berkumpul untuk mengerjakan  tugas kuliah, ,mereka lebih memilih kumpul di rumah siapa atau kos siapa. Sore sore begini memang selalu menyenangan berada di kampus 2 dan perpustakaan, tak banyak orang, adem, karena jam segini kelas sudah banyak selesai hanya tinggal kelas pengganti, atau mahasiswa teknik yang tugasnya seabrek, mungkin hanya beberapa mahasiswa yang menyukai membaca dan perpustakaan, suasana yang seperti ini cocok untuk ku menghabiskan sisa hari sebelum pulang dan memulai kelas malam.
 Kak! suara itu memanggilku lagi, ku putuskan untuk menoleh dan melihat siapa.
Ternyata sosok laki laki lebih tinggi dari ku, celana jins panjang longgar dengan saku besar pada kanan kiri nya, jaket biru khas fashion anak tahun 90 an yang sebenarnya jarang ku temui di kampus, memakai tas selempang sebesar map ukuran folio. Berjalan ke arahku dengan sedikit berlari, entah apa yang membuatnya terlihat terburu buru seolah sedang mengejarku. Setelah agak dekat kujawab panggilannya “iya? Kamu memanggilku?” karena aku tak begitu familiar dengan wajah dan postur tubuhnya.
“hay kak! Aku pik partner kamu satu bidang” sambil menjulurkan tangan seolah  mengajak berjabat tangan dia menjawab pertanyaan ku dan sedikit memperkenalkna dirinya. Sepersekian detik aku mengaduk ngaduk memoriku tentang laki laki ini sedikit agak lama ku menemukannya “eymm oh iya, kamu yang ketua bidang ku itu kan? Maaf aku belum tau kamu yang mana” dengan ekspresi nyengir ku jawab dan menelangkupkan kedua telapak tangan “maaf begini saja ya salamannya” karena memang aku membatasi untuk bersentuhan dengan laki laki. “iya tak apa” jawabnya “ aku sebenarnya sudah pernah bertemu dengan mu beberapa kali” sambungnya “ oh iya? Hehe maaf ya aku orang nya tidak mudah menghafal orang apa lagi jika bertemunya taka da obrolan yang Panjang atau hanya sekedar berkenalan” aku langsung menyahut dengan nada yang kaget “ haha tak apa, santai…aku mengerti” jawabnya sambal tertawa solah dia sudah biasa dengan situasi seperti ini.
Aku memang anak baru beberapa bulan berada di organisasi itu dan sudah mendapat amanah seperti merekan yang sudah berada di  2 tahun, entah pantas atau tidak yang ku dapatkan ini entah disebut keberuntungan atau sebuah amanah yang keren atau sebuah beban yang berat. “kamu punya waktu sore ini kak? Aku ingin ngobrol denagnmu ” kaliamatnya membuyarkan sedikit lamunanku, “eh.. eh iya, ada, mau ngobrolin apa?” sedikit tergagap ku sahut pertanyaannya dan dengan cepat ku buat seolah aku biasa saja menghadapi laki-laki ini yang jujur saja mengagetkan ku dengan tampang dan gayanya bersama segudang pertanyaan besar bergelantungan di kepalaku. “begini, kita kan partner dibidang yang sama, dan kita sudah harus mulai menyusun program kerja dan persiapan pelantikan nanti”  jelasnya  “ sebentar, sebelum kesana aku masih penasaran deh, kalian ini bisa tau aku dari mana? Dan kenapa milih aku sebagai partner dibidang ini? Secara aku masih baru,lagi pula aku juga enggak tau apa-apa soal organisasi ini dan masih belajar”. Sambil jalan perlahan dan cari tempat untuk bisa ngobrol enak aku mulai dengan meminta penjelasan, “eh mas, duduk disana aja yuk biar enak ngobrolnya” aku nunjuk sebuah anak tangga yang lebar dan teduh tepat dibawah pohon yang rindang agar sinar matahari sore tidak begitu terasa karena tertutup oleh pohon, areal perpustakaan ini memang banyak pohon yang rindang sehingga tidak salah kalau dijadikan tempat ngumpul para mahasiswa untuk sekedar ngobrol sore atau kajian kajian kecil. “ boleh” sahutnya kami duduk berhadapan dan dia mulai menjelaskan “oh itu? Kenapa?”, “ enggak sih cuma binggung aja” jawabku “sebenarnya aku sudah tau kamu dari awal kamu masuk kampus ini, dan aku tau kamu dari teman sekamar ku,eymm aku sih yang nanya dan dia cerita tentang mu, background organisasi mu, makanya aku milih kamu jadi partner ku karena pikirku kamu bakalan cocok ada di bidang ini” jelasnya “heymm tapi kan organisasi sebelumnya ranah gerakannya berbeda ya walaupun keduanya lahir dari induk organisasi yang sama, dan aku juga belum tau apa apa lho” tambah ku “ tak apalah kak nanti kita sama sama belajar” dia mencoba menyakinkan ku “baiklah I’ll try,” jawabku sambil kuimbuhkan senyum optimis dan dia pun membalas senyum ku seolah berkata yes. “baiklah kalau begitu kita mulai dari mana pembahasannya?” aku mulai meminta segera membahasnya “jadi, tugas kita adalah menyusun program kerja bidang ini dilingkupan internal dan eksternal, nah nanti kita bagi siapa di internal dan siapa di eksternal. Aku sudah buat draft beberapa proker atau program kerja  formalitas dan ritualitas yang ada di bidang kita dari tahun ke tahun. Nanti menurutmu mau ditambahin atau dikurangin, terserah kita diskusi saja” begitu penjelasannya yang entah kenapa tiba tiba dia terlihhat keren saat menjelaskan itu, sambil mengeluarkan laptop dari tas oldiesnya. ya sih tampilannya memang tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang modis layaknya idola para gadis tapi lebih ke yang anak gaul berantakan tapi masih good looking lah. Dinyalakannya laptop, diposisikan sedikit dimiring sehingga kami berdua bisa melihat dengan jelas, hymm benar seperti dugaanku pria ini memang tampilan luar berantakan tapi rapi didalam. Terlihat dari bagaimana tata letak file di laptopnya, tersusun rapih perjudul, pertopik, dan ah aku suka pengaturannya. Pik mulai menjelaskan satu persatu proker yang ia perlihatkan, aku menyimak dengan seksama penjelasannya, mulai mencoba memahami setiap detail penjelasanya dan ternyata banyak hal baru yang kudapatkan. “ eh tunggu deh mas pik, segini banyaknya itu dikerjakan dalam setahun? Apa enggak padet nantinya? Trus dengan bidang yang lain gimana?” dengan keluguan aku bertanya “makanya itu kita perlu diskusiin ini berdua mana prioritas dan mana yang kalau tidak bisa kekejar untuk dikerjakan tidak akan pengaruh apa apa” dia mulai menjelaskan lagi panjang lebar, kami berdiskusi panjang saling bertukar ide dan gagasan, sampai tak terasa sekitar mulai sepi, satu persatu mahasiswa yang tadinya banyak mulai menghilang, disebelah barat langit juga sudah mulai terlihat memerah dan kami tersadarkan oleh suara tilawah dari masjid kampus yang menandakan bahwa waktu maghrib akan segera tiba. “ eh mas, kayaknya udah mau maghrib nih dan aku harus segera balik, ada kelas sehabis sholat maghrib lagi pula jamaah sholat maghribku wajib dan diabsen kayak anak TK gitu hehe” aku kasih kode bahwa aku harus segera balik “ eh iya kak, sorry enggak kerasa udah mau maghrib gini, tapi ini kan belum selesai, kalau besok kamu ada waktu? Karena lusa kita mulai rapat besar di secretariat” tambahnya “ iya mas, boleh, jam nya seperti hari ini saja ya, tempat juga disini, gimana?” tawarku “ iyaa siap,,, aku besok seharian kosong enggak ada kuliah” dia meng iyakan tawaran ku dan  aku hanya menjawab dengan  senyum sambil mengacungkan jempol. Setelah berberes kami berjalan bersama untuk pulang, “ oh iya kak, kamu pulang naik apa?” pertanyaannya memecahkan keheningan diantara kami saat berjalan menuju pulang, “jalan kaki mas” jawabku “serius? Ku antar saja ya? Jauh lho, aku bawa motor kok” sedikit kaget dengan tawarannya, karena ku kira dia tidak bisa boncengan dengan wanita, secara yang ku tau dia tinggal di salah satu pondok kampus kami. “hehe, enggak usah mas, aku jalan kaki saja, udah biasa kok” sambil sedikit nyengir aku berusaha menolak dengan halus, berharap dia juga tidak tersinggung dengan penolakan ku “ baiklah, ini sudah sampai parkiran. Aku pulang dulu kalau gitu ya, kamu hati hati dijalan kak!” sambungnya “okay, Assalamu’alaikum, sampai bertemu besok mas.” Jawab ku mengakhiri pertemuan kami. Aku meneruskan perjalanan pulang, dalam hati, semoga laki laki ini bisa menjadi teman diskusi, dan semoga nanti aku bisa cocok berpartner dengan nya. Baik juga sih orang ini, sambil senyum senyum aku mengingat kembali diskusi kami tadi, dan tak terasa aku sudah sampai kamar.

Senin, 16 September 2019

Dari Sms Mu Di 31 Mei 2014






Karena aku Cuma bisa berbicara melalui kertas, berharap ada lembar jawaban meskipun transparan mungkin akan sedikit menenangkan karena kegamangan ak sanggupkusimpan sendiri, bolehkan aku berbagi dengan coretan yang kata orang tak bisa terbaca, hahaha biarlah..biarlah hanya aku yang bisa membacanya.
Berharap kertas ini yang bisa menerangkan tentng cinta, bukan bermakna bahwa cinta itu berada diatas kertas.
Karena cinta itu getaran yang bisa jadi sama bisa jadi tak sama, atau hanya ada 1 dan tak berpola dengan irama indah yang banyak dicari.
Namun...kala getran itu tak ada maka tak perlu lah untuk kemudian dipaksa, akan hancur jalinan yang sudah ada, rusak atau bahkan tak bergetar sama sekali.
Cinta juga tak perlu dicarii karena cinta itu pnya kecerdasan yang luar biasa, cinta itu bisa menemukan jawabannya, dialah hasil akhir dari sebuah pencarian cinta. Orang yang luar biasa yang mamu mencintai dan dicintai, mereka akan bahagia ditengah cinta.                                 


   By Buichan
Jumat 6 juni 2014
09.55 pm