Selasa, 10 Maret 2015

Hargo Dumilah Puncak Lawu Ku dan Kita



Rabu, 7 Januari 2014 perjalananku dimulai...

Sebenarnya cerita ini berawal dari status face booku yang gag penting ~ pengen mbolang kayak mila,,,mbak ratna ayok mbolang~

Nah itu status yang bikin aku sampk ke lawu, yups mila adalah salah satu teman ku yang berasal dari kota metro lampung, kita ketemu di pelatihan da’I di mataram, sedangkan mbak ratna adalah seniorku di IMM dia juga kabid kadernya IMM Jawa Tengah.

Setelah status itu terposting beberapa lama ada seorang teman, najib, teman yang dari masa lalu pernah akrab dan menghilang sekarang muncul lagi. Dia chat dan ngajakin ke gunung lawu. Waaauuuu secara ni yaa aku dari dulu pengen banget muncak ke gunung  lawu eh dengan sangat kebetulan dan sekenario Allah ada yang ngajakin, hmmm gag perlu ditanya mau apa enggak, pastlah mauu tanpa basa basi langsung tembak kapan? Jawabnya lusa hari rabu dan hari dia ngajakin itu ahad. Hahaha mendadak sekali tapi tak masalah lah,,cap cus ajah brooo berangkat….

Eh…aku inget punya janji sama ema kalau aku muncak pasti akan ngajakin dia. Okay langsung saja BBM kulanyang kan pada nya, sontak saja ema sama seperti ku pasti mau,, hahaha beres lah akhirnya kita sepakat untuk ikut.. ^_^ persiapan akan segera dilakukan…

Heymmm tak seperti apa yang disangkakan, semua tak selancar angin segar si lawu, permasalahan muncul sekarang, ribeetnya hampir membatalkan ku untuk menapaki lawu. Emang dasar ema yang gag pernah nakal sama orang tuanya, kali ini pun begitu dia gag boleh sama ibunya untuk pergi karena ternyata jreng,,,jreng,,, beberapa ini dia sering nakal hahaha sering main tanpa pamit, mulai sering pulang malam, alhasil kali ini pun begitu dia ga dapet ijin untuk pergi bersama ku, dan itu artinya jika dia tak ikut maka aku pun gag jadi ikut karena rombongan kita yang cewek Cuma aku sama ema, sebenarnya sih,,,aku pun gag dapet ijin dari sang ayah tapi aku nekat, lha apa gunaku nekat kalau ema gag ikut masak aku harus menjadi wanita tercantik di rombongan itu haha alay dikit yee.. secara ya semuanya laki laki ckckck

Wau pagi pagi galau, beangkat gag yaa… lawu salah satu impianku sebelum balik dari solo, tapi saat begini selain gag boleh ayah, gag ada temen cewek trus gag ada kendaraan juga, trusgue harus bagaimana?

Ah…..si najib telpon memperkuat untuk berangkat kalimat pemungkasnya dia adalah “ mahasiswa naik gunung gag usah pamit sama orang tua, karena percuma, pasti gag boleh”. Okay dech berangkat, kapan lagi aku bisa begini, ahaaa okay bulat keputusan berangkat lanjut packing. Lagi juga temen si najib sudah terlanjur berangkat dan bawa adhik sepupunya perempuan untuk ikut so, mau gag mau aku tetep berangkat, rumus sungkan dan gag enakan sama orang yang sudah menjadi watak orang jawa sedang bermain disini haha.

Okay kita mulai pemberangkatan yang diawali dengan insiden tak terlupakan, kejadian inilah yang membuat trending topic luar biasa sepanjang perjalanan lawu, mungkin jika kita ketemu dan berkumpul ini akan masih jadi pembahasan hangat. Insiden pembelian bebek goreng yang harganya selangit sampai dengan dihilangknnya makanan itu oleh salah satu anggota kami, rendra dialah sang pelaku sekaligus penanggung jawab atas kehilangan ini. Inget yaa rendraa… ^_^

Kita ber 7 berangkat dengan menggunaka motor, waah seru lah perjalanan, aku yang berkendara sendiri menikmati pemandangan alam yang luar biasa, lukisan Yang Maha Indah.

Pemberangkatan dimulai dari pos pertama, pos pemberangkatan yang aneh, kumuh, penuh dengan sampah, hadeehhh.. yang tadinya kita mau sholat dulu tapi gag jadi melihat keadaan yag begitu. Okay gpp kita bisa sholat di pos 1 atau pos 2

Inilah tempat pertama perjalanan akan di mulai..

Haa ketakutanku terjawab sudah, perutku sakit. Sebenarna aku pasca operasi usus buntu dan itu artinya aku tak diperkenankan unruk melakukan aktifitas berat termasuk mendaki gunung. Yaa masih berjalan 15 menit aku sudah tak sanggup berjalan. Perutku sakit, tambah lagi beban tasku yang berat ini.

Aku sudah berfikir dan mengeluh untuk menyerah dan kembali saja dari pada ada apa-apa dijalan, malah merepotkan semua orang. Aku sudah minta kepada temanku untuk kembali saja, mungkin kali ini bukan rejeki ku untuk bisa menakhlukkan gunung lawu ini, bisa lah ku coba lain waktu. Tapi aku bersyukur punya mungkin lebih tepatnya bertemu dengan teman-teman yang baik hati, mereka tak mengizinkanku untuk kembali, mamksaku untuk melanjutkan perjalanan “karena ini perjalanan kita bersama maka kita akan takhlukkan bersama” itu kata mereka.

Aku bercerita kenapa aku menyerah, bukan karena aku cemen tapi lebih menjaga diri saja pasca operasi. Heemm baikknya mereka barang bawaanku yang berat ini mereka bawakan. Hehe dan aku hanya membawa 1 tas yang tak berat sama sekali. Heymm tas milik salah satu tema wanita kami. Tau gag anggota kami yang perempuan hanya 2, aku dan …. Ah kenapa aku kok lupa namanya yaa.. astaghfirullah, #malkum lah yaa ^_^
Alhasil perjalanan ku berlanjut, haha karena aku yag lagi sakit begini maka aku di nobatkan untuk memimpin perjalanan dan aku yang paling depan jalannya diikuti yang lain. Eitss ya aku punya asisten saat perjalanan berangkat dia rendra dan nanti saat perjalanan pulang aku punya pengawal lagi dialah zaimun. Hahaha asyiiikk serasa tuan putri saja diriku.

Sepanjang perjalanan kita bercerita, bercanda, saling mengolok olok, bernyanyi haha menyenagkan lah, tak kan pernah terlupakan perjalanan ini, sesekali ketika kita melihat pemandangan yang indah dan luar biasa kita berhenti, berfoto, bergurau, menghayal, makan dan minum untuk menambah tenaga kita.

Ada bagian seru dari perjalanan ini yaitu tetntang PHP a.k.a pemberian harapan palsuà harapan untuk sampai pada camp tempat kami beristirahat, dan si php itu adalah faiz, dari rombongan kami yang sudah pernah naik kesini hanya dia, jadi faiz lah sang juru kunci perjalanan ini, sesekali ah enggak lah sering kali faiz berikan kami harapan palsu, haha gag salah juga sih ini hanya untuk menguatkan kami agar tidak menyerah. Kata kata yang sering jadikan php adalah “ 30 menit lagi yaa kita istirahat”, lewat itu tetep saja lanjut jalan, atau “nanti apapun yang terjadi jam 7 kita istirahat” atau “ayoo diatas ada sun set indah ni” haha yang bener saja  mana ada sun set di lawu jalur yang kita lewati lha wong si sun ada di balik gunung. Ah..karena Allah sayang pada kami, sempat kami mengabadikan keindahan ini dan memanjakan mata untuk menikmati ini.

Dan ketika harapan itu sudah tak mungkin untuk di kuatkan dan dikobarkan karena kita semua terlalu lelah untuk lanjut, perjalanan kita terhendi di pos 4 yang selajutnya akan menjadi base camp kami untuk malam hingga siang esok, ah..gunung ini susahnya bikin camp kanan kiri jurang, bebatuan, dingin yang luar biasa ditambah angin yang berderu layaknya ombak, waau subhanallah luar biasa.

Ada yang luar biasa lagi ini karena tempat yang gag begitu luas dan kami buatnya 3 tenda maka yang 1 tenda dibikin diatas batu yang depan sebelah kanannya juarang, yang dihuni 3 teman kami, zaimun, najib dan farid. Hehe hati hati ya kalian, tidurnya jangan bertingkah tar jatoh waah aku nyari kalian ganti kalian dimana? Di pasar se solo raya gag ada broo ^_^ piss
Aku  dan siti # haduh nama aslinya aku lupa, maaf ya mba… gag maksud melupakan karena maklum lah ingatan terbatas hehe ~ngeles dan yang satu teda di diami oleh faiz dan rendra. Lucunya ni malam malam saat aku benar benar eymm mungkin lebih tepatnya kita kali yaa, melawan rasa dingin yang luar biasa, suara angin yang bergemuruh seraya ombak ditambah hujan ada yang merasa kesurupan dengan curhat masalah percintaanya haha dialah rendra. Haduh ni anak dari awal yang bikin perkara ajah, sudah ngilangin menu istimewa kita, kesurupan pula # hadeh ampun dah tepok jidat ni gue# ckckck

Malam itu hampir saja aku gag kuat menahan rasa dingin, entahlah pikiran macem macem merasuki pikiran mulai dari kematian lah sampai hal hal yang ghaib hehe maklum aku berangkat tanpa adanya retu dari orang tua plua adhekku haha nakal untuk hal beginian. Maafkan anak mu ini ayah ^_^
Sampai pagi menjelang satu persatu dari kami berisik haha sedangkan aku masih berusaha keluar dari rasa dingin yang tiada henti, dasar iin…

Seperti  biasa lah ya yang bikin berisik si najib yang cerewet sana sini galahin aku ajah, mbok ya diem kayak kakaknya itu, udah imut diem lagi haha ssstttt…..

Aktivitas pagi dimulai dari sholat subuh yang kesiangan dan mulai bikin minuman hangat serta sarapan, menu kita yang harusnya bebek goreng berganti dengan sarden kaleng, hadeh,… rendra ini, haha lagi lagi itu anak, okay  lah kali ini kesalahan selalu ada pada kamu :P

Aahhh lupaaa atau emang gag ada yang sadar diri untuk bawa gelas, piring atau sendok sih, atau alat makan apapun lah ya, biar gag makan beralaskan plastic, sendok dari ranting serta gelas botol aqua yang dipotong ckckck survive beneran ini. Sebenarnya sih aku ingat bawa dan mau bawa tapi karena tasku yang dah berat maka ku tinggalkan begitu saja di kamar, heehee sorry broo

Yuk ah setelah sarapan kita lanjut ke puncak karena tinggal 400 m dpl lagi kita sampai puncak, perjalanan berlanjut, ah…lagi lagi aku merasa tak sanggup nafasku begitu sesak hampir mau menyerah tapi sayang banget tinggal dikit doang. Bah wes aku tetep lanjut dengan modal semangat meskipun jalannya pelan pelan dan serig ketinggalan.

Subhanallah semakin keatas semakin keren alamnya dan ini ni yang jadi 
cirri khas dari gunung lawu, diatas puncak eymm hampir puncakeh di puncak juga ada deng beberapa warung makan yang menjual beberapa nasi, sayur, cemila lain, gorengan serta mie instan, keren kan ni gunung. Eh satu lagi yang enak, air diatas gunung yang segernya luar biasa, tapi sayang ni air di kramatkan buat macem macem sama penduduk sana, ah padahal rasanya enak segarnya gag kalah sama air dari lemari es..

Medan gunung ini semakin tinggi lebih kayak perbukitan padang rumput yang empuk nan indah di hias bunga bunga kecil cantik berwarna warni serta beberapa edelwise yang sudah mengering, jalan setapak kadang bebatuan dan terkadang tanak yang gembur sesekali kita foto ketika ada hal yang indah atau ada moment yang menyenangkan, ada juga saatnya balapan siapa lagi kalau buka 3 bersaudara itu zaimun, najib dan faiz. Menyenangkan sekali sebenarnya melihat 3 bersaudara itu begitu rukun dan kompak.

Tek…tek…tek… tangga tangga terakhir menuju puncak akan segera kita lewati. Dan……

Taraaaa…….

Kita di puncak lawu..

Puncak hargo dumilah, tanah paling atas dari gunung ini.
Sebenarnya ada beberapa bagian puncak sih, aku lupa beberapa nama dari puncak ini, yang aku ingat ada hargo dalem, ada kawah purba yang terdapat batu batu dari sisa letusan gunung ini jaman dulu, trua ada lagi tebing yang kata faiz dan yang lainnya ni tebing ala titanic haha ada ada ajah sih, hmm apa lagi yaa aku lupa. Disini pula kita mengibarkan bendera IMM yaa sebagai lambang kebanggaan dan cinta kami atas ikatan ini serta sujud syukur sabagai bentuk cinta kami pula kepada sang KHaliq Allah Azawajallah, nikmat kita bisa sampai puncak, nikmat pemandangan yang luar biasa, kita berada di atas awan dll, fabiayyi’alairobbikuma tukadziban? Tak ada satupun yang Allah ciptakan di dunia ini dengan sia sia, gunung sebagai penyeimbang bumi, ah… entak di surat apa semua keterangan ini ada dalam Al-Qur’an. Nanti lah kita tanyakan pada ustadz kita haha pertanyaannya siapa ustadznya? Haha semua rombonga ini pasti bisa menjawab kecuari aku. Zaimun, najib, faiz, rendra, farid mereka alumnus gontor, nah aku? Alumnus rumah ayah dan mamaku hehe

Sampai puncak sekitar pukul 9 pagi dan kita turun sekitar jam 11 siang, sebelum benar benar turun kita beres beres camp dan bikin makan siang dengan menu istimewa ~mie instant hahaha~ yaa ditambah telur asin dll. Setelah  beres semua sekitar jam 1 siang kita turun. Tetep dipimpin faiz dan najib. Nah…kali ini aku punya pengaal lagi haha asyeek pengawalku saat pulang 2 orang, haha sebenarnya ini modus buatannya si najib sih untuk comblangin aku sama zaim. Huu paijah satu ini emang jahilnya gag ada habisnya.

Dan benar sekali aku dikasih 2 orang pengawal, perjalanan pulang lebih berat dari pada waktu naiknya, selain lebih kelihatan curamnya jlan juga karena aku sudah capek, kakiku sampk gemeter buat jalan aku yang jalannya pelan pelan selalu ketinggalan untung saja 2 orang ini dengan sabar menemaniku hingga benar benar sampai ujung pangkal dari gunung ini. Tidak hanya itu aku dikawal sampek rumah. Hehe makasih banyak yaa…. ~kamu~ dan kalian sungguh luar biasa.

Karena jalan ku yang lambat banget jadi diduluin sama beberapa pendaki dan selalu disapa dengan “ kenapa mba? Kakinya sakit kesleo” hahaha jadi malu juga aku. Karena rombonga ku yang lain dah di bawah jadi setiap ketemu mereka, “ mba mba yang pkek jaket merah Indonesia masih di atas jauh dan sakit gag bisa jalan” ckckc segitunya yaa padahal, ^_^ sisi lain aku seneng tapi malu juga.

Sampainya di bawah subhanallah anak anak dengan alaynya menyambut kedatangan ku, haha pengen ketawa kalau ingat itu. Ah sungguh menyenangkan sekali perjalanan ini, sungguh beruntung aku ketemu kalian orang orang hebat. Perjalanan ini tak kan pernah terlupakan. Aku bisa sampek puncak gunung lawu dengan cerita menarik dengan teman teman baru yang luar biasa.

Yukk whare the next our trip? I am waiting….

Masih banyak keindahan yang harus kita jelajahi dan nikmati bersama.

Surakarta, 9 maret2015

Jumat, 13 Februari 2015

pengantar mitos kita



Assaamu’alaikum......

Aku bingung untuk memulainya, eymmm atau lebih tepatnya untuk mengakhiri ini, 

Hahaha   konyol

Tulisan ini hanyalah sebuah pengantar untuk vodeo yang ku buat, bukan apa apa sih hanya saja pengen mengabadikan sedikit yang tersisa

Sorry bos kalau videonya jelek atau kalasu menurutmu itu gagal, aku tak pandai mengoperasikan fitur fitur teknologi, tak sepandai kamu yang membuat gambar gambar untuk orang orang yang kamu suka, yaa seperti gambar k3 mu itu

Ini hanyalah sisa sisa dari apa ang aku ingat, dari sebuah bagian kenangan atau mitos kelak...suatu saat nanti.

Maaf kalau ada penjelasasn yang salah atau kurang dari video itu karena ku tegasakasn sekali lagi, bahwa ini hanyalah sisa yang ku tau dan ku ingat, dari sepenggal cerita aku dan kamu.

Thanks verry much, atas pinjaman laptopmu ini, tanpa ini entah bagaimana tugasku, kuliahku, ini benar benar berharga buatku. Asal kamu tau ajah setengah hidup dan hatiku ada di laptop ini, aku berhutang budi. Aku sudah mencintai kotak hitam ini terlepas dari siapa pemiliknya.

Masih ada folderku disini, ada beberapa yang gag bisa di pindahin, minta tolong jaga folderku suatu saat aku butuh aku akan meminta dan menghubngimu. Heheh maaf masih merepotkan lagi. Atau jika kamu keberatan, kirimkan pada dropboxku. Sekali lagi jika kamu gag keberatan.

Ah....air mata, lagi lagi tak bisa di kompromi.

Haaaa entah, cukuplah mungkin ini, klo pun  ada yang kurang biar ku tulis di tempat lain .

Bye......
I will remember you ( not yours but you)
your partner

Selasa, 06 Januari 2015

~ Purwokerto Yang Melalui Purworejo ~



Dari dulu saat aku menginjakkan kaki di bumi Surakarta untuk menuntut ilmu, santer terdengar nama sebuah kota yang ternyata cukup terkenal di bumi jawa  tengah dan kalau di imm kota ini cukup terkenal dan terdapat sebuah cabang garang haha maksudnya itu cabang ini memiliki kekayaan sumber daya manusia IMM yang sangat kaya, keilmuan yang luar biasa sehingga melahirkan kader kader yang militant dari segi royal dan dari segi keilmuan.

Alamnya pun kata orang menyenangkan, tp satu hal unik dari kota ini yang sering di buat bahan ejekan adalah bahasa ngapaknya, heemm lucu dan sungguh unik menurutku, semua orang suaranya sama, logatnya sama, kata nya sama, gaya bicaranya sama, hingga sampai saat ini aku masih blm bisa membedakan hahaha aku yang bego apa saking uniknya bahasa mereka, saat aku ketemu supir, orang pinggir jalan sampai mahasiswa yang berpendidikan pun ketika bicara semuanya sama.

Hymm…..mulai menyukai semua hal tentang purwokerto  alamnya, orangnya, kekayaan ilmunya, haah semua hal lah…
Tanggal 24 desember aku datang ke kota ini….. yey akhirnya aku menginjakkan kaki di kota yang selama ini pengen aku kunjungi, sungguh Allah yang maha sempurna sekenarionya, ada agenda imm yang diadakan di kota ini yah…lokakarya instruktur daerah dan rapat koordinasi daerah. Dan itu artinya aku tidak hanya akan berkunjung kekota ini tapi bertemu banyak orang yang telah lama ku kenal.

Yukkk mulai perjalanan kita, rabu 24 desember 2014..

Keberangkatan ku pada pagi ini sudah ku rencanakan sejak jauh hari, naik kereta jarak jauh ke kota yang selama ini aku inginkan dan sendiri, yah…aku lagi ingin menikmati kesendirianku, mencari sebuah arti kehidupan, belajar dengan kesendirian lagi, karena dari dulu aku selalu sendiri kemudian ada yang mampir menemani kemudian akhirya aku sendiri. Tapi akhirya kita berangkat rame rame yang tak kalah serunya dan petualangan keberangkatan pun dimulai.

Pagi jam 10 kita berencana ke setasiun nyari tiket karena khawatir gag bisa dapet tiket kereta, yaa taulah sendiri bagaimaa situasi kereta di musim liburan sekolah plus natal dan sambung tahun baru haaah pasti penuh dan segalanya habis mahal pula, akanya kita khawatir akan hal itu, cara yang sementara tepat adalah pergi duluan beli tiket kereta untuk berangkatnya kami di awal perjalanan, kenapa ku sebut awal perjalanan yupz karena kita akan melakukan perjalaan 2 kali menggunakan angkutan umum yang berbeda, yang pertama kita pakek kereta pramex yang rute perjalanan kita dari  Surakarta purwosari sampai kuotarjo purworejo. Daaaaaaaannnnn perjuangan kita haha berangkat lagi biar langsung dapat tiket eh malah loket tiketnya blm buka ya sudah karena loketnya buka jam 10.34 maka aku sama rizal pun pergi makan dulu, haha laper broo. Kemudian kami kembali pukul 10.25 karena takut kehabisan tiket dan berharap pada jam itu masih sepi dari para pemburu tiket, dan ternyata dugaan kami salahdatang jam segitu yang terjadi antrian sudah sampai halaman luar stasiun haha alamat ngantri panjang, okay kita ngantri ambil barisan palin belakang, di sela antrian aku bercanda dengan rizal “ zal..kita sudah ngantri panjang begini tapi nanti pas sampek depan eh tiket malah habis, atau tiket tinggal 4 wah..nangi aku dah ngantri panjang begini”. Dan tepat sekali yang terjadi sesuai bercandaan kita belum juga sampai depan masih setengah antrian tiket malah sudah habis haha subhanallah sekali ini.. dan loket akan di buka nanti pukul 11.34 untuk tikat jam 14.30. okay siipz aku akan menunngumu tiket disini sampai pada masanya datang ckck alayy

Hingga waktunya tiba pun aku segera mengantri dan taraaaaa 9 tiket pun di tangan ~kereta pramex purwosari- kutoarjo untuk  perjalanan ke purwokerto ^_^

Artinya kita akan berangkat pukul 14.30 dari stasiun purwosari, seperti biasa orang Indonesia dan akan secara otomatis menular kepada para rakyat IMM sukoharjo, di suruh ngumpul jam 13.00 eh malah jam 14.00 blm kumpul, padahal ketera tak mau menannti penumpang yang terlambat.

Hingga yang terjadi adalah kita berangkat dengan buru buru, gimana enggak kereta jam 14.30  eh kita berangkat jam itu, mana gag jadi naik angkot karena gag mungkin lah wong dah mepet  begini, jalan lain adalah naik motor dan beruntungnya motor Cuma 3 dengan 6 orang penumpang tanpa helm haha.

Tau caranya kita bisa sampai? Yang 1 motor di pakai 3 immawati yang 1 motor dipakai 3 immawan dan yang 1 immawan tanpa helm dan sim haha kita menerobos jalanan kota dan si pak polisi, karena Allah Maha Penyayang kita semua selamat sampai stasiun dengan sehat badan karena ngebut jarak 15 menit harus ditempuh 5 menit dan sehat motor karena tanpa tilangan haha, Syukurku Pada Allah yang MAha Penolong.

Lanjuuutttt naik keretaaa… waauu sangat beruntung sekali PT KAI karena pemunpang selalu penuh dan kami lebih beruntung karena tempat duduk kami beda dengan yang lain, kami duduk LANTAI yups alias gag dapet tempat duduk hahaha keren lah kami…tapi untungnya setelah sekian lama kami satu persatu mendapatkan tempat duduk, Alhamdulillah Allah sayang lagi sama kami.

Perjalanan berlanjut dengan alunan suara perut kami ber 7 yang senada “ lapaaarrr kasih kami makaan…” begitulah teriakan cacing cacing perut kami haha sedikit alay yaa
Sesampai kutoarjo kami semua tertawa lepas sembari saling menunggu ada yang ke toilet ada juga yang melaksanakan ritual sholat ashar,

Perjalanan selanjutnya akan di estafetkan dengan bus menuju purwokerto tapi perjalanan terhenti sejenak di sebuah tempat sederhana bernama angkringan ckck kami mengisi perut sejenak eymm atau sedikit yaa, gitulah karena perjalanan selanjutnya tak sebentar, 3-4 jam lagi dengan menggunakan bus, tahu gag busnya waau cukup exklusif luar biasa, benar saja seperti kata bowo teman kami dari purwokerto “ mbak yang sabar yaa” ternyata kesabaran itu fungsinya ini toh…
Tau gag apa??
Udah masih 3-4 jam perjalanan, busnya yang udah waktunya pension, tempat duduknya, kacanya, haish….begitulah.. tau sendiri lah yaa..trus nyupirnyaaa waaau lah kalah dah supir bus mira dan sugeng rahayu, ngebut, nyalip yang luar biasa haha, tapi buat ku menumpang bus yang begitu menyenangkan,,,haha kata salaeh “ini rollercoaster mbak” haha iya benar sol.. makanya busnya juga mahal, selain kita bayar bus nya kita juga bayar rollercoasternya” haha begitulah kata saleh kepadaku saat kita di bus dan serentak semua ber 7 tertawa..

Dan….kami mengakhiri perjalanan bus rollercoaster itu di terminal purwokerto pada jam 22.15, dan…kita sungguh beruntung bertemu teman teman salatiga yang sama terdamparnya di terminal.. alay.. Cuma menunggu jemputan ajah sih tapi lamaaa nyaaa Ya Allah sampek bikin mereka emosi. Hehe sabar mas bro karim. Dan akhirnya kita di jemput sekitar 22.30 menit yeess naik mobil bagus.

Cerita perjalanan berhenti sudah..

Kita ada di tempat acara..

Heymm…cerita di tempat acara gag ada yang menarik sih…yaaa begitulah seperti biasanya bagaimana lokakarya dan rakorda, jelas aka nada perdebatan pendapat, evaluasi kinerja masing masing dan ada juga perang ide dan pandangan tentang IMM kedepan.

Aahh…..males bahas acaranya yang itu karena emang begitulah..menarik sih karena penting untuk IMM di masa depan tapi aku males ah menceritakan karena keadaannya pasti monoton dan sama juga tidak begitu menarik untuk diceritakan. Hahaha maaf yaa kanda kanda DPD IMM Jawa tengah, bukan maksud apa apa tapi emang gag pengen bahas.

Yang menarik buatku adalah aku akhirnya ketemu sama para idola, jiaahhh modus lain untuk ikut acara ini ckckck. Maaf maaf kakak….. ^^ mumpung acara besar yang semua datang jadi yaa sekalian bisa ketemu para idola. Mau tau siapa idola ku??

Jreng jreeng…. Mas kurssif alias mas conan a.k.a sang politisi handal imm jawa tengah, pemilik LSM Swadesi, trus aku akan ketemu sang jenius IT, a.k.a pemegang kekuasaan akun akun sosmednya IMM Jawa tengah siapa lagi kalau bukan si Fascho yang arif dan selalu tenang, dan ada lagi sang Wonder IMMawati a.k.a si tulang punngung perkaderan IMM Jawa tengah a.k.a tulang punggung dalam makna yang sebenarnya. Semuanya kakak tercinta. Heemmm padahal ni yaa aku blm lama kenal sama mereka yang akhirnya kita juga deket. Yeeyy asyik bisa deket sama mereka…. ^_^

Okaayy akhirnya di hari jum’at malam acara berakhir dan itu artinya saatnya pulang……….tapi entah lah rasanya aku gag ingin pulang..apa lagi pulang ke solo, dan emang nyatanya aku gag ingin pulang, aku masih ingin menikmati hari hariku di kota purwokerto yang selama ini aku inginkan untuk ku singgahi. Lagi pula sejak awal emang aku persiapkan untuk masih tinggal beberapa hari lagi, tempat..uang…baju dll tapi sepertinya  keadaan tidak berpihak keadaku, aku harus tetep pulang dengan keterpaksaan.

Mungkin karena awalnya adalah keterpaksaan maka jadinya begini ni…:
Yukk perjalanan pulang dimulai… ^-^

Pulang yang tidak kompak itu kesan pertama muncul, gimana mau kompak lha wong ada yang mina pulang duluan yaa walaupun 2 orang ini gag jadi pulang dulu tapi tetep ajah kesannya gag enak, trus akhirnya kita sepakat pulangnya besok paginya eh malah beberapa jam kemudian diputusnkan secara sepihak bahwa harus pulang mala mini, yaa alhasil kita pulang dengan berantakan. Nunnguin 2 immawati yang ternyata sudah mengungsi di kontrakan immawati STAIN yaitu muflia dan ida dan ternyata meraka sudah terlelap tidur..hemmm kasihan banget kan capek eh dibangunin tidur, trus kita harus cek ada gag bis yang menuju purworejo, karena kita akan beranti kerete dari purworejo menuju Surakarta. Hahah dan tau gag sebenarnya kita berat naik bus itu, kenapa?? Karena busnya adalah bus yang sama saat  kita berangkat kemarin akhirnya aku mencoba mencari kereta yang agak murah yang bisa menuju jogja atau purworejo karena memang kereta yang langsung menuju ke solo dari purwokerto sudah habis. Alhamdulillah kita akhirya dapet kereta melalui on line, setelah itu aku dan mbak ratna cepet cepet ke stasiun untuk beli tiket dan ternyata zonk haha tiket sudah habis sebelum kita datang, heym padahal itu gag lama setelah kita lihat di online hehe. Okay harapan berkereta musnah sudah, bus adalah pilihan yang bijak untuk saat ini, bus aladin I am coming….yuk ber roller coaster lagi haha.

Kali ini benar saja tarif busnya plus roller coaster karena kalau kemarin itu hanya 30.000 sekarang 40.000, aaaaaa waauuu mahalnya….padahal busnya juga gag bagus bagus amat atau bisa juga dikatan jelek, # kenyataan broo, saat itu alam juga berpihak pada kita, hujan deras dan petir menyambar menjadi back sound kami, capek, ngatuk, dengan back sound yang begini ini waa luar biasa enaknya untuk dibuat tidur, dan ssemua ternyata tidur pulas sampai kita akhirnya tersadar bahwa kita “ KESASAR…………………………..” stasiun kutoarjo sudah terlewatkan wuaaaa kita turun dimana ini?? Dengan keadaan yang hujan begini.. kita berteduh di bawah pos kampling pinggir perempatan jalan yang tak kami kenali.

Sekali lagi Allah itu maha penyayang, teman kita yang dari purworejo pulangnya naik mobil da kebetulan lewat jalan yang kita terdampar ini, Alhamdulillah..kita di angkut naik mobil ini, eh..ternyata kita di antar ke UMP bukan purwokerto tapi purworejo, ckck… Alhamdulillah 1 lagi tempat yang mampir dalam memori sejarah hidupku. Rencana pun berubah jadi kita bermalam dulu di UMP trus pagi pagi kita ke stasiun.

Alam kali ini tidak berpihak pada kami yang akan melaksanakan perjalanan pulang, hujan yang semalam belim juga mau berhenti, sampai pukul 05.45 hujan masih ingin manyapa kami denga derasnya, kekerasan hati andry teman kami tak juga luluh oleh kersanya hujan, hujan hujan begitu tetep jasa maksa pulang, akhirnya kami pun diantar temen temen purworejo, subhanallah andi dan kawan kawan sungguh luar biasa, capek capek begitu tetep mau mengantar kami ke stasiun padahal jaraknya juga jauh, waauu kami berhutang budi pada kalian, saudara seikatan ku.

Subahanallah sekali…kita sudah menerjang hujan dan jauh jauh, ngebut ternyata tiket kereta habis… ya Allah begini lagi nasib kita saat membeli tiket kereta api. Tapi sungguh beruntung teman kami su Aulia hanif dapat tiket kereta gratis dari bapak bapak yang gag jadi naik kereta tersebut, uli pun pulang terlebih dahulu. Sedangkan tiket keret berikutnya adalah jam 09.15 itu artinya masih 3 jam lagi, semua emosi, marah, sebel, kecewa, ketawa karena nasib kita yang sperti ini. Aakhirnya andry beli tiket untuk dia dan sholeh, rizal ikut mobil orang PDM Purworejo dan aku, muflih, ida memutuskan pantai……………………yeeeyyyyy ^_^

Waaaauuu akhirnya jalan jalan juga…yuk ke pantai, sambil nunggu aku dan muflih foto foto di stasiun haha obat rasa keecewaan, kemudian tak lama alam purworejo pun sepertinya tak rela kami tinggalkan, hujan turun dengan derasnya…jiaahhh gagal dech rencana mantai, -_- akhirnya kita memutuskan untuk ikut mobil PDM Purworejountuk sampai ke jogja karena tujuan mereka adalah prambanan dan sebagai gati kita gagal mantai jalan jalan diganti dengan jalan jalan ke malioboro dan sekaten jogja, okay tak apalah sambil kita cari makan di tempat kakanya muflihah haha modus dapet makan gratis, juga sekalian aku mau maen ke tempat novi di jogja nanti, sesampainya kita di jogja kita langsung menuju rumah kakak  muflihah. Alhamdulillah disana langsung tersuguh buah markisah yang aduhai menggoda, asyiik es markisah bikian sendiri tersaji denga segarnya, makan dan bersih bersih. Tau gag saat kita naik ke lantai dua tempat kita istirahat ternyata pemandangan dari kamar  subhanallah indah sekali senang rasanya tinggal di kamar itu. Dikamar kami menyusun rencana jalan jalan, dari rumah itu jalan menuju halte bus trans kemudian turun malioboro,jalan jalan sampai kita main ke sekaten sedngkan aku pun sudah menghubungi novi mengajak ketemuan disana, sip rencana sudah fix kita juga sudah cantik cantik haha.

Rupanya alam tak juga berpihak pada kami, subhanallah sekali hujan deras mulai turun. Ya Allah kok dari tadi kita tak pernah dapet restu dari alam untuk main ya, udahlah tambah lagi ada jarkoman untuk rapat malam ini, rencana kita berubah lagi, muflih da ida akan pulang sedangkan aku tetep melanjutkan pejalanan ke jogja karena sudah terlanjur  berjanji, dengan hujan yang masih berlanjut ku lanjutkan perjalanan ini, haishhh sungguh gag beruntungnya aku jalanan jogja luar biasa macetnya, bus trans pun telat sangaattt laaammmaaaa sekali, nekat karena sudah terlanjur janji aku nunggu hamper 1 jam lebih akhirnya keputusasaan ku timbul, dimulai dari aku minta tolong novi belin tiket dari stasiun tugu yang ternyata habis, ya Allah aku ternyata tidak berjodoh denga novi untuk ketemu padahal ini adalah kesekian kalinya aku janjian sama novi dan ujungnya adalah gagal. Maafkan aku adhekku sayang mungki memang kali ini kita tak berjodoh untuk bertemu, insya Allah lain kali pasti kita berjodoh dan tak usahakan pasti ketemu, Amiin…
Langkah ku pun berjalan kea rah timur itu artinya jalan pulang ke Surakarta, sedangkan huja masih saja riang bernyayi di tengah keramaian jalanan prambanan, aku menerobosnya menggunakan paying, Alhamdulillah ada paying sehingga tas dan laptop ini terbebas dari guyuran hujan. Saat berjalan ketemu bule yang minta di tunjkin jalan masuk prambanan asyikk ngomong inggris dikit ah… haha

Saat ku lihat jalanan sebrang eh ada harapan bisa cepet pulang, kebetulan ada bus yang akan menuju Surakarta tanpa piker pajang aku langsung menuju bus itu, Alhamdulillah langsung dapat kendaraan pulang meskipun penuh dan harus umpet umpetan haha. Sejam kemudian sampailah aku di pertigaan UMS berjalan kaki menuju tempat tinggalku, my beloved room…

Inilah akhir perjalanan ku dari hari rabu hingga sabtu, 24-27 Desember 2014 dari Surakarta ke purwokerto yang melalui purworejo.
 
## terima kasih sudah mau membaca tulisan jelek ini dan maaf jika masih kurang sempura, buichan masih belajar menulis~

                         
tiket kereta kami ^^


stasiun jenar ^^




adhek yang satu kereta dengan kami asyik menikmati perjalanannya




hahaha kami yang gag dapet tempat duduk ^^



             
  hanya ini sisa kenangan dari kota itu ~ purwokerto ~ inilah alasan kenpa aku harus kembali lagi ke kota itu suatu saat.... Harus!                                                                                                                     

Kamis, 18 Desember 2014

Warna Muktamar Setengah Abad




25 mei sampai 1 Juni 2014, salah satu hari bersejarah yag luar biasa untukku, yang tidak hanya mengubah hajat hidup banyak orang dan masyarakat ikatan tetapi ada perubahan eh bukan, lebih tepatnya ada penambahan sejarah dalam memori otakku ini.

Yah…..di hari itu terjadilah muktamar setengah abad imm, even setingkat nasional yang luar biasa, sedangkan aku yang biasa saja ditakdirkan Allah menjadi bagian dari itu, persiapan yang sungguh luar biasa pula. Dimulai dari geragan politis hingga teknis yag benyak menguras tenaga dan pikiran.
DPD IMM Jawa Tengah menjadi tuan rumah untuk even megah ini, yang bererti juga ini even bukan hanya milik pimpina DPD IMM Jawa Tengah melainkan seluruh masyarakat IMM Jawa Tengah, termasuk aku adalah bagian kecil itu. Aku yang saat itu tertakdir menjadi sekretaris umum PC IMM Sukoharjo dan lagi lagi takdir Allah terjadi muktamar di UMS, hehe universitasku saat ini, universitas muhammadiyah terbesar dan termandiri di wilayah Jawa Tengah sehingga even ini diselenggarakan di UMS, itu artinya giliran teman-teman IMM Surakarta dan Sukoharjo secara kitalah sang penghuni UMS. Yaah……muktamar segera disongsong oleh kami pimpinan cabang sebagai panitia local teknis dan DPD IMM sebagai panitia local besar secara konseptor dan teknis. Dan taraaaa………..persiapan 2 bulan sebelumnya  sudah terjadi mulai agenda politis permintaan kerjasama, pematangan konsep, pembentukan panitia hingga pelaksanaan pengeluaran surat-surat.
Heemmm,,,,,bisa di tebak secara aku adalah tertakdir sebagai sekretaris umum maka aku diamanahi sebagai tim kesekretariatan dalam even ini, hahaha lagi lagi urusan administrasi, surat-surat, kertas kertas lagi­­­­­­­ padahal aku juga tak pandai dalam hal beginian, Taufiq ajah samapai setres ngajari aku selama 2 tahun dalam keadministrasian sedangkan aku gag pinter-pinter juga..dan nyatanya aku tetap membidangi ini.

Yaah…kembali ke muktamar…
Aku takkan menceritakan jalannya persiapan muktamar yang ribeeettt dan penuh semua jenis emosi manusia. Yang akan ku ceritakan adalah sisi lain dari sebuah cerita muktamar. Dari sudut pandangku tentunya.
Muktamar….

Ada cerita kekeluargaan….

Disana ada sebuah cerita kekeluargaan yang ajaib, menyatukan 2 keluarga yang sejak lama saling bersebrangan gagasan, ide juga saling bersaing secara ikatan namun, sejak saat itu semua menyatu melebur demi sebuah kesuksessan entahlah yang awalnya dinomer2kan hingga dihilangkan, kini kami saling membantu, Surakarta dan Sukoharjo sekarang berangkulan.

Minggu, 14 Desember 2014

saling mencari

Suara : @dokterfina
Cerita : @kurniawangunadi
Backsound : Ost. Nine
(c)Medan, 12 Desember 2014

SALING MENCARI

Kisah ini adalah tentang dua orang anak manusia yang melakukan pencarian. Masing-masing melakukan perjalanan panjang, berliku, penuh dengan pertanyaan.
Kita tidak pernah akan tahu siapa yang ternyata mencari kita sampai kita bertemu dengan orang tersebut. Kita tidak akan pernah tahu siapa yang ternyata diam-diam mendoakan kita menjadi takdirnya sampai kita bertemu dengan orang tersebut.
Kita semua bergerak melakukan perjalanan dengan cara kita masing-masing, mencari dengan cara kita masing-masing, bertemu dengan caranya masing-masing. Ada yang tidak tahu (si)apa yang sebenarnya ia cari, ada yang tahu persis tentang (si)apa yang ia cari. Ada yang menempuh jalan terang benderang, ada yang harus melewati kegelapan. Meraba-raba dengan tangannya.
Kita semua digerakkan oleh keadaan. Digerakkan oleh usia yang beranjak naik, digerakan oleh kehidupan yang terus berganti. Meski kita ingin berhenti, alam membuat langkah kaki kita tidak bisa berhenti lama. Hanya sebentar, sejenak. Kita mungkin mengeluh mengapa tak kunjung bertemu hingga terasa semua daya telah digunakan, semua cara telah dipakai, semua jalan telah ditempuh. Rasanya berputar-putar pada satu pertanyaan yang sama; (Si)apa yang kita cari?
Kita akan terus mencari, saling mencari. Dan pada akhirnya kita akan bertemu dan tersenyum, karena kita merasa sama-sama menemukan. Tak ada satupun dari kita yang berdiam diri. Meski itu sebatas doa. Bukankah doa mampu menggerakkan takdir-Nya?