Sabtu, 27 Februari 2016

solo ~ juts not the city, he is story, he is history



Lama sebenarnya aku ingin menuliskan secuil kisahku saat berada di kota yang kini akan selalu ku rindukan dan selalu ku inginkan untuk menetap tinggal di sana. Ada satu slogan entah siapa cinptakan slogan tersebut yang jelas slogan tersebut aku banget. Bunyinya kurang lebih begini
~ solo, not just  the city, he is story, He is history~

Pas banget kan buat ku, karena bagiku solo tidak hanya sebuah kota begitu saja namun  di sana ada berjuta cerita yang terbangun kurang lebih selama 4 tahun aku tinggal di sana, bahagia, sedih, susah, persahabatan, saingan, patah hati, cinta, keluarga, keilmuan, perjalanan, pengalaman, air mata, harapan, cita-cita, ah...banyak sekali lah dan pastinya kelak itu semua akan menjadi history, sejarah kehidupanku yang  sungguh tak ingin ku lupakan, cerita buat anak-anakku juga cucu ku saat aku tua nanti.
Belakangan sebelum aku pergi meninggalkan solo baru tersadar bahwa teman yang pertama ku temui dan bersama ku kelak akan menjadi orang yang berada di detik detik terakhir akan sering bersama ku meskipun pada pertengahan terpisah dengan berbagai cerita. Ada beberapa kejadian yang ku amati.
Desinta, seorang teman yang sejak awal berada di solo menjadi partner seperjuangan, bertahan hanya beberapa bulan bersama setelah itu dia pergi menjauh kadang pun aku merasa dihianati dan dibuang entah apa alasannya, namun di akhir akhir cerita kami pun baikan lagi entah apa pula alasannya.
Ulfa dan wahyu pun begitu yang awalnya akrab seperti saudara pada pertengahan kebencian meliputi mereka namun pada akhirnya malahan mereka tinggal bersama, wahyu adalah orang pertama yang dihubungin ulfa saat butuh bantuan.
Winda, teman pertama ku saat masih menjadi mahasiswa baru, kami kemana-mana bersama dan kurasa kami punya keinginan yang sama pula, hal yang gag disuka sama pula, namun saat merasa klop eh ternyata kami dipisahkan oleh pembagian kelas, aku ada di kelas A dan winda ada di kelas B finally kita terpisahlah secara jadwal kelas  kami yang berbeda juga ditambah kegiatan organisasi kita beda alhasil kita makin jauh, jarang ketemu hingga sibuk dengan urusan masing – masing, aaa...walaupun ada pada satu titik kami berada di organisasi sama yakni asisten laboratorium namun karena lama tak berhugungan intens ya sama saja seperti orang baru kenal lagi. Sampai pada saat kami menyelesaikan tugas akhir yakni skripsi yang kebetulan sekali kami satu dosen pembimbing alhasil kita bertemu dan bersama lagi sampai bisa menyelesaikan skripsi, main, makan, ayah menghabiskan waktu bersama layaknya dua mahasiswa anak kost haha namun sayang nya kita tidak punya foto wisuda bersama hymmm sedihnya.... tapi tak apa lah yang penting esensi dari pertemanan itu sendiri. Kamu merasa gag sih kalau begitu kisah kita? Ingatkah dulu awal kita bertemu? Ah windaa semoga disa kamu tak kan melupakan ku yang berada jauh di sini Hehe.
Eymmm rasanya aku juga ingin menyebutkan sahabat sahabatku kuliah di paud, sebut saja ema, athin, aini, dyana, festy haha yang tergabung dalam 4 autis termasuk aku di dalamnya, ela, beki yang kadang gokilnyaaaa, laili yang santun marlina yang polosnya cempreng dan yang lainnya.
Solo, di mana aku menemukan keluarga secara aku juga jauh dari rumah juga keluarga, sendiri tanpa sanak di kota yang dulu asing bagiku dan di sana aku menemukan rumah, keluarga. Laboratorium tempat dimana aku bergabung awalnya aku mengejar eksistensi,juga ilmu namun ternyata aku mendapatkan keluarga katanya hehehe walaupun sampai sekarang aku belum mendapatkan itu secara umum, juga sampai sekarang aku belum bisa manaruh cinta ku pada rumah itu. namun kedekatan hati terhadap personel didalamnya ku dapatkan dan aku menganggapnya keluarga, yah walauppun aku jarang sekali merindukan mereka, aku suka melihat kedekatan mereka, bercandanya, akrabnya mereka walaupun begitu sesekali aku sangat merindukan mereka. Alfian yang sabar, pe’i yang gokil tingkat dewa, lia yang keras kepala nyebelin, ojan si tanpa ekspresi, helmi gokil tapi temperamen, ucup yang baik, yunita yang selalu menjadi penengah antara aku dan lia,dengan sabarnya bergantian menemani kami walau kadang aku merasa dihianati, athok yang aneh tapi sebenernya baik, rohmadi yang kocak, isti si ratu pop, erin yang tanggung jawab, dina, ipul, dewi, lisa yang jutek galak, emiya yang enak banget buat dikerjain haha yang mengakuiku sebagai kakak ipar, sarah, rara, dll, kalian akat tetap jadi keluarga ku. Eh satu lagi seorang yang paling penting dalam bagian ini. Bu ummi, entahlah susah sekali memahami ibu yang satu ini, terkadang gampang bercanda terkadang pun bercanda itu serius bagiku orang paling sulit dipahami namun beliau adalah orang yang punya banyak kasih sayang buat siapapun, walaupun terkadang aku kurang nyaman berada dideat beliau namun aku punya banyak hutang budi kepada beliau, bu ummi juga bagian terpenting selama perjalananku berada di kota solo dengan banyak pengalaman, nasihat serta ilmu yang ku dapat dari beliau juga kasih cinta seorang yang lebih kepada kakak, Hehe karena beliau gag mau kalau dosebut ibu. Terima kasih bu ummi atas semuanya. Walaupun engkau sulit ku pahami namun engkau adalah bagian terpenting dalam history ku di kota solo.
Bicara soal keluarga yang lain ah mungkin lebih enak langsung ku sebut keluarga ikatan mahasiswa Muhammadiyah.
Yah ketika bicara soal ikatan yang satu ini tak kan pernah ada habisnya. Hampir seluruhnya kehidupan 4 tahun ku diwarnai ikatan ini. Bahkan sampai sekarang.
Keluarga mas mansur, cabang, instruktur hingga mungkin dpd.
Imm telah membawa banyak perubahan dalam hidupku, dari ikatan ini aku mendapatkan banyak ilmu, banyak saudara juga tempat tempat dimana tak pernah sekalipun kubayang kan  bisa pergi pergi ketempat itu. Maklum lah dari kecil hidupku begini begini saja tak ada yang nenarik dan selalu dalam kotak, tapi kota solo dengan ikatannya telah membawaku kemana saja, mengenal banyak orang, mulai dari ochy yang dibandung. mas arif ,mas irfan, miko, okta, Hafidz, jiki, daus, anton, umar, ica, mbak dwi, tegar dkk yang berada di Banyumas. Mbak ratna, teguh, andi, galang, laila, win, acan, ayis, maulidin, wahid dkk yang berada di Purworejo. Dhek Lukman, vani, nining dkk yang ada di Magelang. Karim, tia, azkia, dewi dkk yang ada di Salatiga. Tio, ziya dkk yang ada di pekalongan. Nuzula dkk yang ada di Kebumen, wahid dkk yang ada di kendal, meirza, caca, wulan, mas ipin, dkk yang ada di semarang. Yuke, bani, uma, shofia, dkk yang ada di kudus. Toni, aim, husin, dkk yang ada di Jepara. Yedi, nur, budi, nanang, maman, dkk yang ada di Surakarta. Waaahhhh kalau ku sebut kota Sukoharjo eymmm banyak sekali karena di sinilah rumahku, tempatku juga keluarga ku. Tak ku sebutin ya kalau Sukoharjo hahha maaf lho ya bukannya diskriminasi namun banyak sekali. Kapan kapan lah akan ku tuliskan di episode sendiri tentang Sukoharjo.
Universitas Muhammadiyah Surakarta, yah dari sinilah aku mengenal dunia, aku berasa sangat terlambat sekaligus bersyukur pernah merasakan betapa luasnya dunia ini, betapa kaya nya dunia ini, betapa banyak hal yang blm pernah aku alami. Bagaimana perjuangan ku kkuliah dengan berbagai keterbatasan dan selalu ada kemudahan yang Allah berikan entah dari pintu mana dan bentuk apa.
AH...aku kok jadi bingung ya menuliskan mulai dari mana, malah Berantakan nggak urut, sebenarnya yang ingin ku tuliskan adalah betapa solo/Surakarta begitu berarti buatku, buat ceritaku, buat sejarahku. Rasanya begitu cepatnya serasa yang ku alami padahal cukup lama aku berada di sana, 3 tahun 10 bulan, yah.... pembulatan angka 4 tahun lah yaa. Lumayan lama juga bukan ternyata aku ada di kota itu, kota yang makin hari makin ku cintai. Dan sekarang mulai ku rindukan, berusaha bertahan hidup dengan segala kekurangan dan kelebihan, berusaha agar tidak merasa sendiri walaupun memang ditinggalkan, berusaha menjadi baik walaupun tidak baik, berusaha mencintai dan dicintai, berusaha mencairi dan mencari.

Yes........
Solo, juts not the city, he story, he is history

hangatnya semu sang profesor medkom



Entahlah yang tertulis dalam takdir di lauh mahfus sana, cerita bagaimana yang sedang tersusun di sana hingga ini menjadi jalan ku dan cerita ku. Aku tak pernah tahu karena aku memang hanyalah manusia yang tak pernah tahu takdir untukku.
Berawal dari sebuah event  terbesar salah satu ikatan organisasi kemahasiswaan ternama di Indonesia, event yang akan melibatkan banyak orang, banyak instansi, dan di event inilah aku bertemu dengan orang ini, orang yang awalnya aku remehkan. Jangan salahkan aku yaa secara dari segi penampilan dan raut muka gag meyakinkan untuk seorang yang memiliki jabatan berpengaruh apa lagi di jawa tengah. Penampilannya, gesturnya, raut mukananya, ah...pokoknya semua lah, Begitu pendiam hingga benar benar ku remahkan.
Suat saat aku membuktikan sendiri bahwa dia memang benar-benar orang berpengaruh di salah satu ikatan mahasiswa di jawa tengah. Lemah lembut, bahasanya halus, ngalah juga sabar begitu lah orangnya, lebih banyak berbuat dari pada berbicara. Lebih banyak melayani dari pada dilayani, tak banyak pula yang memperhatikan dia yah karena orangnya memang lebih banyak diamnya. Hidup di dunianya sendiri, depan laptopnya entah mengotak atik apa, tentunya yang berkaitan dengan jejaring sosial juga wilayah koneksi teghnologi informatika. Belakangan ku ketahui bahwa saat itu dialah penanggung jawab masalah dokumentasi dan publikasi yang berkaitan dengan teknologi informasi, jelas saja karena dialah sang pemilik sosial media di ikatan mahasiswa se jawa tengah itu. Luar biasa pula produk-produk buatan hasil buah pikirnya. Tak sedikit pula pujian menghampiri dirinya, bahkan kalau ada kesempatan, standing aplaus menghujaninya.
Awalnya komunikasi kami ya seperlunya saja karena tak banyak peran yang mengharuskan ku untuk berhubungan langsung dengan orang ini. Paling-paling juga minta tolong benerin,konekin printer dengan laptop yang ada di ruangan ku. Ah iya jadi ingat ngomongin soal ruangan, aku dan tim ku ada di divisi kesekretariatan sehingga membutuhkan ruangan khusus untuk melaksanakan tugas ku dan timku. Nah saat itu ada 2 ruangan bersebelahan dan yang satu sudah menjadi hak milik divisi publikasi yang dinakhodai olehnya dan ruangan yang satunya kosong sehingga aku dan tim ku Nang klaim bahwa itu akan menjadi ruangan kesekretariatan. Sudah tertata rapi namun penanggung jawab tim tidak menghendaki ruangan itu dari situ alhasih bertukarlah tempat dengan ruang publikasi haha dari sini lah awal percekcokan konyol antara 2 tim yang akan menjadi bahan ledekan selama event berlangsung hingga beberapa lama setelah event itu, karena yang satunya gag rela dan satunya tukang klaim yakni aku dan temanku tentunya maka kami pun saling berkunjung ah, lebih tepatnya  2 ruangan itu jadi milik bersama dan mereka juga dia bebas keluar masuk dengan nyamannya ada di ruangan ku. Kita jadi akrab bercanda dll. Masih sangat ku ingat saat sprinter eror atau laptopnya yang eror maka otomatis mulutku berteriak “mas.....printer atau mas....laptop atau mas....ini kok gag bisa atau mas....ini gimana” karena aku memang gapteg ya hahha jadi begitulah maka terkesan manja juga ada ckckckc .
Kita akrab maksudku aku dan dia, beberapa kejadian yang otomatis membuat kita sering komunikasi, hingga sampai pada cerita ada jas almamater nempel di badanku saat tidur, entah siapa pelakunya yang pasti sang pemilik dengan sengaja menyelimutkan pada ku. Walaupun aku tak merasakan langsung manfaatnya tapi terima kasih banyak atas perhatiannya. Haissh  kayak penutup surat saja hahaha
Dari sana aku sudah mulai curiga sebenarnya apa yang terjadi tapi aku berusaha menutup mata, biarkan waktu  yang bicara sendiri hihi.
Pena itu, jalan jalan itu, permintaan untuk duduk bareng,, jaket yang wangi parfum kemudian terpaksa ku cuci lagi karena gag tahan dengan wangi parfum yang menyengat, hafalnya jadwalku, pertanyaan pertanyaan yang konsisten, permintaan untuk masuk dpd, datang saat aku ujian skripsi, ah...semua itu kamu lakukan.
Yang awalnya aku biasa saja dan tak pernah perdulikanmu dengan seksama sampai pada aku selalu mencarimu di semua situasiku, sampai aku dengan entengnya bercerita banyak tentang ku, tentang semuanya, aku yang terkesan tak pernah perduli tentang perasaannya, aku yang dengan entengnya meminta ini dan itu padanya, aku yang pada akhirnya manja dihadapannya.
Hingga sekarang dia benar benar cuek, aku juga heran bagaimana bisa dia melakukan hal itu dengan orang yang dia suka, benar benar tak menanggapi apapun yang ku usahakan. Ah berubah jadi gunung es, dingin....
Aku yang sekarang selalu mencarinya untuk berbagi cerita, entah lah aku mulai suka bercerita banyak hal dan rasanya selalu ingin ku bagi dengan nya, hanya saja aku tak tau caranya, aku malu jika nanti dikira wanita yang tak punya harga diri masih saja berkomunikasi padahal sudah tidak diperdulikan lagi. Pernah aku sangat merindukannya, hingga mungkin aku menjadi aneh. Pernah juga rasanya aku putus asa dan ingin menangis dihadapannya, pernah pula aku ingin menyusulnya ke kota dimana dia tinggal, hingga berfikir untuk menghubungi keluarganya. Pernah berharap bahwa dia lah orang yang akan membawaku serta menyelamatkan ku dari cerita perjodohan itu, sampai pada aku benar benar menyerah untuk bisa berkomunikasi apa lagi bertemu dengan nya, dan pernah pula aku merasa sangat cemburu dengan wanita wanita yang ia sebut namanya di sosial media juga foto foto nya, bahkan sampai memimpikannya.
Ketika ku ulang kembali putaran gambar video tentangnya maka akan kudapati bahwa dia selalu ada saat aku dalam kesulitan ya kecuali kesulitan yang mengharuskannya ada di sampingku, namun esensinya dia memang selalu ada, dia selalu faham maksud dan inginku dengan sedikit kode saja dari sinilah aku mulai suka bermanja dengannya.
Hay..... orang ini dimanakah kamu sekarang??
Sangat sering mengilang dan lama namun jika sekali saja muncul maka semua terasa manis. ah aku tak tau bagaimana orang ini. Aku juga bingung dengan perasaanku, seringnya di tinggal dan tak diperdulikan membuat ku tak bisa menebak juga menempatkan posisiku untuknya.
Kadang aku berpikir menyerah saja dan pergi toh dia juga tidak jelas buat ku, dia juga tidak cukup berani mengambil sikap dan memperjuangkan ku berada di sisinya. Jika sudah begini rasanya dia sama saja dengan laki-laki lainnya yang hanya mampir dalam hidupku dan menyapaku kemudian setelah tahu aku dia pergi dengan kepengecutannya untuk membawaku dan memperjuangkan ku berada di sisinya. Datang jika butuh dan kemudian pergi begitu saja, menghilang seolah tak perduli seolah aku bukan siapa siapa.
Ah....iya mana boleh aku marah, aku siapa? Manusia tak berdaya untuk bisa marah, memangnya mau marah sama tuhan? Keadaan? Takdir?
Karena yang terjadi sekarang adalah akibat perbuatanku dimasa lalu maka ini adalah salahku, iya kan profesor medkom ikatan mahasiswa?
Aku sekarang sudah di sini di ikatan mahasiswa ini seperti yang kamu minta juga karena aku tak mau berhenti untuk menjadi manfaat, aku hanya ingin 1 saja menagih janjimu untuk menemaniku berada di ikatan mahasiswa ini. lalu jika kamu penuhi ataupun tidak terserahmu, aku sudah menyerah untuk meminta jika hanya sebentar dan kamu kembali menghilang.
Hanya satu yang ku mengerti bahwa hangat mu ternyata sama semunya profesor medkom ikatan mahasiswa.


Sabtu, 16 Mei 2015

03.00 am

Kalau dulu jam segini sudah sangat akrab bagiku untuk selalu membuka mata, entah karena diri ku sendiri atau teringat nasihat para guruku. kata beliau ini lah waktu keramat. haaaa keramat? kayak apa ajah, ralat yaa karena pada waktu ini Allah turun ke bumi beserta para malaikat untuk mengabulkan permohonan, untuk memberikan pengampunan, untuk memberikan ketenangan kepada hambanya, apalagi hingga meneteskan air mata.

namun seiring berjalannya waktu hinnga aku disini oleh ruang dan waktu, jam itu menyadi jam ternyamanku untuk memejamkan mata, rasanya sungguh nyaman dan sayang untuk melewatkan jam ini dengan beraktifitas walaupun hanya mungkin paling tidak 2 rakaat saja. Banyak alasan berputar dalam otak untuk melewatkan ini, yaa seperti: ini hanya sunnah lah, capek lah karena kegiatan padat dikala matahari terjaga, atau lembur tugas sehinnga tidur pun baru 1 jam yang lalu, padahal hati dan otak sadar betul jam ini sangat luar biasa. 

Ah.....dasar iin yang nakal, bahkan pernah dengan sengaja tidak mau melakukannya.
Marah, kecewa dan kebencian menumpuk. Mana ada manusia bodoh yang marah terhadap tuhannya karena merasa takdir tuhan selalu tidak pernah berpihak kalau tidak iin. hah...apa juga maunya ini?? hingga zombie pun lahir dan menjadi iin si zombie.

Orang tersayang berkata, "mbak'e saja yang jauh dan tidak menyadari Rahmad Allah" menjadi tamparan yang sadis buatku. Padahal aku dulu idola entah karena aku disebut zuhud lah, sholihah lah yang selalu membuatku malu dengan diri sendiri juga Allah.

Kini jam ini menjadi milikku lagi, entah begitu saja secara otomatis ketika ia tiba, mata ini langsung terjaga meski jam berapapun aku memulai untuk tidur. Yang ku tau aku harus berterima kasih pada orang luar biasa itu yang melalui kebiasaanya aku belajar. Jam berapapun ia tidur, secapek apapun kegiatannya, sesulit apapun kondisinya, selonggar apapun keadaannya, bagaimanapun suasana hatinya, dia pasti bangun dan membangunkanku, meskipun awalnya aku hanya mematikan phonecell ku atau hanya ku jawab "iya" dan aku kembali lagi tidur, bangun lagi saat subuh tiba sampai dia selalu ngomel aku susah bangun lah, aku malas lah, banyak sms yang masuk dengan kata  "bangun dan subuh" tak perduli itu jam berapa pun, nasihat banyak kalimat lah ah.....hingga aku malu terhadap diriku yang sunnguh keras kepala, padahal ini untuk kebaikanku sekarang maupun nanti.

Kini jam itu sudah menjadi milikku, hinnga waktu fajar adalah waktu yang paling ku tunggu, waktu paling indah buatku, karena jam itu aku bisa bertemu TUhanku dengan hikmat, bercerita panjang lebar, menangis, tersenyum penuh syukur, juga aku dapat berbincang dengan mu walaupun satu sampai tiga, empat kalimat saja paling banyak. tapi tak masalah aku tetap bahagia dengan waktu itu.

Kini satu kebahagiaanku berkurang saat fajar yaitu berbincang denganmu namun sungguh aku harus berterima kasih kepadamu karena kamu mengembalikan jam 03.00 kepadaku untuk RAbb ku.
terima kasih Allah telah Engkau pertemukan aku dengan dia, terima kasih pula karena kamu mendekatkan lagi aku dengan Allah ku

# Allah aku memintanya kepadaMU serta mengembalikannya kepadaMU~**
#zzzzZZzzzzzz

Rabu, 08 April 2015

zombie here waiting you

selamat yang menuju puncak garuda malam ini
sungguh beruntung perjalananmu ditemani bintang yang bersinar
bak penyambutas atas petualanganmu kali ini
seraya berkata marhaban, welcome di tempat luar biasa
bayarlah kelelahanmu kemarin
tuntaskan mimpimu
nikmati indahnya bumi Allah
puncak menunggu untuk kau tempelkan sujudmu

hay sang hero,,,
jangan menyerah
tataplah langit
kuasai gundukan tanah ini

dan kembalilah dengan senyum damai mu
temuilah aku serta ceritakan keindahan itu
kemudian lanjutkan perjalananmu

i am zombie here waiting you

~Instruktur sang cheft perkaderan




Bagian penting dari kelangsunga sebuah organisasi adalah adanya regenerasi, ah kurasa bukan hanya pada organisasi saja, disetiap lembar kehidupan juga sangat penting dan dibutuhkan regenerasi . karena tidak mungkin orang yang sama untuk menjalankannya, tidak ada tajdid yang tercipta, namun ketia regenerasi itu ada diharapkan adanya juga re-tajdid atau apalah bahasanya itu.
Sebuah regenerasi itu tercipta tidak dengan serta merta ada begitu saja, adanya usaha keras untuk menciptakan suasanya atau keadaan tersebut, apalagi untuk menciptakan pola regenerasi yang kuat dengan formulasi yang tepat hingga sebuah regenerasi ini bisa menjadi ajang untuk mencapai perbaikan yang lebih dan lebih
Beberapa organisasi menyebut regenerasi dengan perkaderan, menurut kamus besat bahasa Indonesia yang berasal dari kata kader artinya adalah orang yang diharapkan akan memegang pekerjaan penting di pemerintahan, partai, organisasi dsb. Sedangkan perkaderan adalah proses untuk menjadikan orang tersebut kader. Berarti jelas bahwa perkaderan juga bisa dugunaakan untuk regenerasi personel dalam sebuah organisasi. Sudah dikatakan diatas bahwa dibutuhkan banyak formulasi untu menciptakan perkaderan menjadi baik untuk menhasilkan kader yang luar biasa pula. Banyak waktu diluangkan untuk memikirkan dan menemukan formulasi yang tepat untuk keberhasilan dalam sebuah perkaderan,.
Ikatan mahasiswa muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom dari muhammadiya. Seperti halnya organisasi lainnya, organisasi ini yang kemudian akan seterusnya disebut ikatan juga membutuhkan regenerasi atau perkaderan demi kelangsungan ikatan. Bahkan untuk menciptakan kader serta melakukan perkaderan ada bidang sendiri yang membawahi ini, perkaderan diangggap menjadi bagian penting dalam sebuah ikatan sehingga mau tidak mau harus ada bidang sendiri untuk mengurusi ini, ya meskipun pengkaderan merupakan tanggng jawab bersama namun dibutuhkan beberapa orang yang dengan segenap pikirannya mencurahkan untuk membuat formulasi yang tepat.
Perkaderan dalam sebuah ikatan tidak hanya digunakan untuk merekrut anggota saja namun lebih dari itu, penanaman ideology yang menjadi dasar dalam sebuah ikatan pelu dikenalkan dan difahamkan sejak awal, sejak proses perkaderan dimulai. Ini lah yang kemudian penting untuk dilakukan.
Proses perkaderan dalam ikatan ini tidak dilakukan dengan sembarangan, hanya orang orang tertentu saja yang akan mengemban tugas mulia ini. Dimulai dari pendidikan khusus yang mengajarkan untuk menjadi seorang sebut saja pendidik dalam perkaderan.
Instruktur, yah dalam ikatan ini yag bertugas melaksanakan pengkaderan adalah instruktur. Siapa saja berha dan bisa menjadi instruktur namun jika bisa memenuhi syarat dan aturan yang sudah disahkan an disepakati dalam ikatan ini, dimulai harus mengikuti perkaderan dasar yang menjadi tempat awal dimana akan difahamkan dengan ideologo ikatan, kkemudian mengikuti pelatihan khusus untuk menjadikan instruktur, ada 3 jenjang yang bisa diikuti dan setiap jenjang mempunyai batas tugas dan fungsinya masing masing
Seorang senior instruktr mengatakan bahwa instruktur merupakan kitab suci ikatan artinya bahwa intrukturlah yang menjadi pedoman dalam sebuah pengkaderan ikatan, baik tidaknnya seorang kader tergantung bagaimana instruktur mendidiknya, formula apa yang digunakan.
Kalau boleh dianalogikan seperti orang yang membuat brownish atau cake apapun lah. Untuk menjadi sebuah cake dibutuhkan berbagai macam bahan dari berbagai macam bentuk dan fungsinya. Ada telur untuk membuat adonan mengikat, terigu agar ikatan makin kuat, gula membuat manis adonan, sp sebagai pengembang, mentega memberikan rasa gurih juga agar tidak lengket kemana mana, kemudian di mix menjadi satu adonan yang senada kemudian tinggal member toping atau bahan pelengkap lain agar Nampak lebih indah, kemudian tinggal dikukus atau dipanggang agar bisa menjadi matang serta siap di hidangkan sentuhan akhir adalar garnis agar Nampak lebih elegan lagi.
Dibutuhkan teknis khusus agar cake yang dibuat menjadi sempurna, setelah berhasil menjai cake yang lezat dan  indah bahagianya luar biasa.
Begitu juga dalam perkaderan, dibutuh kan formula khusus dan teknik khusus karena kader yang akan di bentuk berbagai macam karakter dan background sebelumnya, keunikan masing masing kader yang dibawa juga menjadikan fungsinya masing masing seperti halnya berbagai macam bahan pembuat cake tersebut. Kenali dan fahami potensi masing masing setiap individu kemudian mulailah dikeola dan di mix kan dengan  yang lain sehingga dapat bersatu menjadi bagian dari ikatan, diproses ditanamkan ideology, difahamkan. Hingga dari sebuah prosesperkaderan tersebut membuahkan suatu pemikiran atau kader yang siap melanjutkan tugas selanjutnya sebagai bagian dari regenerasi. Namun sebelum dilepaskan untuk melanjutkan perjuangan perlu dimatangkan dahulu tentang tugas dan fungsi serta idologi dan kecintaan terhadap ikatan jangn sampai kader  yang sudah kita bentuk ini sembarangan dalam tingkahnya, yang akan menjadi cerminan dari sebuah ikatan. Pematangan ini bisa berupa penambahan toping dan rasa artinya bahwa mereka dibekali sekali lagi untuk siap sempurna menerima amanah dan melanjutkan perjuangan berikutnya.
Ketika sudah berhasil bahagia lluar biasa  sang instruktur melihat kadernya yang begitu hebat bahkan bias saja melampaui kehebatan intruktur.
Ah instruktur betapa pentingnya kehadiran dalam sebuah kelangsungan perjuangan ikatan.
Jangan menyerah hay sang instruktur, karena perjuangan itu abadi tiada henti. Teruslah ciptakan kader kader luar biasa untuk ikatan tercinta.
Jangan perdulikan orang lain yang mereka berebut posisi. Karena sesungguhnya hakekat mu adalah yang terpenting.

Mojokerto, 6 April 2015
My beloved room
Buichan naga

aku dan rinduku ~4 orang



Hay….
Aku kangen kalian, 




Dulu… kita sering melakukan :

Makan bareng
Masak bareng
Jalan jalan bareng
Ngoreksi soalnya si sleepyman bareng
Galau bareng
Melakukan banyak hal buat imm bareng
Merencanakan banyak hal
Berangan angan banyak hal
Sampai pada berpetualang bareng ke puncak merbabu
Sedangkan aku dan sleepyman gag sampai puncak



Ah…kalimat
-  
        Mbak in..usuk usuk, mbak in  kemudian peluk
Hahaha itu siapa?
-          Mbak in sambil plengah plengeh ekspresi khas dari wajahmu
-          Kak, sini….suratnya ini salah,..!
-          In, prokermu gimana???

Sekarang tak pernahh aku mendengarnya lagi, afni sudah punya hidup sendiri bersama arif. Sudah jarang kita mengahbiskan waktu bertiga, makan bertiga, melakukan hal bodoh ke jogja makan makanna mahal hahah ingat kah?

Apalagi si sleepyman, kita mah udah jauh sama dia..
Masih ingatkah kalian saat kita menjelajahi merbabu ada perjalanan kemana selanjutnya? Lawu gaes… tapi malah aku sendiri yang pergi kesana

Afni… aku kangen menghabiskan waktu bersama mu
Arif, afni kapan kita makan bareng lagi? Naik kereta lagi? Jalan jalan lagi





Sleepyman, afni, arif kapan kita menjelajah gunung lagi? Kapan kita makan bareng lagi, kapan kita menghabiskan waktu lagi

Arif…afni,,,, semoga kalian langgeng sampai membuahkan kader biologis untuk ikatan kita yaa heheh
Terima kasih banyak atas banyak hal yang kalian lakukan untukku

Sleepyman…. Cepatlah sadar… dan  penuhi janji janji mu

Kalian semua ingatlah aku kelak, karena aku akan selalu mengingat kalian.

love you

Selasa, 31 Maret 2015

celoteh akhir maret

"Allah aku memintanya kepada MU
rangkaian pengharapan
sengaja ku ukirkan dalam setiap kesempatan


tak perduli dikala doa itu terucap
goresan tangan pada benda apapun yang ku temui
bahkan ketikan huruf huruf pada sosmed yang ku punya


dengan sengaja ku munculkan
berharap ada wujud nyata
sebagai follow up dari pengharapan

dan memang untuk kali ini sedikit intervensi
ah... Allah ampuni aku
dosa besar telah mengintervensi doaku ini
tak ingin lagi putus pengharapanku

kali ini memang aku memaksa
aku hanya ingin berusaha
lagi dan lagi
untuk terakhir kali

kusadari
aku mungkin tak pantas
untuknya yang terlalu hebat

tapi kali ini...

aku ingin hidup bahagia
seperti yang lain terdahulu

Allah.....
aku mohon ingin ku bersamanya
dia yang perkasa
yang memenangkan gelapnya
mengusir kekalutan
dan memberikan cahaya

Allah....
aku memohon....
semua cita dan harapan
tergambar bersamanya

Allah...
bukan sekali lagi
tapi
seterusnya
tak kan pernah menyeraah
doa doaku
pengharapanku
aku memintanya
Hanya padaMU Allah...

dia kepunyaanMU
aku memintanya kepada MU

ku mohon....


~nuzami

surakarta yang mempertemukan
hargodumilah yang  mengukirkan

23.00
310315