Senin, 27 Juni 2016

tuhan...aku menyerah

Berkalli kali ku katakan Tuhan aku menyerah  dengan hati dan pola yang begini, lelah aku yang berusaha sekali lagi untuk menjemput jodoh namun nyatanya harus patah dan patah entah itu karena orang lain atau aku sendiri yang salah melangkah.
Berkali kali aku jatuh dan remuk dengan cerita begini yang  berputar tiada henti dengan pola sama, adalah patah.
Pernah ku berusaha dengan logika namun hancur
Pernah pula ku berusaha dengan perasaan namun remuk
Pernah pula ku berusaha dengan main main namun aku yang kalah dan patah
Pernah juga ku berusaha dengan orang lain namun sia sia
Pernah juga ku berusaha dengan logika dan doa namun sama patah, kalah hancur
Kali ini entah hasilnya apa..... doa doa telah banyak ku bisikkan dari hati yang paling hancur sampai pada tempat tempat mustajabah milikmu Tuhan
Naluri manusiaku, wanita lemah yang hampir menenggelamkan dan menyerah berbisik lirih untuk bangkit sekali lagi
Namun jika kali ini pun kalah ku mohon Tuhan... aku ingin Bahagia seperti yang lain.
Ijinkan aku bahagia.

Jumat, 13 Mei 2016

doaku lek

percakapan semalam
membuatku kembali berfikir apakah kali ini aku mundur saja? namun jika benar terjadi bagaimana bisa aku selanjutnya bangkit lagi.
maka ku putuskan merubah kalimat doaku
" Allah yang Maha membolak balikkan hati, yang maha lembut, yang maha penyayang, yang maha mendengar, Engkau sang sutradara handal mudahan lah tujuannya dan jadikanlah aku menjadi salah satu tujuannya, Allah aku meminta lek kepada Mu. amin..."
aku ingin meletakkan cita cita
juga tujuan
 namun aku harus mengubah paradikma bahwa wanita harus berpendidikan tinggi juga tujuan, bukan untuk dirinya namun untuk orang tua dan juga keluarganya, suami tercinta serta anak yang menjadi agen perubahan.



lek

Muhammad fadli robi
Aku tak begitu kenal orang ini
Siapa dia sebenarnya
Bagaimana dia sebenarnya

Fadli yang ku tau adalah nama itu yang selalu ku sebut dalam doa
Berharap keajaiban itu ada padanya

jatuh, sepi, sendiri


Kata lelah mungkin salah satu pilihan yang tepat untuk ku jadikan kunci dalam kehidupan cintaku. Fase yang sama terus berulang tanpa ada ujung.
Sendiri dan kesepian.
Mungkin benar aku punyaa banyak sekali teman, dimanapun seluruh indonesia hampir aku punya teman di sana
 Laki laki maupun perempuan.
Tapi entahlah aku masih merasa sendiri dan sepi.

Kata orang aku ceria cerewet
Namun percayalah itu hanya kamuflase
copingku saja untuk tidak terlihat serapuh itu
Untuk menjaga agar aku tetap eksis.
Lagi – lagi nyatanya aku hanyut dalam sepi
Bersorak dalam kesendirian.

Lelah berkali aku bangkit dan mencari keramaian
Nyatanya tetap saja aku masih terjebak dan terhimpit dalam kesunyian
Terbelenggu dalam kesendirian
Alhamdulillah Allah masih sayang kepada ku
Kalau tidak, mungkin aku sudah gila bertemankan kesepian.
Kisah cinta yang berkali kali hanya sebuah oase saja
Indah menyegarkan namun nyatanya gersang dan kering
Ramai dan menawarkan kenyamanan nyatanya pelukannya tetap sepi
Rasanya aku ingin menyudahi dan tak pernah berharap atas nama cinta
Kenyataannya nurani berteriak bahwa aku manusia yang tunduk pada kodrat
Wanita tua yang butuh sandaran yang juga manusia
Teman berbagi dan berjalan

Sampai hari ini sebenarya masih ada api pengharapan
Untuk mengusir sendiri dan kesepian
Namun yang paling tidak bisa
Tidak pernah sanggup adalah
Aku harus terjatuh lagi, gagal dan hancur
Menangis, meratap dan gundah

Sungguh tak sanggup jatuh lagi.

Buzomb~ 12 mei 2016
My room really room