hymm....
tiba tiba percakapan itu menjadi serius
membicarakan rasa
dari cerita masa kuliah
awal jumpa
tak ada sama sekali mempesona
jutek
dingin
serasa ngomong sama patung es
membisu
terlihat garang
siapa pula yang berani?
ku rasa hanya si panji mungkin
aku...yang terlihat gagah
nyatanya tak bernyali
mau memulai dengan bahasa intelektual
otak ku masih bebal
mau bicara tuhan
ah.. aku belum cukup iman
biarkan saja semua berjalan
Yang Maha Sutradara Handal
semua dalam gengggaman
toh nyatanya menjadi persahabatan
dari mulai menjelajah temaram
mencoba berbagi rasa
bertukar kisah
saling menunjukkan wacana
banyak belajar darinya
cukup bangga
aku... adalah salah satu dari kisahnya
dari mulai tetangga asrama
hingga sang murid tercinta
menemani sampai sumpah
yang konon sumpa terdahsyat
bahkan menggetarkan Asry Nya
berkaca kaca
bahagia
akhirnya...
kata orang perjuangan tak pernah berkhianat pada hasillnya
selamat datang, semoga sakinah mawadah warahmah
lucu sih tapi nyata
hey...
mungkin gantian
nanti kamu yang mengantarkan ku bahagia
menjadi saksi pula atas sumpah
saat genggaman tanggung jawab berpindah
jangan pernah lelah
berikan nasihat dan hikmah
diantara kita
nanti... kalau kamu di syurga
cari aku ya
kalaupun tak ada
mintakan pada Rabb ku yang juga Rabb mu
panggil aku ke syurga
mojokerto, 8 Maret 2020
12.10 Am
Jumat, 13 Maret 2020
Kamis, 13 Februari 2020
~Pertemuan~
Kak!
Kudengar ada yang memanggil ku, tapi ku birkan lalu begitu saja karena pikirku
tak mungkin ada yang memanggil ku di tempat ini, kampus 2 dan perpustakaan
bukan tempat biasa teman teman ku nongkrong atau sekedar berkumpul untuk mengerjakan tugas kuliah, ,mereka lebih memilih kumpul di
rumah siapa atau kos siapa. Sore sore begini memang selalu menyenangan berada
di kampus 2 dan perpustakaan, tak banyak orang, adem, karena jam segini kelas sudah
banyak selesai hanya tinggal kelas pengganti, atau mahasiswa teknik yang
tugasnya seabrek, mungkin hanya beberapa mahasiswa yang menyukai membaca dan
perpustakaan, suasana yang seperti ini cocok untuk ku menghabiskan sisa hari
sebelum pulang dan memulai kelas malam.
Kak! suara itu memanggilku lagi, ku putuskan
untuk menoleh dan melihat siapa.
Ternyata
sosok laki laki lebih tinggi dari ku, celana jins panjang longgar dengan saku
besar pada kanan kiri nya, jaket biru khas fashion anak tahun 90 an yang
sebenarnya jarang ku temui di kampus, memakai tas selempang sebesar map ukuran
folio. Berjalan ke arahku dengan sedikit berlari, entah apa yang membuatnya
terlihat terburu buru seolah sedang mengejarku. Setelah agak dekat kujawab
panggilannya “iya? Kamu memanggilku?” karena aku tak begitu familiar dengan
wajah dan postur tubuhnya.
“hay
kak! Aku pik partner kamu satu bidang” sambil menjulurkan tangan seolah mengajak berjabat tangan dia menjawab
pertanyaan ku dan sedikit memperkenalkna dirinya. Sepersekian detik aku
mengaduk ngaduk memoriku tentang laki laki ini sedikit agak lama ku
menemukannya “eymm oh iya, kamu yang ketua bidang ku itu kan? Maaf aku belum
tau kamu yang mana” dengan ekspresi nyengir ku jawab dan menelangkupkan kedua
telapak tangan “maaf begini saja ya salamannya” karena memang aku membatasi
untuk bersentuhan dengan laki laki. “iya tak apa” jawabnya “ aku sebenarnya
sudah pernah bertemu dengan mu beberapa kali” sambungnya “ oh iya? Hehe maaf ya
aku orang nya tidak mudah menghafal orang apa lagi jika bertemunya taka da
obrolan yang Panjang atau hanya sekedar berkenalan” aku langsung menyahut
dengan nada yang kaget “ haha tak apa, santai…aku mengerti” jawabnya sambal
tertawa solah dia sudah biasa dengan situasi seperti ini.
Aku
memang anak baru beberapa bulan berada di organisasi itu dan sudah mendapat
amanah seperti merekan yang sudah berada di 2 tahun, entah pantas atau tidak yang ku
dapatkan ini entah disebut keberuntungan atau sebuah amanah yang keren atau
sebuah beban yang berat. “kamu punya waktu sore ini kak? Aku ingin ngobrol denagnmu
” kaliamatnya membuyarkan sedikit lamunanku, “eh.. eh iya, ada, mau ngobrolin
apa?” sedikit tergagap ku sahut pertanyaannya dan dengan cepat ku buat seolah
aku biasa saja menghadapi laki-laki ini yang jujur saja mengagetkan ku dengan
tampang dan gayanya bersama segudang pertanyaan besar bergelantungan di
kepalaku. “begini, kita kan partner dibidang yang sama, dan kita sudah harus
mulai menyusun program kerja dan persiapan pelantikan nanti” jelasnya “ sebentar, sebelum kesana aku masih penasaran
deh, kalian ini bisa tau aku dari mana? Dan kenapa milih aku sebagai partner
dibidang ini? Secara aku masih baru,lagi pula aku juga enggak tau apa-apa soal
organisasi ini dan masih belajar”. Sambil jalan perlahan dan cari tempat untuk
bisa ngobrol enak aku mulai dengan meminta penjelasan, “eh mas, duduk disana
aja yuk biar enak ngobrolnya” aku nunjuk sebuah anak tangga yang lebar dan
teduh tepat dibawah pohon yang rindang agar sinar matahari sore tidak begitu
terasa karena tertutup oleh pohon, areal perpustakaan ini memang banyak pohon
yang rindang sehingga tidak salah kalau dijadikan tempat ngumpul para mahasiswa
untuk sekedar ngobrol sore atau kajian kajian kecil. “ boleh” sahutnya kami duduk
berhadapan dan dia mulai menjelaskan “oh itu? Kenapa?”, “ enggak sih cuma
binggung aja” jawabku “sebenarnya aku sudah tau kamu dari awal kamu masuk
kampus ini, dan aku tau kamu dari teman sekamar ku,eymm aku sih yang nanya dan
dia cerita tentang mu, background organisasi mu, makanya aku milih kamu jadi
partner ku karena pikirku kamu bakalan cocok ada di bidang ini” jelasnya “heymm
tapi kan organisasi sebelumnya ranah gerakannya berbeda ya walaupun keduanya
lahir dari induk organisasi yang sama, dan aku juga belum tau apa apa lho”
tambah ku “ tak apalah kak nanti kita sama sama belajar” dia mencoba
menyakinkan ku “baiklah I’ll try,” jawabku sambil kuimbuhkan senyum optimis dan
dia pun membalas senyum ku seolah berkata yes. “baiklah kalau begitu kita mulai
dari mana pembahasannya?” aku mulai meminta segera membahasnya “jadi, tugas
kita adalah menyusun program kerja bidang ini dilingkupan internal dan
eksternal, nah nanti kita bagi siapa di internal dan siapa di eksternal. Aku
sudah buat draft beberapa proker atau program kerja formalitas dan ritualitas yang ada di bidang
kita dari tahun ke tahun. Nanti menurutmu mau ditambahin atau dikurangin,
terserah kita diskusi saja” begitu penjelasannya yang entah kenapa tiba tiba
dia terlihhat keren saat menjelaskan itu, sambil mengeluarkan laptop dari tas
oldiesnya. ya sih tampilannya memang tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang
modis layaknya idola para gadis tapi lebih ke yang anak gaul berantakan tapi
masih good looking lah. Dinyalakannya laptop, diposisikan sedikit dimiring
sehingga kami berdua bisa melihat dengan jelas, hymm benar seperti dugaanku
pria ini memang tampilan luar berantakan tapi rapi didalam. Terlihat dari
bagaimana tata letak file di laptopnya, tersusun rapih perjudul, pertopik, dan
ah aku suka pengaturannya. Pik mulai menjelaskan satu persatu proker yang ia
perlihatkan, aku menyimak dengan seksama penjelasannya, mulai mencoba memahami
setiap detail penjelasanya dan ternyata banyak hal baru yang kudapatkan. “ eh
tunggu deh mas pik, segini banyaknya itu dikerjakan dalam setahun? Apa enggak
padet nantinya? Trus dengan bidang yang lain gimana?” dengan keluguan aku
bertanya “makanya itu kita perlu diskusiin ini berdua mana prioritas dan mana
yang kalau tidak bisa kekejar untuk dikerjakan tidak akan pengaruh apa apa” dia
mulai menjelaskan lagi panjang lebar, kami berdiskusi panjang saling bertukar
ide dan gagasan, sampai tak terasa sekitar mulai sepi, satu persatu mahasiswa
yang tadinya banyak mulai menghilang, disebelah barat langit juga sudah mulai
terlihat memerah dan kami tersadarkan oleh suara tilawah dari masjid kampus
yang menandakan bahwa waktu maghrib akan segera tiba. “ eh mas, kayaknya udah
mau maghrib nih dan aku harus segera balik, ada kelas sehabis sholat maghrib
lagi pula jamaah sholat maghribku wajib dan diabsen kayak anak TK gitu hehe”
aku kasih kode bahwa aku harus segera balik “ eh iya kak, sorry enggak kerasa
udah mau maghrib gini, tapi ini kan belum selesai, kalau besok kamu ada waktu?
Karena lusa kita mulai rapat besar di secretariat” tambahnya “ iya mas, boleh,
jam nya seperti hari ini saja ya, tempat juga disini, gimana?” tawarku “ iyaa
siap,,, aku besok seharian kosong enggak ada kuliah” dia meng iyakan tawaran ku
dan aku hanya menjawab dengan senyum sambil mengacungkan jempol. Setelah
berberes kami berjalan bersama untuk pulang, “ oh iya kak, kamu pulang naik
apa?” pertanyaannya memecahkan keheningan diantara kami saat berjalan menuju
pulang, “jalan kaki mas” jawabku “serius? Ku antar saja ya? Jauh lho, aku bawa
motor kok” sedikit kaget dengan tawarannya, karena ku kira dia tidak bisa
boncengan dengan wanita, secara yang ku tau dia tinggal di salah satu pondok
kampus kami. “hehe, enggak usah mas, aku jalan kaki saja, udah biasa kok”
sambil sedikit nyengir aku berusaha menolak dengan halus, berharap dia juga
tidak tersinggung dengan penolakan ku “ baiklah, ini sudah sampai parkiran. Aku
pulang dulu kalau gitu ya, kamu hati hati dijalan kak!” sambungnya “okay,
Assalamu’alaikum, sampai bertemu besok mas.” Jawab ku mengakhiri pertemuan
kami. Aku meneruskan perjalanan pulang, dalam hati, semoga laki laki ini bisa
menjadi teman diskusi, dan semoga nanti aku bisa cocok berpartner dengan nya.
Baik juga sih orang ini, sambil senyum senyum aku mengingat kembali diskusi
kami tadi, dan tak terasa aku sudah sampai kamar.
Senin, 16 September 2019
Dari Sms Mu Di 31 Mei 2014
Karena
aku Cuma bisa berbicara melalui kertas, berharap ada lembar jawaban meskipun
transparan mungkin akan sedikit menenangkan karena kegamangan ak
sanggupkusimpan sendiri, bolehkan aku berbagi dengan coretan yang kata orang
tak bisa terbaca, hahaha biarlah..biarlah hanya aku yang bisa membacanya.
Berharap
kertas ini yang bisa menerangkan tentng cinta, bukan bermakna bahwa cinta itu
berada diatas kertas.
Karena
cinta itu getaran yang bisa jadi sama bisa jadi tak sama, atau hanya ada 1 dan
tak berpola dengan irama indah yang banyak dicari.
Namun...kala
getran itu tak ada maka tak perlu lah untuk kemudian dipaksa, akan hancur
jalinan yang sudah ada, rusak atau bahkan tak bergetar sama sekali.
Cinta
juga tak perlu dicarii karena cinta itu pnya kecerdasan yang luar biasa, cinta
itu bisa menemukan jawabannya, dialah hasil akhir dari sebuah pencarian cinta.
Orang yang luar biasa yang mamu mencintai dan dicintai, mereka akan bahagia
ditengah cinta.
By Buichan
Jum’at 6 juni 2014
09.55 pm
Rabu, 11 September 2019
episode mu
hey apa yang terjadi padamu?
kenapa masih ada yang memar didadamu?
tidakkah ini sudah begitu lamanya?
satu bulan lebih tidakkah cukup?
begitu beratkah apa yang terjadi kemarin?
setiap kali orang orang berbicara padamu
setiap kali orang orang menghubungimu
setiap kali ada pesan teks masuk,
terasa sesak dan rasa sakit mencul begitu saja
begitu kata mu
butuh berapa lama lagi rasa sakit ini akan menyelimutimu?
Selasa, 12 Maret 2019
buichan
perempuan kelahiran kabupaten
mojokerto yang mempunyai nama pena buichan naga zombie telah menjadi kader
Muhammadiyah sejak kecil, ketika SMP ia sudah berkecimpung aktif di PCNA kec
Gedeg tempat ia tinggal. Perempuan yang pernah bersekolah di TK Aisyiyah Gedeg
kemudian dilanjutkan SMP MUhammadiyah gedeg, SMA Negeri 1 Gedeg dan Universitas
Muhammadiyah Surakarta yang mengambil jurusan S1 PG-PAUD ini pernah bersama
teman teman Nasyiah mendirikan Play group di cabangnya, dari sinilah kemudian
yang mengantarnya menjadi Guru PAUD hingga pernah menjadi kepala sekolah TK dan
PAUD di kabupaten Boyolalai jawa tengah juga di kota Surabaya.
Kini kiprah perempuan kelahiran 9
juni 1988 ini menjadi bagian dari perjuangan Aisyiyah dibidang kesehatan yakni
mejadi coordinator TB-HIV Care Aisyiyah dikabupaten mojokerto, perempuan yang
hobi membaca dan traveling juga membuat tulisan berpuitis ini bisa di hubungi
melalui beberapa akun media sosialnya fb: bu ikan zombie iin, instagram :
buichan_naga, line : buikan zombie iin, tumblr: buichan_naga atau email: iy_1n@yahoo.com, chanel youtube : buichan iin
silahkan di kunjungi pula, yang berisikan dokumen dokumen video kegiatan
keseharian.
Sebagai kader muhammadiyah
perempuan byang biasa dipanggil iin adalah penyuka coklat dan
kopi ini aktif di berberapa ortom muhammadiyah seperti IPM, Nasyiah, IMM dan
menjadi instruktur di ortom tersebut. Pengalaman pribadi perempuan ini bisa
disimak di blog pribadinya.
m l i p i r
ah.... judul ini gag keren sama sekali, tapi mungkin kata ini yang pas untuk sebuah kejadian kejadian. kata yang berasal dari bahasa jawa yang jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti menghindar dengan cara mengalihkan tujuan dari tujuan semula yang lebih kepada tempat.
sebut saja ia buichan wanita mandiri yang berusia 30 tahun, dan 3 bulan lagi akan berusia 31 tahun.
angka keramat yang tidak lagi disebut sedikit, ini kalau diibaratkan kue nastar mungkin bisa jadi se-toples, atau ibarat coklat siverquen sudah se-kardus haha saking banyaknya, begitu juga bagi buichan, usia yang tanpa disadari sudah begitu banyak, namun serasa singkat, masih saja seperti kemarin baru selesai sekolah dan menjalani hidup di dunia nyata.
buichan wanita usia yang hampir 31 tahun bisa dibilang mandiri, tak pernah tergantung oleh siapapun kecuali teman teman dekatnya, yang bisa dihitung dengan jari tangan. termasuk dengan orang tuanyapun tak begitu banyak tergantung, walaupun kodratnya sebagai anak masih harus tergantung dengan orang tuanya. buichan dalam keadaan apapun berusaha bergantung dengan dirinya sendiri dan Rabbnya. pengalaman buichan lah yang mengajari bahawa wanita harus bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung dengan oarang lain. apapun, kemanapun pasti bisa sendiri, berani, kadang juga nekat hehe
buichan wanita hampir 31 tahun, dimana mungkin teman temannya sudah banyak yang memiliki pasangan dan keluarga kecil, seorang suami atau istri dengan anak anak yang lucu, 1, 2 bahakan 3. teman masa kecilnya, teman sekolah, bahkan teman kuliah.
ah buichan wanita hampir 31 tahun yang masih sendiri, iya dia masih sendiri, single, jomblo. apa yang dia pikirkan, jangan berharap sama seperti orang yang pikirkan tentangnya, diusia lewat seperempat abad belum menikah dan memiliki pasangan, andai orang lain tau tak mudah menjalani hidup seperti buichan dengan pertanyaan horor kapan menikah, dan sejuta pertanyaan lain serupa menhujamnya setiap saat tanpa tau dab bisa diprediksi, lebih seram dari semua film horor yang ada.
buichan yang tak tau siapa jodoh, dan pasangannya kelak, harus siap mau tak mau hantu pertanyaan yang tidak manusiawi itu hadir, menyapa dengan senyum manis dan suara renyah, tak terkecuali datang dari ibunya sendiri.
buichan yang kini kembali ke kota asalnya, bekerja, menjalani hari harinya dengan indah dan harus menyenangkan, kota dengan banyak orang orang mengenalnya juga ia kenal. hingga setiap sudut tempat yang ia datangi tak merasakan aman. kenapa? iya pertanyaannya adalah kenapa, karena buichan harus menhindari semua orang yang ia kenal bahkan teman teman yang dulu akrab, teman geng atau bahkan teman kerja, yang telah lama putus komunikasi.
bukan tanpa alasan buichan menghindar, bukan karena ia pengecut, namun karena ia hanya ingin menyelamatkan hatinya yang sudah hancur tak ingin lebih remuk lagi oleh ulah senyum manis dan suara renyah orang orang yang tak punya hati dengan pertanyaan pertanyaan horor dan bahkan tentang bentuk tubuhnya.
buichan lebih baik berlelah lelah "mlipir" dari pada menghadapi senyum manis dan suara renyah menusuk itu, entahlah kini hatinya mulai rapuh dengan segala suara renyah tentang tubuhnya, juga usianya.
lelah? iya memang lelah dan sangat tak mudah menjalani hari yang buichan jalani, tak banyak wanita kuat menjalani hidup layaknya buichan.
sebut saja ia buichan wanita mandiri yang berusia 30 tahun, dan 3 bulan lagi akan berusia 31 tahun.
angka keramat yang tidak lagi disebut sedikit, ini kalau diibaratkan kue nastar mungkin bisa jadi se-toples, atau ibarat coklat siverquen sudah se-kardus haha saking banyaknya, begitu juga bagi buichan, usia yang tanpa disadari sudah begitu banyak, namun serasa singkat, masih saja seperti kemarin baru selesai sekolah dan menjalani hidup di dunia nyata.
buichan wanita usia yang hampir 31 tahun bisa dibilang mandiri, tak pernah tergantung oleh siapapun kecuali teman teman dekatnya, yang bisa dihitung dengan jari tangan. termasuk dengan orang tuanyapun tak begitu banyak tergantung, walaupun kodratnya sebagai anak masih harus tergantung dengan orang tuanya. buichan dalam keadaan apapun berusaha bergantung dengan dirinya sendiri dan Rabbnya. pengalaman buichan lah yang mengajari bahawa wanita harus bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung dengan oarang lain. apapun, kemanapun pasti bisa sendiri, berani, kadang juga nekat hehe
buichan wanita hampir 31 tahun, dimana mungkin teman temannya sudah banyak yang memiliki pasangan dan keluarga kecil, seorang suami atau istri dengan anak anak yang lucu, 1, 2 bahakan 3. teman masa kecilnya, teman sekolah, bahkan teman kuliah.
ah buichan wanita hampir 31 tahun yang masih sendiri, iya dia masih sendiri, single, jomblo. apa yang dia pikirkan, jangan berharap sama seperti orang yang pikirkan tentangnya, diusia lewat seperempat abad belum menikah dan memiliki pasangan, andai orang lain tau tak mudah menjalani hidup seperti buichan dengan pertanyaan horor kapan menikah, dan sejuta pertanyaan lain serupa menhujamnya setiap saat tanpa tau dab bisa diprediksi, lebih seram dari semua film horor yang ada.
buichan yang tak tau siapa jodoh, dan pasangannya kelak, harus siap mau tak mau hantu pertanyaan yang tidak manusiawi itu hadir, menyapa dengan senyum manis dan suara renyah, tak terkecuali datang dari ibunya sendiri.
buichan yang kini kembali ke kota asalnya, bekerja, menjalani hari harinya dengan indah dan harus menyenangkan, kota dengan banyak orang orang mengenalnya juga ia kenal. hingga setiap sudut tempat yang ia datangi tak merasakan aman. kenapa? iya pertanyaannya adalah kenapa, karena buichan harus menhindari semua orang yang ia kenal bahkan teman teman yang dulu akrab, teman geng atau bahkan teman kerja, yang telah lama putus komunikasi.
bukan tanpa alasan buichan menghindar, bukan karena ia pengecut, namun karena ia hanya ingin menyelamatkan hatinya yang sudah hancur tak ingin lebih remuk lagi oleh ulah senyum manis dan suara renyah orang orang yang tak punya hati dengan pertanyaan pertanyaan horor dan bahkan tentang bentuk tubuhnya.
buichan lebih baik berlelah lelah "mlipir" dari pada menghadapi senyum manis dan suara renyah menusuk itu, entahlah kini hatinya mulai rapuh dengan segala suara renyah tentang tubuhnya, juga usianya.
lelah? iya memang lelah dan sangat tak mudah menjalani hari yang buichan jalani, tak banyak wanita kuat menjalani hidup layaknya buichan.
bagi buichan, orang tak perlu tau apa yang ia alami, hal berat berulang apa yang terjadi dalam hidupnya, buichan hanya berharap suara renyah dan senyum manis itu hilang dan menjadi hti yang tulus.
fuckerman
ini sudah tahun ke 5 sejak kamu menghilang dan aku mencoba melupakanmu, sudah banyak tulisan di laman ini tentang kamu, dan sudah tahun ke 5 aku berusaha tidak pernah membuat tulisan apapun tentang mu tentang kita.
iya kita yang menjalin pertemanan dari sebuah organisasi idealis, kemudian menjadi sahabat, partner, guru, dan akhirnya menjadi orang spesial, sekarang....menjadi orang yang benar benar ingin ku lupakan apapun segala tentang mu.
namun nyatannya sampai hari ini cerita yang ku torehkan, ketika ada lintasan tentang mu selalu membuatku menangis. terlalu dalam kamu hadir dalam hidupku.
apa ini yang dinamakan cinta? ah aku tidak tau, yang aku kalau hari ini kamu datang kepadaku dan minta maaf mungkin aku akan luluh kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)
