Jumat, 13 Maret 2020

T.A.R

hymm....
tiba tiba percakapan itu menjadi serius
membicarakan rasa
dari cerita masa kuliah
awal jumpa
tak ada sama sekali mempesona
jutek
dingin
serasa ngomong sama patung es
membisu
terlihat garang
siapa pula yang berani?
ku rasa hanya si panji mungkin
aku...yang terlihat gagah
nyatanya tak bernyali
mau memulai dengan bahasa intelektual
otak ku masih bebal
mau bicara tuhan
ah.. aku belum cukup iman
biarkan saja semua berjalan
Yang Maha Sutradara Handal
semua dalam gengggaman
toh nyatanya menjadi persahabatan
dari mulai menjelajah temaram
mencoba berbagi rasa
bertukar kisah
saling menunjukkan wacana
banyak belajar darinya
cukup bangga
aku... adalah salah satu dari kisahnya
dari mulai tetangga asrama
hingga sang murid tercinta
menemani sampai sumpah
yang konon sumpa terdahsyat
bahkan menggetarkan Asry Nya
berkaca kaca
bahagia
akhirnya...
kata orang perjuangan tak pernah berkhianat pada hasillnya
selamat datang, semoga sakinah mawadah warahmah
lucu sih tapi nyata
hey...
mungkin gantian
nanti kamu yang mengantarkan ku bahagia
menjadi saksi pula atas sumpah
saat genggaman tanggung jawab berpindah
jangan pernah lelah
berikan nasihat dan hikmah
diantara kita
nanti... kalau kamu di syurga
cari aku ya
kalaupun tak ada
mintakan pada Rabb ku yang juga Rabb mu
panggil aku ke syurga

mojokerto, 8 Maret 2020
12.10 Am

Kamis, 13 Februari 2020

~Pertemuan~


Kak! Kudengar ada yang memanggil ku, tapi ku birkan lalu begitu saja karena pikirku tak mungkin ada yang memanggil ku di tempat ini, kampus 2 dan perpustakaan bukan tempat biasa teman teman ku nongkrong atau sekedar berkumpul untuk mengerjakan  tugas kuliah, ,mereka lebih memilih kumpul di rumah siapa atau kos siapa. Sore sore begini memang selalu menyenangan berada di kampus 2 dan perpustakaan, tak banyak orang, adem, karena jam segini kelas sudah banyak selesai hanya tinggal kelas pengganti, atau mahasiswa teknik yang tugasnya seabrek, mungkin hanya beberapa mahasiswa yang menyukai membaca dan perpustakaan, suasana yang seperti ini cocok untuk ku menghabiskan sisa hari sebelum pulang dan memulai kelas malam.
 Kak! suara itu memanggilku lagi, ku putuskan untuk menoleh dan melihat siapa.
Ternyata sosok laki laki lebih tinggi dari ku, celana jins panjang longgar dengan saku besar pada kanan kiri nya, jaket biru khas fashion anak tahun 90 an yang sebenarnya jarang ku temui di kampus, memakai tas selempang sebesar map ukuran folio. Berjalan ke arahku dengan sedikit berlari, entah apa yang membuatnya terlihat terburu buru seolah sedang mengejarku. Setelah agak dekat kujawab panggilannya “iya? Kamu memanggilku?” karena aku tak begitu familiar dengan wajah dan postur tubuhnya.
“hay kak! Aku pik partner kamu satu bidang” sambil menjulurkan tangan seolah  mengajak berjabat tangan dia menjawab pertanyaan ku dan sedikit memperkenalkna dirinya. Sepersekian detik aku mengaduk ngaduk memoriku tentang laki laki ini sedikit agak lama ku menemukannya “eymm oh iya, kamu yang ketua bidang ku itu kan? Maaf aku belum tau kamu yang mana” dengan ekspresi nyengir ku jawab dan menelangkupkan kedua telapak tangan “maaf begini saja ya salamannya” karena memang aku membatasi untuk bersentuhan dengan laki laki. “iya tak apa” jawabnya “ aku sebenarnya sudah pernah bertemu dengan mu beberapa kali” sambungnya “ oh iya? Hehe maaf ya aku orang nya tidak mudah menghafal orang apa lagi jika bertemunya taka da obrolan yang Panjang atau hanya sekedar berkenalan” aku langsung menyahut dengan nada yang kaget “ haha tak apa, santai…aku mengerti” jawabnya sambal tertawa solah dia sudah biasa dengan situasi seperti ini.
Aku memang anak baru beberapa bulan berada di organisasi itu dan sudah mendapat amanah seperti merekan yang sudah berada di  2 tahun, entah pantas atau tidak yang ku dapatkan ini entah disebut keberuntungan atau sebuah amanah yang keren atau sebuah beban yang berat. “kamu punya waktu sore ini kak? Aku ingin ngobrol denagnmu ” kaliamatnya membuyarkan sedikit lamunanku, “eh.. eh iya, ada, mau ngobrolin apa?” sedikit tergagap ku sahut pertanyaannya dan dengan cepat ku buat seolah aku biasa saja menghadapi laki-laki ini yang jujur saja mengagetkan ku dengan tampang dan gayanya bersama segudang pertanyaan besar bergelantungan di kepalaku. “begini, kita kan partner dibidang yang sama, dan kita sudah harus mulai menyusun program kerja dan persiapan pelantikan nanti”  jelasnya  “ sebentar, sebelum kesana aku masih penasaran deh, kalian ini bisa tau aku dari mana? Dan kenapa milih aku sebagai partner dibidang ini? Secara aku masih baru,lagi pula aku juga enggak tau apa-apa soal organisasi ini dan masih belajar”. Sambil jalan perlahan dan cari tempat untuk bisa ngobrol enak aku mulai dengan meminta penjelasan, “eh mas, duduk disana aja yuk biar enak ngobrolnya” aku nunjuk sebuah anak tangga yang lebar dan teduh tepat dibawah pohon yang rindang agar sinar matahari sore tidak begitu terasa karena tertutup oleh pohon, areal perpustakaan ini memang banyak pohon yang rindang sehingga tidak salah kalau dijadikan tempat ngumpul para mahasiswa untuk sekedar ngobrol sore atau kajian kajian kecil. “ boleh” sahutnya kami duduk berhadapan dan dia mulai menjelaskan “oh itu? Kenapa?”, “ enggak sih cuma binggung aja” jawabku “sebenarnya aku sudah tau kamu dari awal kamu masuk kampus ini, dan aku tau kamu dari teman sekamar ku,eymm aku sih yang nanya dan dia cerita tentang mu, background organisasi mu, makanya aku milih kamu jadi partner ku karena pikirku kamu bakalan cocok ada di bidang ini” jelasnya “heymm tapi kan organisasi sebelumnya ranah gerakannya berbeda ya walaupun keduanya lahir dari induk organisasi yang sama, dan aku juga belum tau apa apa lho” tambah ku “ tak apalah kak nanti kita sama sama belajar” dia mencoba menyakinkan ku “baiklah I’ll try,” jawabku sambil kuimbuhkan senyum optimis dan dia pun membalas senyum ku seolah berkata yes. “baiklah kalau begitu kita mulai dari mana pembahasannya?” aku mulai meminta segera membahasnya “jadi, tugas kita adalah menyusun program kerja bidang ini dilingkupan internal dan eksternal, nah nanti kita bagi siapa di internal dan siapa di eksternal. Aku sudah buat draft beberapa proker atau program kerja  formalitas dan ritualitas yang ada di bidang kita dari tahun ke tahun. Nanti menurutmu mau ditambahin atau dikurangin, terserah kita diskusi saja” begitu penjelasannya yang entah kenapa tiba tiba dia terlihhat keren saat menjelaskan itu, sambil mengeluarkan laptop dari tas oldiesnya. ya sih tampilannya memang tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang modis layaknya idola para gadis tapi lebih ke yang anak gaul berantakan tapi masih good looking lah. Dinyalakannya laptop, diposisikan sedikit dimiring sehingga kami berdua bisa melihat dengan jelas, hymm benar seperti dugaanku pria ini memang tampilan luar berantakan tapi rapi didalam. Terlihat dari bagaimana tata letak file di laptopnya, tersusun rapih perjudul, pertopik, dan ah aku suka pengaturannya. Pik mulai menjelaskan satu persatu proker yang ia perlihatkan, aku menyimak dengan seksama penjelasannya, mulai mencoba memahami setiap detail penjelasanya dan ternyata banyak hal baru yang kudapatkan. “ eh tunggu deh mas pik, segini banyaknya itu dikerjakan dalam setahun? Apa enggak padet nantinya? Trus dengan bidang yang lain gimana?” dengan keluguan aku bertanya “makanya itu kita perlu diskusiin ini berdua mana prioritas dan mana yang kalau tidak bisa kekejar untuk dikerjakan tidak akan pengaruh apa apa” dia mulai menjelaskan lagi panjang lebar, kami berdiskusi panjang saling bertukar ide dan gagasan, sampai tak terasa sekitar mulai sepi, satu persatu mahasiswa yang tadinya banyak mulai menghilang, disebelah barat langit juga sudah mulai terlihat memerah dan kami tersadarkan oleh suara tilawah dari masjid kampus yang menandakan bahwa waktu maghrib akan segera tiba. “ eh mas, kayaknya udah mau maghrib nih dan aku harus segera balik, ada kelas sehabis sholat maghrib lagi pula jamaah sholat maghribku wajib dan diabsen kayak anak TK gitu hehe” aku kasih kode bahwa aku harus segera balik “ eh iya kak, sorry enggak kerasa udah mau maghrib gini, tapi ini kan belum selesai, kalau besok kamu ada waktu? Karena lusa kita mulai rapat besar di secretariat” tambahnya “ iya mas, boleh, jam nya seperti hari ini saja ya, tempat juga disini, gimana?” tawarku “ iyaa siap,,, aku besok seharian kosong enggak ada kuliah” dia meng iyakan tawaran ku dan  aku hanya menjawab dengan  senyum sambil mengacungkan jempol. Setelah berberes kami berjalan bersama untuk pulang, “ oh iya kak, kamu pulang naik apa?” pertanyaannya memecahkan keheningan diantara kami saat berjalan menuju pulang, “jalan kaki mas” jawabku “serius? Ku antar saja ya? Jauh lho, aku bawa motor kok” sedikit kaget dengan tawarannya, karena ku kira dia tidak bisa boncengan dengan wanita, secara yang ku tau dia tinggal di salah satu pondok kampus kami. “hehe, enggak usah mas, aku jalan kaki saja, udah biasa kok” sambil sedikit nyengir aku berusaha menolak dengan halus, berharap dia juga tidak tersinggung dengan penolakan ku “ baiklah, ini sudah sampai parkiran. Aku pulang dulu kalau gitu ya, kamu hati hati dijalan kak!” sambungnya “okay, Assalamu’alaikum, sampai bertemu besok mas.” Jawab ku mengakhiri pertemuan kami. Aku meneruskan perjalanan pulang, dalam hati, semoga laki laki ini bisa menjadi teman diskusi, dan semoga nanti aku bisa cocok berpartner dengan nya. Baik juga sih orang ini, sambil senyum senyum aku mengingat kembali diskusi kami tadi, dan tak terasa aku sudah sampai kamar.

Senin, 16 September 2019

Dari Sms Mu Di 31 Mei 2014






Karena aku Cuma bisa berbicara melalui kertas, berharap ada lembar jawaban meskipun transparan mungkin akan sedikit menenangkan karena kegamangan ak sanggupkusimpan sendiri, bolehkan aku berbagi dengan coretan yang kata orang tak bisa terbaca, hahaha biarlah..biarlah hanya aku yang bisa membacanya.
Berharap kertas ini yang bisa menerangkan tentng cinta, bukan bermakna bahwa cinta itu berada diatas kertas.
Karena cinta itu getaran yang bisa jadi sama bisa jadi tak sama, atau hanya ada 1 dan tak berpola dengan irama indah yang banyak dicari.
Namun...kala getran itu tak ada maka tak perlu lah untuk kemudian dipaksa, akan hancur jalinan yang sudah ada, rusak atau bahkan tak bergetar sama sekali.
Cinta juga tak perlu dicarii karena cinta itu pnya kecerdasan yang luar biasa, cinta itu bisa menemukan jawabannya, dialah hasil akhir dari sebuah pencarian cinta. Orang yang luar biasa yang mamu mencintai dan dicintai, mereka akan bahagia ditengah cinta.                                 


   By Buichan
Jumat 6 juni 2014
09.55 pm


Rabu, 11 September 2019

episode mu

hey apa yang terjadi padamu?
kenapa masih ada yang memar didadamu? 
tidakkah ini sudah begitu lamanya?
satu bulan lebih tidakkah cukup?
begitu beratkah apa yang terjadi kemarin?
setiap kali orang orang berbicara padamu
setiap kali orang orang menghubungimu
setiap kali ada pesan teks masuk,
terasa sesak dan rasa sakit mencul begitu saja
begitu kata mu

butuh berapa lama lagi rasa sakit ini akan menyelimutimu?



Selasa, 12 Maret 2019

buichan


perempuan kelahiran kabupaten mojokerto yang mempunyai nama pena buichan naga zombie telah menjadi kader Muhammadiyah sejak kecil, ketika SMP ia sudah berkecimpung aktif di PCNA kec Gedeg tempat ia tinggal. Perempuan yang pernah bersekolah di TK Aisyiyah Gedeg kemudian dilanjutkan SMP MUhammadiyah gedeg, SMA Negeri 1 Gedeg dan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang mengambil jurusan S1 PG-PAUD ini pernah bersama teman teman Nasyiah mendirikan Play group di cabangnya, dari sinilah kemudian yang mengantarnya menjadi Guru PAUD hingga pernah menjadi kepala sekolah TK dan PAUD di kabupaten Boyolalai jawa tengah juga di kota Surabaya.
Kini kiprah perempuan kelahiran 9 juni 1988 ini menjadi bagian dari perjuangan Aisyiyah dibidang kesehatan yakni mejadi coordinator TB-HIV Care Aisyiyah dikabupaten mojokerto, perempuan yang hobi membaca dan traveling juga membuat tulisan berpuitis ini bisa di hubungi melalui beberapa akun media sosialnya fb: bu ikan zombie iin, instagram : buichan_naga, line : buikan zombie iin, tumblr: buichan_naga atau email: iy_1n@yahoo.com, chanel youtube : buichan iin silahkan di kunjungi pula, yang berisikan dokumen dokumen video kegiatan keseharian.
Sebagai kader muhammadiyah perempuan byang biasa dipanggil iin adalah penyuka coklat dan kopi ini aktif di berberapa ortom muhammadiyah seperti IPM, Nasyiah, IMM dan menjadi instruktur di ortom tersebut. Pengalaman pribadi perempuan ini bisa disimak di blog pribadinya.

m l i p i r

ah.... judul ini gag keren sama sekali, tapi mungkin kata ini yang pas untuk sebuah kejadian kejadian. kata yang berasal dari bahasa jawa yang jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti menghindar dengan cara mengalihkan tujuan dari tujuan semula yang lebih kepada tempat.

sebut saja ia buichan wanita mandiri yang berusia 30 tahun, dan 3 bulan lagi akan berusia 31 tahun.
angka keramat yang tidak lagi disebut sedikit, ini kalau diibaratkan kue nastar mungkin bisa jadi se-toples, atau ibarat coklat siverquen sudah se-kardus haha saking banyaknya, begitu juga bagi buichan, usia yang tanpa disadari sudah begitu banyak, namun serasa singkat, masih saja seperti kemarin baru selesai sekolah dan menjalani hidup di dunia nyata.

buichan wanita usia yang hampir 31 tahun bisa dibilang mandiri, tak pernah tergantung oleh siapapun kecuali teman teman dekatnya, yang bisa dihitung dengan jari tangan. termasuk dengan orang tuanyapun tak begitu banyak tergantung, walaupun kodratnya sebagai anak masih harus tergantung dengan orang tuanya. buichan dalam keadaan apapun berusaha bergantung dengan dirinya sendiri dan Rabbnya. pengalaman buichan lah yang mengajari bahawa wanita harus bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung dengan oarang lain. apapun, kemanapun pasti bisa sendiri, berani, kadang juga nekat hehe

buichan wanita hampir 31 tahun, dimana mungkin teman temannya sudah banyak yang memiliki pasangan dan keluarga kecil, seorang suami atau istri dengan anak anak yang lucu, 1, 2 bahakan 3. teman masa kecilnya, teman sekolah, bahkan teman kuliah.
ah buichan wanita hampir 31 tahun yang masih sendiri, iya dia masih sendiri, single, jomblo. apa yang dia pikirkan, jangan berharap sama seperti orang yang pikirkan tentangnya, diusia lewat seperempat abad belum menikah dan memiliki pasangan, andai orang lain tau tak mudah menjalani hidup seperti buichan dengan pertanyaan horor kapan menikah, dan sejuta pertanyaan lain serupa menhujamnya setiap saat tanpa tau dab bisa diprediksi, lebih seram dari semua film horor yang ada.

buichan yang tak tau siapa jodoh, dan pasangannya kelak, harus siap mau tak mau hantu pertanyaan yang tidak manusiawi itu hadir, menyapa dengan senyum manis dan suara renyah, tak terkecuali datang dari ibunya sendiri.

buichan yang kini kembali ke kota asalnya, bekerja, menjalani hari harinya dengan indah dan harus menyenangkan, kota dengan banyak orang orang mengenalnya juga ia kenal. hingga setiap sudut tempat yang ia datangi tak merasakan aman. kenapa? iya pertanyaannya adalah kenapa, karena buichan harus menhindari semua orang yang ia kenal bahkan teman teman yang dulu akrab, teman geng atau bahkan teman kerja, yang telah lama putus komunikasi.

bukan tanpa alasan buichan menghindar, bukan karena ia pengecut, namun karena ia hanya ingin menyelamatkan hatinya yang sudah hancur tak ingin lebih remuk lagi oleh ulah senyum manis dan suara renyah orang orang yang tak punya hati dengan pertanyaan pertanyaan horor dan bahkan tentang bentuk tubuhnya.

buichan lebih baik berlelah lelah "mlipir" dari pada menghadapi senyum manis dan suara renyah menusuk itu, entahlah kini hatinya mulai rapuh dengan segala suara renyah tentang tubuhnya, juga usianya.

lelah? iya memang lelah dan sangat tak mudah menjalani hari yang buichan jalani, tak banyak wanita kuat menjalani hidup layaknya buichan.

bagi buichan, orang tak perlu tau apa yang ia alami, hal berat berulang apa yang terjadi dalam hidupnya, buichan hanya berharap suara renyah dan senyum manis itu hilang dan menjadi hti yang tulus.

fuckerman



ini sudah tahun ke 5 sejak kamu menghilang dan aku mencoba melupakanmu, sudah banyak tulisan di laman ini tentang kamu, dan sudah tahun ke 5 aku berusaha tidak pernah membuat tulisan apapun tentang mu tentang kita.

iya kita yang menjalin pertemanan dari sebuah organisasi idealis, kemudian menjadi sahabat, partner, guru, dan akhirnya menjadi orang spesial, sekarang....menjadi orang yang benar benar ingin ku lupakan apapun segala tentang mu.
namun nyatannya sampai hari ini cerita yang ku torehkan, ketika ada lintasan tentang mu selalu membuatku menangis. terlalu dalam kamu hadir dalam hidupku.

apa ini yang dinamakan cinta? ah aku tidak tau, yang aku kalau hari ini kamu datang kepadaku dan minta maaf mungkin aku akan luluh kembali.