Minggu, 30 Mei 2021

~perjalanan kilometer 292~

 


Diluar dugaan responmu adalah tertawa, “lucu” begitu katamu

Iya memang lucu sih

Aku yang telah menua menuliskan perasaan layaknya remaja yang sedang jatuh cinta

Aku yang buta arah

Melihat semua jalan begitu rimbun

Sungguh tidak mulus perjalanan

Aku harus berperang dengan diri sendiri

Tiga ratus enam puluh lima hari lamanya

Menelaah torehan cerita

Banyak PR ku yang harus diselesaikan

Memulai dengan memaafkan semua kejadian

Merelakan mereka yang datang dan pergi layaknya angin

Membingkai semuanya menjadi sejarah

Lalu aku harus memilah

Mana yang layak mengukir cerita

Kemudian mempersilahkan bersemayam

Menyelam lagi dikedalaman diri

Akankah aku membiarkan begitu saja dan memeluk egois

Membungkan mereka dengan senyuman

Dan membiarkan ku tenggelam lagi

Atau menyajikan pemahaman

Bahwa sesungguhnya aku sudah mencapai dasar yang dalam

Menciptakan keberanian memperjuangkan keinginan

Memilih jalan yang berbeda tempat ternyaman ku

Kamu dengan segala apa yang ada

Aku tak punya alasan apapun

Yang aku tau bahwa kali ini harus berani

Percayalah bahwa aku harus berperang dengan banyak ke egoisan

Kali ini aku ingin memperjuangkan aku

Dengan caraku dan keinginan ku

Tidak harus lagi mendengarkan omong kosong

Mereka tidak tau apapun tentang ku

Hanya aku yang tau

Lalu kumulai dengan berdamai dengan mu

Dan aku menemukan

Iya, sebahagia itu akhirnya aku bisa menemukan

Tak ada alasan

Karena memang aku tak bisa menemukan alasan

Surat itu…

Adalah jalan kebuntuan ku

Berharap tulisan ku akan mengesankan mu

Dan mulai memahamiku bahwa apa yang sudah ku tempuh begitu pelik

Ternyata bagimu lucu

Padahal ribuan kali harus ku ulang untuk mengetik

Satu persatu huruf itu kemudian menjadi bait dan paragraf pengakuan

Ternyata kamu tidak sedikitpun terkesan

Tak ada tanggapan

Katakana padaku apalagi yang harus aku lakukan

Apakah aku harus pergi? Dengan membawa keyakinan yang salah?

Lalu apa artinya yang kemarin?

Hujanan rasa dan kata tak berharga?

Atau hanya sekedar sapaan sesama manusia?

Tapi kenapa begitu lama?

Begitulah cerita maya

Rabu, 21 April 2021

h u j a n

"Ah pagi pagi sudah turun hujan". kataku pada ibu


"Berdo'a sayang, jangan menggerutu begitu, hujan juga rizki lho." begitu kata ibu sambil sibuk menyiapkan sarapan untuk ku dan ayah.

Aku suka hujan, kata ibu sejak kecil aku suka hujan-hujan, setiap hujan turun aku selalu ingin keluar dan minta hujan hujan pada ibu sambil merengek khas gaya anak usia 1 tahun, dan kalau hujan belum berhenti aku tidak akan mau masuk rumah.
Ibu selalu menyiapkan susu hangat atau coklat hangat atau teh hangat setelah aku hujan-hujan dan mandi, kata ibu biar badan ku hangat dan tidak sakit.
Ibuku keren memang, disaat ibu yang lain akan marah kalau anaknya main hujan tapi ibuku tidak, dia selalu memperbolehkan anak-anaknya main hujan. kata ibu, hujan juga berkah, rizki yang Allah turunkan, dibalik hujan turun begitu banyak berkah yang Allah berikan kepada manusia juga semua makhluk di bumi. Hanya saja ibu selalu berpesan kalau habis main hujan langsung mandi dan minum air hangat biar badan tidak kedinginan dan kena flue.

Aku berbeda dengan ibu, bagiku hujan adalah sebuah ketenangan, tubuhku yang terkena air hujan rasanya enak dan seperti ada yang luruh bersama air hujan, rasa damai itu yang selalu ku rasakan saat hujan.

"Ibu... aku berangkat kerja" pamit ku pada ibu sambil salim kepada ibu.

"Jangan lupa bawa payung, nak." pesan ibu dari kejauhan yang suaranya tenggelam oleh air hujan.

Meskipun aku membawa payung aku lebih suka kena air hujan, toh saat aku berangkat hujan sudah berganti gerimis, dan aku suka menikmatinya.
sengaja jalan pelan-pelan agar lebih lama terkena air hujan, dan gerimis tidak akan membasahi baju kerjaku.
Aroma daun dan pepohonan yang khas dipagi hari saat hujan begini adalah aroma favoritku. Aku menghirupnya dalam-dalam sambil menutup mata, aku tahan sebentar didalam agar aroma segar ini merasuk kedalam setiap aliran darah dan aku lepas pelan-pelan. Aku ulangi sampai aku puas menghirupnya.

Orang-orang meskipun gerimis begini padat berlalu-lalang, ada yang berangkat kerja, pulang dari pasar, pergi ke sawah, juga anak-anak yang mulai berangkat ke sekolah. Mungkinkah mereka sama denganku yang suka dengan hujan? aku bergumam dalam hati.
Betapa senangnya kalau semua orang suka hujan, tidak ada lagi yang menggerutu saat hujan turun, semua akan tersenyum saat melihat langit mulai kelabu dan bersiap menumpahkan seluruh beban air yang awan bawa bersama angin.
Aku melirik jam tangan, 5 menit lagi bus kota yang akan aku naiki berangkat. Aku percepat langkah kalau sampai telat bus yang ini aku juga akan telat masuk kerja, karena bus berikutnya 20 menit lagi baru lewat.

"Yess!" gumamku, tepat tidak lama setelah aku sampai halte, bus kesayangan juga sampai. Begitu pintu terbuka berbegas aku masuk agar dapat tempat duduk, kan lumayan kalau 40 menit berdiri.

"kay...!" ada yang memanggilku dari belakang.

aku menoleh refleks kaget, karena jarang ada yang memanggilku dengan nama itu.

"Eymm, elsa ya?"

"Hey... iya ini aku, elsa"

"Mashaa Allah, apa kabar?"

"Alhamdulillah, baik, sehat, kamu gimana?"

Kami akhirnya berbincang seru didalam bus. Dia, Elsa teman baikku saat kami masih sekolah SMA. Dia dan keluarganya pindah ke luar negeri setelah ada pengumuman kelulusan kami. Dihitung dari sekarang, kira kira kami sudah terpisah selama 5 tahun dan aku juga lost contacts dengan Elsa.

Elsa bercerita banyak hal, tentang pengalaman selama dia tinggal di luar negeri, tentang teman-temannya, tentang perbedaan budaya juga yang pasti tentang iklim disana yang jauh beda dengan Indonesia.

"El, ceritain tentang musim dingin disana dong!" aku dengan antusias minta Elsa bercerita tentang musim dingin disana.

"Wahh kamu bakalan suka deh Kay disana. hujannya tak pernah berhenti, rintik hujan terjadi sepanjang hari tanpa mengenal waktu, dan itu akan terjadi beberapa bulan. Yaa kalau di Indonesia seperti Bogor lah, tapi bedanya disana tak ada sinar matahari yang tembus sampai ke bumi. Baju yang kita pakaipun harus tahan air kalau tidak ingin basah sepanjang hari, plus harus pakai mantel lagi agar tidak kedinginan karena hujan.
Makanya dijuluki kota terbasah di sana.

"Mashaa Allah, kayaknya aku bakalan betah deh tinggal disana, haha." kami tertawa bersama sampai penumpang lain melirik kepada kami.

Lalu sekarang kamu kerja dimana?" tanyaku pada Elsa

"Di perusahaan om ku."

"Om kamu yang super ganteng dulu itu?"

"Iya, haha masih ingat aja kamu nih Kay,"

"Iya lah, sudah ganteng baik pula sama aku."

"Kamu sendiri kay? kerja dimana sekarang?"

"Haha coba tebak!"

"..." El mikir dengan wajah menelisik tatapan tajam ke arahku

"Aku sekarang kerja di BMKG"

"Wahh, Mantab!"

Lalu gantian aku yang bercerita tentang kehidupan ku selama kami terpisah, tentang kuliahku, tentang pertemananku, orang-orang yang dekat denganku, ayah ibuku, juga tentu saja tentang hujan yang masih aku sukai, dan itulah alasannya kenapa aku mati-matian berusaha bisa masuk dan bekerja di BMKG.

Dari hujan kemudian sejak SMA jadilah aku suka dengan geografi. Belajar tentang lempeng bumi, struktur bumi, sampai pada cuaca, jenis jenis awan dengan nama yang lucu-lucu, lalu bagaimana kita bisa membaca alam meramalkan cuaca, sampai kita bisa mengetahui akan ada badai apa, dimana, dan kapan, pun aku akan tau kapan hujan turun. Dan yang terpenting adalah aku bisa memberitahu masyarakat bahwa akan ada bencana gempa atau tsunami lewat peringatan dini. Semuanya bisa dipelajari dengan sains.

"Keren deh emang sahabatku yang satu ini." begitu kata El sambil menatapku kagum yang nyerocos aja ngomong tanpa ada titiknya.

"Eh, sudah sampai nih, kamu halte ini juga kan El?"

"Iya."

"Nanti makan siang bareng yuk!, kantor kita kan sebelahan,"

"yuhuu!"

Dan kami pun turun dari bus yang mempertemukan kami kembali, dan saat itu gerimis kembali turun seolah menyambut kami.

Rabu, 03 Februari 2021

Niken Bab 3

"mbak, temenin aku yuk pulang!" niken yang baru buka pintu pulang dari kampus tiba tiba meminta untuk menemaninya pulang, "kemana? sragen? magetan?" jawabku sedikit bingung.
niken dulu penah cerita bahwa ia hidupnya berpindah pindah, di magetan ada mbah, budhe yang dia pernah tinggal disana beberapa tahun dan saat SMA niken pindah ke sragen dan disana  ia mendapatkan rumah baru yang baginya mereka adalah juga keluarga.
"magetan mbak" jawab niken sambil bersiap siap, "sekarang?" jawab ku makin kebingungan karena niken langsung berkemas kemasmemaasukkan beberapa barang ke day pack nya. "iya mbak sekaranng, ada beberapa hal yang harus ku urus,ini mendesak, kita pulang besok tapi ya? enggak apa apa kan? gimana mau?" niken berkata sambil menatap dengan mata yang seperti orang bingung banyak pikiran "okay... ku temani, sebentar, aku juga mau siap siap dulu" jawabku sambil beranjak dari tempat tidur dan kemudian ikut bersiap siap.

pukul 13.00 waktu setempat akhirnya kami baru keluar kamar dan memutuskan menuju kantin untuk makan siang sebelum berangkat ke magetan menggunakan motor.
seperti biasa menu kantin yang setahun lalu sangat menggugah selera untuk ku dan selalu terasa lezat, sekarang mulai bisa di tebak jenis dan rasanya a.k.a mulai bosan dengan menu rutin kantin hahaha dan menurutku mulai terasa kurang kelezatannya, entah karena ganti tangan atau bumbu dikurangi utnuk berhemat hahah karena mahasantri yang semakin banyak sehingga kantin pun harus menyediankan makanan juga super bahyak apalagi tidak ada kenaikan yang signifikan tentang harga biaya makan.
lima belas menit kemudian kita berangkat menggunakan  motor dan lewat jalan bypass dengan harapan lebih dekat kalau lewat dari jalan ini.

jaman itu bekum ada phonecell android yang secanggih sekarang dengan fiture google map untuk cek  jarak dan keadaan lalulintas, punya phonecell yang keypad aja sudah bagus banget dan hanya orang orang kaya yang sudah punya android itupun bisa dihitung dengan  jari jumlahnya.
sekitar 16.00 kita  sampai di magetan, untuk masuk ke rumah nenek niken harus melewati beberapa kebun yang lebat dan menurutku itu terlihat lebih seperti hutan sih hehe juga melewati beberapa hutan yang beneran hutan, jalan naik turun karena masih di daerah lereng pegunungan lawu.

 

Senin, 28 Desember 2020

niken bab 2

 aku yang sedang beberes kamar dan diri kemudian mendengar gedoran pintu, "ah...ini mungkin anak baru yang akan menjadi teman kamar ku"

ku buka pintu kamar setelah aku memakai jilbab dan benar saja ternyata itu dia, sosok wanita tinggi besar standar wanita pada usianya, menyapa ramah, membawa beberapa barang yang lumayan banyak.

ku persilahkan saja dia istirahat duduk di kasurnya sebeleh cendela dekat pintu keluar karena aku lebih memilih kasur yang lebih dekat dengan dapur dan kamar mandi, karena aku sering bolak balik kamar mandi kalau malam, jadi kupikir lebih baik kasur sebelah sini saja. kamar kami memeng bertipe 1 kamar besar dan panjang yang berisikan 2 ruangan besar, satu ruangan adalah berisi tiga kasur tipe single bed, tiga lemari dan tiga rak buku yang menyatu dengan meja belajar,tipe meja belajar yang bisa dilipat, juga masih ada tempat buat kita kita nongkrong mungkin untuk makan bareng atau hanya sekedar bercanda canda. satu ruangan lagi berisi satu kamar mandi dan satu wc yang masing masing dengan ruangan terpisah, tempat untuk menjemur serta meja dari keramik yang bisa dipergunakan sebagai meja dapur, menata alat makan atau bahakan jika ingin nakal membawa kompor elektrik.

kami mengobrol untuk saling mengenal satu sama lain, meskipun hanya sedikit, setidaknya ini bekal untuk kedepannya biar tidak ada akward moment.

salah satu yang paling aku ingat adalah kalimatnya "aku ngeliat mbak itu enak banget, tenang orangnya"

Minggu, 29 November 2020

Untuk kamu yang belum kutemui

 

apa yang kamu paling kamu takutkan di dunia ini anakku? Apakah akan sama dengan ibu yang takut dengan segala hal?


sungguh, jangan pernah takut akan apapun anakku, takutlah hanya kepada Allah, itu saja pesan ibu.

Anakku, ibu berjanji akan berusaha menjaga mu dari segala hal, termasuk dari ibu, karena sungguh luka yang terdalam adalah ketika kamu merasa terluka oleh ibu.

Kamu  tau nak? Sejak ibu mengenal dunia anak anak yang sesungguhnya saat itu ibu berjanji akan belajar dengan giat dan kelak menjadi ibu yang baik.

Anak ku…ibu tak kan pernah membentak mu walau kamu nanti saat belajar merangkak dan banyak sekali tingkah mu bahkan kadang akan memecahkan barang barang ibu, karena ibu tau rasanya dibentak untuk hal yang terjadi adalah sia sia, karena ibu gak mau nanti kamu menjadi orang yang penakut untuk memulai sesuatu.

Anak ku… ibu tak akan pernah membandingkan mu dengan siapapun, termasuk ibu dan ayahmu juga kakak adikmu kelak, karena ibu tau rasanya menjadi pembanding itu gak enak, menyiksa, ibu gak mau nanti kalau kamu dewasa akan membandingkan diri sendiri dengan teman teman mu. Nak… proses setiap manusia itu berbeda, semua sesuai porsi masing masing, jadi percayalah pada prosesmu. Kamu akan Lelah jika terus membandingkan diri dengan apapun dan siapapun. Ibu akan menunjukkan bahwa disana masih ada dunia luas dengan prosesnya masing masing, jadi kamu tidak akan pernah merasa kecil hati.

Anak ku… ibu tak akan pernah memarahi jika kelak kamu ingin main hujan hujanan, karena ibu tau rasanya hujan hujanan itu menyenangkan, apalagi jika hati sedang kalut dan capek dengan urusan dunia. Kamu tau nak? Sampai usia ibu saat menulis ini pun ibu masih suka main hujan hujanan, dan itu menyenangkan sekali. Sesederhana itu bahagia nak.

Anak ku… ibu tak akan lagsung menuduhmu ini dan itu, karena ibu tau rasanya di tuduh dan dicap ini itu untuk hal yang tidak kamu lakukan adalah menyakitkan, ibu akan berusaha bertanya dulu apa dan mengapa sebelum ibu tau bahwa perbuatan mu salah.

Anak ku… ibu tidak akan menyalahkan mu atas semua hal, karena ibu tau kamu melakukannya pasti punya dasar juga alasan. Karena ibu tau rasanya terus disalahkan itu tidaklah menyenangkan.

Anak ku… ibu akan sering bertanya bagaimana keadaan mu dan memelukmu jika pada masanya teman teman cerita mu punya kehidupan sendiri. sehingga kamu tidak akan pernah merasa sendiri di bumi ini, ibu akan mendengarkan semua hal apapun yang kamu ceritakan tanpa ibu potong ceritamu dan tanpa ibu cerca, menjudge apa yang terjadi padamu, ibu akan berusaha memahami posisimu. Sehingga kamu tidak akan pernah kehilangan arah nanti kalau dewasa.

Anak ku… ibu akan sering sering bilang bahwa ibu mencintaimu agar kelak kamu tidak akan merasa kekurangan cinta. Terkadang rasa cinta perlu diungkapkan. Dan ibu akan sering sering bilang bahwa ibu merindukan mu agar kamu kelak tidak mencari cari siapa yang sesungguhnya merindukan mu.

Anak ku… ibu akan sering sering memelukmu walaupun kamu sudah dewasa dan menikah bahkan punya anak, karena terkadang hanya dengan dipeluk tiba tiba ajaib semuanya jadi lebih mudah.

Anak ku… ibu berjanji akan menjadi orang tua yang tidak akan memarahimu jika nanti bajumu kotor karena ibu tau dari kotor itu adalah awal sebuah ide yang kreatif.

Anak ku… ibu akan berjanji dan berusaha kelak ketika usia ibu sudah senja ibu tak akan menjadi orang tua yang cerewet ini itu, karena ibu tau sikap ibu itu akan melelahkan mu.

Anak ku… dari kamu ada di perut ibu atau bahkan saat ibu proses membuatmu dengan ayah mu, ibu berjanji akan selalu mengenalkan mu dengan Allah ku yang nanti akan menjadi Allah mu juga. Agar kamu tidak pernah merasakan seperti ibu yang kadang menyalahkan Allah sedangkan Allah itu Maha baik kepada ibu.

Agar kamu tidak mencari cari harus kemana saat semua masalah bahkan rasanya seperti langit runtuh di kepalamu, kamu akan selalu mengingat Allah dan hanya Allah tempat mu juga ibu kembali nak..

Agar kamu bisa merasakan seberapa besar cinta Allah untuk hambanya, bahwa Allah maha perkasa, maha kuat, maha pemberi rizki, maha bijaksana, maha adil, maha pelindung, maha melihat. Anakku dengan merasakan hal itu ibu harap kamu akan menjadi anak sholih dan sholihah dan nanti kita akan dipertemukan Allah kembali di surga Bersama kakek dan nenek mu juga. Indah kan nak?

Anak ku… ibu berjanji akan mengenlkan mu dengan Ayat Ayat Allah yang luar bias aitu dan penuh keajaiban sejak mau mulai berjalan ke dalam perut ibu, karena Al-Qur’an akan menjadi cahaya mu kelak nak.. tidak seperti ibu yang sangat lama tidak membukanya bahkan ibu tidak tau detail apa isi semuanya. Jadilah ahli Al – Qur’an nak.. karena dengannya kamu akan selamat di negri akhir kelak, dan semoga bisa menyelamatkan ibu dan ayahmu juga kakek nenekmu nanti.

Anak ku… belajar islam itu tidak hanya soal menutup aurat, sholat, dan syahadat. Bejalar islam juga kamu harus belajar menjadi orang yang sabar, ikhlas, menjadi pribadi yang menyenangkan dan menenangkan akan lebih baik bagimu kelak. Apalagi menjadi agen perdamaian itu akan menjadi nilai lebih bagimu.

Anak ku…ibu berjanji akan berusaha mengenalkan mu tentang puasa, karena puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus tapi akan mengendalikan hawa nafsumu, termasuk amarah, dendam,iri, dengki, benci sungguh nak.. hal hal itu merugikan mu. Ibu tidak ingin kamu merasakan ketidak tenangan seperti ibu saat ini.

Anak ku… ibu berjanji akan mengenalkan mu akan kekuatan doa dan sholat sholat sunnah. Ini semua akan menjadi senjata tambahan yang sangat ampuh kelak jika kamu dalam keadaan terpuruk dan kamu tidak perlu tempat pelarian karena kamu akan sanggup melawannya.

Anak ku… ibu hanya tidak ingin kamu merasakan apa yang ibu rasakan seperi sekarang, di titik ini kekalutan yang luar biasa, kehilangan arah, aneh nak rasanya… dan sungguh ini tidak enak bahkan akan melemahkan mu.

Anak ku… ibu tidak bisa berjanji perjalanan dan proses tumbuh dan berkembang jalannya akan mulus, tidak nak… kamu harus melalui jalan berbatu, berduri, terjal,curam, naik, turun, menanjak, jatuh dan kamu harus bangkit lagi, lagi dan lagi agar kamu menjadi manusia yang bisa naik ke derajat selanjutnya. Dan ibu? Selama ibu masih hidup, ibu akan selalu ada untuk mu, menemani mu.

Anak ku… ibu ingin dengan ini kamu menjadi anak yang sholih sholihah, bukan buat ibu, tapi ini untuk dirimu sendiri nak..

Anak ku… dan yang terakhir, ibu minta maaf jika di usia ibu ini ibu belum memilikimu, ibu minta maaf jika nanti kita bertemu usia ibu sudah tak lagi muda, dan badan ini sudah menua atau sakit sakitan. Ibu akan berusaha sehat untuk mu agar ibu bisa menjadi teman main mu yang asik.

Maafkan ibu, jika nanti kamu baca tulisan ibu ini dan kenyataanya ibu tidak bisa menepati janji ibu, tolong jangan salahkan dirimu semua inisalah ibu, ibu sudah terbiasa disalahkan  dan biarkan hanya ibu yang merasakannya.

Anak ku… berusahalah memafkan diri sendiri sebelum kamu memafkan orang lain, karena awal kehidupan yang indah adalah memafkan diri sendiri kemudian orang lain dan kamu akan menjadi pribadi yang pemaaf. Sungguh ini bekal yang mujarap untuk rasa bahagia, nak…

Ibu kan berusaha menjadi ibu yang lebih baik, dari semua pengalaman ibu juga ilmu yang ibu pejalari selama hidup.

Anak ku… ibu mencintaimu selamanya.

Jumat, 20 November 2020

niken bab 1

 

Malam itu kamu datang dan berkata

“ kamu harus minta maaf sama aku mbak”


hari itu adalah jadwal penghuni baru datang dan perputaran kamar, aku yang pindahan dari kamar lantai 2 ke lantai 4 beberapa bulan lalu dan akhirnya harus menjadi komitte lantai 4 karena kekosongan komite di lantai ini.

yang paling repot dari agenda ini adalah harus woro wori, bawa barang untuk pindahan kamar, lantai 5.4.3 adalah untuk mereka yang masih baru, sedangkan 2 adalah untuk mereka yang lama. naik turun tangga bawa barang, bongkar dari kamar lama dan pasang ke kamar yang baru, sunggu melelahkan tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi kalau mau tinggal disini.

aku.. sudah mendapatkan nama nama siapa saja yang akan sekamar dengan ku dan aku tinggal menunggu mereka datang. penasaran akan seperti apa mereka yang akan menjadi teman tidurku selama beberapa bulan kedepan


Rabu, 22 Juli 2020

chronic maxillary sinusitis dan aku

chronic maxillary sinusitis, keren gak sih nama ini? atau malah serem? hehe buat orang awan nama ini memang asing dan ini adalah nama sebuah penyakit yang gak keren sama sekali dan membuat tidak nyaman untuk menjalani aktivitas sehari hari.

tidak banyak orang paham dengan sakit yang menyiksa ini, mereka hanya kenal bahwa kita sedang flu atau pilek atau mungkin hanya migren biasa, bersin terus menerus yang bisa jadi membuat orang lain risih atau bahkan bisa menjadi bahan ejekan karena dianggap membawa dan menyebarkan virus flu.

memang sih gejalanya mirip dengan flue akut, bersin menerus, hidung tersumbat dan pilek disertai sakit kepala bahakan terkadang sakit kepala yang membabi buta sampai mata, hingga gigi, kepala bagian belakang. kebayangkan bagaimana rasa ini yang menyiksa, belum lagi jika ada suara yang keras atau cahaya yang terang karena penyakit ini dibeberapa kasus sensitif dengan cahaya dan suara yang membuat kepala bertambah sakit, dan saya ttermasuk yang ini.

pada satu waktu terkadang sakit kepalanya membuat saya tidak bisa bergerak hanya bisa berbaring dengan bantal yang harus empuk, karena kalau bergerak sedikit saja sakit yang ditimbulkan bisa sangat menyiksa.

saya sudah 3 tahun ini menderita chronic maxillary sinusitis berawal dari seringnya pilek bahkan dalam seminggu 2-3 hari pasti mengalami pilek atau flu, awalnya saya hanya menganggap ini hanya flue biasa karena efek dari alergi debu yang saya punya karena semasa kuliah sering dijalan, lingkungan kost juga tidak begitu bersih banyak debu sana sini kemudian tanpa sadar setiap pagi atau malam pasti pilek dan bersin bersin atau kalau setelah bergadang semalaman. saya termasuk mahasiswa yang aktif berkegiatan sana sini, dan terkadang harus bergadang sampai beberapa hari dan setelahnya otomastis sinusitis ini akan datang dengan senang hati yang sebelumnya saya anggap flu berat.

tanpa sadar sakit ini berlangsung lama hingga hampir 3 tahun barulah saya periksa ke dokter, denagn serangkaian tes lab juga foto xray waters barulah saya difonis dokter menderita sinusitis maxillary kronis.

apasih sinusitis maxillary kronis ini?
adalah suatu proses inflamasi pada mukosa sinus maksilaris yang disebabkan oleh kelainan pada rongga hidung dengan waktu kurang lebih 4 minggu dengan anamsesis pemeriksaan fisik dan radiologi, biasanya dokter THT akan merujuk untuk melakukan  foto xray pada area sinus atau wajah dan diikuti pemeriksaan laboraturium.
gejala yang biasa timbul adalah
1. demam,
2. malaise
3. sakit kepala atau nyeri pada kepala yang tidak jelas yang biasanya bisa rega dengan pemberian analgetik aspirin.
4. wajah terasa bengkak dan penuh
5. gigi terasa nyeri dan ngilu pada gerakan kepala mendadak. misal pada naik turun tangga atau dari duduk jongkok ke berdiri
6. seringkali nyeri pipi khas yang tumpul menusuk
7. nyeri pada palpasi dan perkusi
8. Sekret mukopurulen dapat keluar dari hidung dan terkadang berbau busuk
9. Batuk iritatif non produktif seringkali ada. kalau saya terkadang ada batuk, tergantung seberapa seringnya bersin. dalam satu waktu jika bersin nya lebih dari 5 kali maka langsung tenggorokan gatal kemudian batuk seharian, bisa jadi 2 hari dan akan bisa reda dengan obat yang mengandung codestam

Faktor Resiko
Kondisi lain yang menyebabkan berkembangnya obstruksi sinus dan rentan menjadi sinusitis adalah :
 -  Alergi. Inflamasi yang terjadi bersama alergi mungkin memblok sinus.
- Deviasi septum nasi. Hal ini akan membatasi atau memblok aliran sinus, menciptakan lingkungan untuk infeksi.
 - Polip nasal. Pertumbuhan jaringan lunak ini mungkin membatasi aliran nasal, memperlambat drainase dan memudahkan infeksi berkembang.
- Kondisi sakit yang lain. Penderita cystic fibrosis atau HIV dan penyakit defisiensi imun.

Penyebab
 Infeksi virus, bakteri atau jamur dari traktus respiratori atas lokasi lintasan udara pada hidung, faring, sinus-sinus dan tenggorokan terbasuk infeksi virus yang menyebabkan common cold, dapat berperan penting menjadi sinusitis. Jika infeksi seperti cold inflames dan membrane mukosa hidung bengkak,pembengkakan membrane dapat menyebabkan obtruksi sinus sehingga cairan mukosa tidak dapat keluar. Karena saluran pembuang tertutup, sehingga tercipta lingkungan yang mana bakteri dan virus terperangkap pada sinus dan berkembang biak.

kira kira begitulah yang saya rassakan, 90% seperti itu.

jadi selama 3 tahun terakhir ini saya bolak balik ke dokter setidaknya jika kondisi sering kambuh bisa seminggu sekali ke dokter spesialis THT, dan kemudian sebulan sekali untuk mendapatkan obat. jujur saya selama 3 tahun tidak bisa lepas dari obat karena bersin bersin yang menerus begitu menyiksa, bikin lemas dan capek, ketika pagi hari bangun tidur bersin bersin dan berlangsung sampai sekitar jam 7 pagi bisa dipastikan seharian akan bersin bersin tiada henti meskipun sudah dipakai untuk aktivitas bahkan diluar ruangan yang terkena terik matahari sehingga setidaknya sehari sekali saya harus minum obat. kebayang kan jika seharian bersin terus menerus rasanya seperti apa.
terkadang masalahnya adalah jika sakit kepala tiba tiba datang sudah dipastikan saya akan tepar karena gerakan sedikit saja bisa memicu sakit yang amat sangat nah kalau sudah begini obat itu yang menjadi penolong.
 yah... 3 tahun setiap hari setidaknya sekali sehari minum obat, lelah? bosen? pastilah tapi ya mau bagaimana lagi. pernah saya bertanya pada dokter apakah ini tidak bisa sembuh? jawabnya tidak bisa sampai pemicu alergi nya hilang, sedangkan saya penyebab awalnya adalah alergi debu. hymm mau hidup dimana yang tidak ada debunya.

sudah 3 tahun ini saya menjalani operasi setidaknya setahun sekali dan ini operasi irigasi yang ke-3, pernah juga setelah operasai yang ke 2 belum berkurang juga sakit kepalanya akhirnya saya dirujuk oleh dokter saya pengobatan fisioterapi ada hasilnya? heehe tidak ada yang signifikan. pernah mencoba di awal tahun yang ke 3 saya mencoba berhenti dengan obat diganti dengan bahan alami seperti rempah dan rimpang tapi sakit kepala makin menjadi akhirnya balik lagi deh ke dokter.

efek samping dari obat ini apa? tiap kasus beda beda sih, tergantung diagnosa dokternya. kalau saya yang pasti dikasih obat racikan untuk pileknya, dikasih obat batuk, obat anti nyeri, obat untuk alergi dan antibiotik. untuk obat racikan dan alergi efeknya bikin ngantuk dan lemes.

mungkin selama ini penyakit TBC yang terlihat seram karena harus minum obat selama 1-2 tahun tergantung jenis TBC nya.
sungguh, sinusitis akan selamanya sampai tidak diketahui kapan, sampai penyebab alergi hilang bahkan kadang menjadi bahan ejekan si pembawa virus lah, diremehin orang karena sering bersin, dikatawain karena bersinnya yang menerus dianggap lucu, aneh. sedih sih ketika mulut nitizen itu mulai maracau. pernah juga dikatawain dan diejek orang yang
 "rewang" di nikahan tetangga sebelah rumah, karena bersin tak henti dan suaranya mereka anggap lucu.
mereka yang tidak sakit sinusitis ketika bersin mungkin  melegakan karena 1-2 kali bersin, nah kita yang sakit sinusitis bersin berkali kali itu sakit, bikin lemas, bikin tenggorokan sakit, bikin hidung perih. belum lagi jika terkena asap jenis asap apapun pasti hidung langsung perih.

saat cairan hidung mulai mencair sebut saja "umbel" yang bening dan cair banget nunduk dikit saja sudah netes, kebayang kalau pas lagi sholat dan posisi harus menatap tempat sujud dia bakal netes, hymmm ribetnya. itu kenapa saya jarang banget jama'ah di masjid, karena pernah jama'ah dalam keadaan begitu, hymm sungkan dan agak gimana gitu diliatin orang.

kalian yang punya sakit sama seperti saya yang sudah bertahun tahun jangan menyerah ya, terus semangat, atau buat kalian yang baru mendapatkan diagnosis sinusitis, tidak seseram itu kok, jalani saja setiap pengobatan yakinlah akan sembuh suatu saat.

untuk kalian yang normal pleasee... jangan pandang kami sebelah mata

keep doing good to enyone, be kind, be brave


daftar pustaka
1. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-thtkl6b546f30f02full.pdf
2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/39684/Chapter%20II.pdf;jsessionid=9ED32DBCD582D3D71B7F6A60EEE7DF5D?sequence=4
3. konsultasi/ wawancara dengan dokter saya dr. Syamsul Arief, S.PTHT-KL