Kamis, 13 Februari 2020

~Pertemuan~


Kak! Kudengar ada yang memanggil ku, tapi ku birkan lalu begitu saja karena pikirku tak mungkin ada yang memanggil ku di tempat ini, kampus 2 dan perpustakaan bukan tempat biasa teman teman ku nongkrong atau sekedar berkumpul untuk mengerjakan  tugas kuliah, ,mereka lebih memilih kumpul di rumah siapa atau kos siapa. Sore sore begini memang selalu menyenangan berada di kampus 2 dan perpustakaan, tak banyak orang, adem, karena jam segini kelas sudah banyak selesai hanya tinggal kelas pengganti, atau mahasiswa teknik yang tugasnya seabrek, mungkin hanya beberapa mahasiswa yang menyukai membaca dan perpustakaan, suasana yang seperti ini cocok untuk ku menghabiskan sisa hari sebelum pulang dan memulai kelas malam.
 Kak! suara itu memanggilku lagi, ku putuskan untuk menoleh dan melihat siapa.
Ternyata sosok laki laki lebih tinggi dari ku, celana jins panjang longgar dengan saku besar pada kanan kiri nya, jaket biru khas fashion anak tahun 90 an yang sebenarnya jarang ku temui di kampus, memakai tas selempang sebesar map ukuran folio. Berjalan ke arahku dengan sedikit berlari, entah apa yang membuatnya terlihat terburu buru seolah sedang mengejarku. Setelah agak dekat kujawab panggilannya “iya? Kamu memanggilku?” karena aku tak begitu familiar dengan wajah dan postur tubuhnya.
“hay kak! Aku pik partner kamu satu bidang” sambil menjulurkan tangan seolah  mengajak berjabat tangan dia menjawab pertanyaan ku dan sedikit memperkenalkna dirinya. Sepersekian detik aku mengaduk ngaduk memoriku tentang laki laki ini sedikit agak lama ku menemukannya “eymm oh iya, kamu yang ketua bidang ku itu kan? Maaf aku belum tau kamu yang mana” dengan ekspresi nyengir ku jawab dan menelangkupkan kedua telapak tangan “maaf begini saja ya salamannya” karena memang aku membatasi untuk bersentuhan dengan laki laki. “iya tak apa” jawabnya “ aku sebenarnya sudah pernah bertemu dengan mu beberapa kali” sambungnya “ oh iya? Hehe maaf ya aku orang nya tidak mudah menghafal orang apa lagi jika bertemunya taka da obrolan yang Panjang atau hanya sekedar berkenalan” aku langsung menyahut dengan nada yang kaget “ haha tak apa, santai…aku mengerti” jawabnya sambal tertawa solah dia sudah biasa dengan situasi seperti ini.
Aku memang anak baru beberapa bulan berada di organisasi itu dan sudah mendapat amanah seperti merekan yang sudah berada di  2 tahun, entah pantas atau tidak yang ku dapatkan ini entah disebut keberuntungan atau sebuah amanah yang keren atau sebuah beban yang berat. “kamu punya waktu sore ini kak? Aku ingin ngobrol denagnmu ” kaliamatnya membuyarkan sedikit lamunanku, “eh.. eh iya, ada, mau ngobrolin apa?” sedikit tergagap ku sahut pertanyaannya dan dengan cepat ku buat seolah aku biasa saja menghadapi laki-laki ini yang jujur saja mengagetkan ku dengan tampang dan gayanya bersama segudang pertanyaan besar bergelantungan di kepalaku. “begini, kita kan partner dibidang yang sama, dan kita sudah harus mulai menyusun program kerja dan persiapan pelantikan nanti”  jelasnya  “ sebentar, sebelum kesana aku masih penasaran deh, kalian ini bisa tau aku dari mana? Dan kenapa milih aku sebagai partner dibidang ini? Secara aku masih baru,lagi pula aku juga enggak tau apa-apa soal organisasi ini dan masih belajar”. Sambil jalan perlahan dan cari tempat untuk bisa ngobrol enak aku mulai dengan meminta penjelasan, “eh mas, duduk disana aja yuk biar enak ngobrolnya” aku nunjuk sebuah anak tangga yang lebar dan teduh tepat dibawah pohon yang rindang agar sinar matahari sore tidak begitu terasa karena tertutup oleh pohon, areal perpustakaan ini memang banyak pohon yang rindang sehingga tidak salah kalau dijadikan tempat ngumpul para mahasiswa untuk sekedar ngobrol sore atau kajian kajian kecil. “ boleh” sahutnya kami duduk berhadapan dan dia mulai menjelaskan “oh itu? Kenapa?”, “ enggak sih cuma binggung aja” jawabku “sebenarnya aku sudah tau kamu dari awal kamu masuk kampus ini, dan aku tau kamu dari teman sekamar ku,eymm aku sih yang nanya dan dia cerita tentang mu, background organisasi mu, makanya aku milih kamu jadi partner ku karena pikirku kamu bakalan cocok ada di bidang ini” jelasnya “heymm tapi kan organisasi sebelumnya ranah gerakannya berbeda ya walaupun keduanya lahir dari induk organisasi yang sama, dan aku juga belum tau apa apa lho” tambah ku “ tak apalah kak nanti kita sama sama belajar” dia mencoba menyakinkan ku “baiklah I’ll try,” jawabku sambil kuimbuhkan senyum optimis dan dia pun membalas senyum ku seolah berkata yes. “baiklah kalau begitu kita mulai dari mana pembahasannya?” aku mulai meminta segera membahasnya “jadi, tugas kita adalah menyusun program kerja bidang ini dilingkupan internal dan eksternal, nah nanti kita bagi siapa di internal dan siapa di eksternal. Aku sudah buat draft beberapa proker atau program kerja  formalitas dan ritualitas yang ada di bidang kita dari tahun ke tahun. Nanti menurutmu mau ditambahin atau dikurangin, terserah kita diskusi saja” begitu penjelasannya yang entah kenapa tiba tiba dia terlihhat keren saat menjelaskan itu, sambil mengeluarkan laptop dari tas oldiesnya. ya sih tampilannya memang tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang modis layaknya idola para gadis tapi lebih ke yang anak gaul berantakan tapi masih good looking lah. Dinyalakannya laptop, diposisikan sedikit dimiring sehingga kami berdua bisa melihat dengan jelas, hymm benar seperti dugaanku pria ini memang tampilan luar berantakan tapi rapi didalam. Terlihat dari bagaimana tata letak file di laptopnya, tersusun rapih perjudul, pertopik, dan ah aku suka pengaturannya. Pik mulai menjelaskan satu persatu proker yang ia perlihatkan, aku menyimak dengan seksama penjelasannya, mulai mencoba memahami setiap detail penjelasanya dan ternyata banyak hal baru yang kudapatkan. “ eh tunggu deh mas pik, segini banyaknya itu dikerjakan dalam setahun? Apa enggak padet nantinya? Trus dengan bidang yang lain gimana?” dengan keluguan aku bertanya “makanya itu kita perlu diskusiin ini berdua mana prioritas dan mana yang kalau tidak bisa kekejar untuk dikerjakan tidak akan pengaruh apa apa” dia mulai menjelaskan lagi panjang lebar, kami berdiskusi panjang saling bertukar ide dan gagasan, sampai tak terasa sekitar mulai sepi, satu persatu mahasiswa yang tadinya banyak mulai menghilang, disebelah barat langit juga sudah mulai terlihat memerah dan kami tersadarkan oleh suara tilawah dari masjid kampus yang menandakan bahwa waktu maghrib akan segera tiba. “ eh mas, kayaknya udah mau maghrib nih dan aku harus segera balik, ada kelas sehabis sholat maghrib lagi pula jamaah sholat maghribku wajib dan diabsen kayak anak TK gitu hehe” aku kasih kode bahwa aku harus segera balik “ eh iya kak, sorry enggak kerasa udah mau maghrib gini, tapi ini kan belum selesai, kalau besok kamu ada waktu? Karena lusa kita mulai rapat besar di secretariat” tambahnya “ iya mas, boleh, jam nya seperti hari ini saja ya, tempat juga disini, gimana?” tawarku “ iyaa siap,,, aku besok seharian kosong enggak ada kuliah” dia meng iyakan tawaran ku dan  aku hanya menjawab dengan  senyum sambil mengacungkan jempol. Setelah berberes kami berjalan bersama untuk pulang, “ oh iya kak, kamu pulang naik apa?” pertanyaannya memecahkan keheningan diantara kami saat berjalan menuju pulang, “jalan kaki mas” jawabku “serius? Ku antar saja ya? Jauh lho, aku bawa motor kok” sedikit kaget dengan tawarannya, karena ku kira dia tidak bisa boncengan dengan wanita, secara yang ku tau dia tinggal di salah satu pondok kampus kami. “hehe, enggak usah mas, aku jalan kaki saja, udah biasa kok” sambil sedikit nyengir aku berusaha menolak dengan halus, berharap dia juga tidak tersinggung dengan penolakan ku “ baiklah, ini sudah sampai parkiran. Aku pulang dulu kalau gitu ya, kamu hati hati dijalan kak!” sambungnya “okay, Assalamu’alaikum, sampai bertemu besok mas.” Jawab ku mengakhiri pertemuan kami. Aku meneruskan perjalanan pulang, dalam hati, semoga laki laki ini bisa menjadi teman diskusi, dan semoga nanti aku bisa cocok berpartner dengan nya. Baik juga sih orang ini, sambil senyum senyum aku mengingat kembali diskusi kami tadi, dan tak terasa aku sudah sampai kamar.

Senin, 16 September 2019

Dari Sms Mu Di 31 Mei 2014






Karena aku Cuma bisa berbicara melalui kertas, berharap ada lembar jawaban meskipun transparan mungkin akan sedikit menenangkan karena kegamangan ak sanggupkusimpan sendiri, bolehkan aku berbagi dengan coretan yang kata orang tak bisa terbaca, hahaha biarlah..biarlah hanya aku yang bisa membacanya.
Berharap kertas ini yang bisa menerangkan tentng cinta, bukan bermakna bahwa cinta itu berada diatas kertas.
Karena cinta itu getaran yang bisa jadi sama bisa jadi tak sama, atau hanya ada 1 dan tak berpola dengan irama indah yang banyak dicari.
Namun...kala getran itu tak ada maka tak perlu lah untuk kemudian dipaksa, akan hancur jalinan yang sudah ada, rusak atau bahkan tak bergetar sama sekali.
Cinta juga tak perlu dicarii karena cinta itu pnya kecerdasan yang luar biasa, cinta itu bisa menemukan jawabannya, dialah hasil akhir dari sebuah pencarian cinta. Orang yang luar biasa yang mamu mencintai dan dicintai, mereka akan bahagia ditengah cinta.                                 


   By Buichan
Jumat 6 juni 2014
09.55 pm


Rabu, 11 September 2019

episode mu

hey apa yang terjadi padamu?
kenapa masih ada yang memar didadamu? 
tidakkah ini sudah begitu lamanya?
satu bulan lebih tidakkah cukup?
begitu beratkah apa yang terjadi kemarin?
setiap kali orang orang berbicara padamu
setiap kali orang orang menghubungimu
setiap kali ada pesan teks masuk,
terasa sesak dan rasa sakit mencul begitu saja
begitu kata mu

butuh berapa lama lagi rasa sakit ini akan menyelimutimu?



Selasa, 12 Maret 2019

buichan


perempuan kelahiran kabupaten mojokerto yang mempunyai nama pena buichan naga zombie telah menjadi kader Muhammadiyah sejak kecil, ketika SMP ia sudah berkecimpung aktif di PCNA kec Gedeg tempat ia tinggal. Perempuan yang pernah bersekolah di TK Aisyiyah Gedeg kemudian dilanjutkan SMP MUhammadiyah gedeg, SMA Negeri 1 Gedeg dan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang mengambil jurusan S1 PG-PAUD ini pernah bersama teman teman Nasyiah mendirikan Play group di cabangnya, dari sinilah kemudian yang mengantarnya menjadi Guru PAUD hingga pernah menjadi kepala sekolah TK dan PAUD di kabupaten Boyolalai jawa tengah juga di kota Surabaya.
Kini kiprah perempuan kelahiran 9 juni 1988 ini menjadi bagian dari perjuangan Aisyiyah dibidang kesehatan yakni mejadi coordinator TB-HIV Care Aisyiyah dikabupaten mojokerto, perempuan yang hobi membaca dan traveling juga membuat tulisan berpuitis ini bisa di hubungi melalui beberapa akun media sosialnya fb: bu ikan zombie iin, instagram : buichan_naga, line : buikan zombie iin, tumblr: buichan_naga atau email: iy_1n@yahoo.com, chanel youtube : buichan iin silahkan di kunjungi pula, yang berisikan dokumen dokumen video kegiatan keseharian.
Sebagai kader muhammadiyah perempuan byang biasa dipanggil iin adalah penyuka coklat dan kopi ini aktif di berberapa ortom muhammadiyah seperti IPM, Nasyiah, IMM dan menjadi instruktur di ortom tersebut. Pengalaman pribadi perempuan ini bisa disimak di blog pribadinya.

m l i p i r

ah.... judul ini gag keren sama sekali, tapi mungkin kata ini yang pas untuk sebuah kejadian kejadian. kata yang berasal dari bahasa jawa yang jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti menghindar dengan cara mengalihkan tujuan dari tujuan semula yang lebih kepada tempat.

sebut saja ia buichan wanita mandiri yang berusia 30 tahun, dan 3 bulan lagi akan berusia 31 tahun.
angka keramat yang tidak lagi disebut sedikit, ini kalau diibaratkan kue nastar mungkin bisa jadi se-toples, atau ibarat coklat siverquen sudah se-kardus haha saking banyaknya, begitu juga bagi buichan, usia yang tanpa disadari sudah begitu banyak, namun serasa singkat, masih saja seperti kemarin baru selesai sekolah dan menjalani hidup di dunia nyata.

buichan wanita usia yang hampir 31 tahun bisa dibilang mandiri, tak pernah tergantung oleh siapapun kecuali teman teman dekatnya, yang bisa dihitung dengan jari tangan. termasuk dengan orang tuanyapun tak begitu banyak tergantung, walaupun kodratnya sebagai anak masih harus tergantung dengan orang tuanya. buichan dalam keadaan apapun berusaha bergantung dengan dirinya sendiri dan Rabbnya. pengalaman buichan lah yang mengajari bahawa wanita harus bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung dengan oarang lain. apapun, kemanapun pasti bisa sendiri, berani, kadang juga nekat hehe

buichan wanita hampir 31 tahun, dimana mungkin teman temannya sudah banyak yang memiliki pasangan dan keluarga kecil, seorang suami atau istri dengan anak anak yang lucu, 1, 2 bahakan 3. teman masa kecilnya, teman sekolah, bahkan teman kuliah.
ah buichan wanita hampir 31 tahun yang masih sendiri, iya dia masih sendiri, single, jomblo. apa yang dia pikirkan, jangan berharap sama seperti orang yang pikirkan tentangnya, diusia lewat seperempat abad belum menikah dan memiliki pasangan, andai orang lain tau tak mudah menjalani hidup seperti buichan dengan pertanyaan horor kapan menikah, dan sejuta pertanyaan lain serupa menhujamnya setiap saat tanpa tau dab bisa diprediksi, lebih seram dari semua film horor yang ada.

buichan yang tak tau siapa jodoh, dan pasangannya kelak, harus siap mau tak mau hantu pertanyaan yang tidak manusiawi itu hadir, menyapa dengan senyum manis dan suara renyah, tak terkecuali datang dari ibunya sendiri.

buichan yang kini kembali ke kota asalnya, bekerja, menjalani hari harinya dengan indah dan harus menyenangkan, kota dengan banyak orang orang mengenalnya juga ia kenal. hingga setiap sudut tempat yang ia datangi tak merasakan aman. kenapa? iya pertanyaannya adalah kenapa, karena buichan harus menhindari semua orang yang ia kenal bahkan teman teman yang dulu akrab, teman geng atau bahkan teman kerja, yang telah lama putus komunikasi.

bukan tanpa alasan buichan menghindar, bukan karena ia pengecut, namun karena ia hanya ingin menyelamatkan hatinya yang sudah hancur tak ingin lebih remuk lagi oleh ulah senyum manis dan suara renyah orang orang yang tak punya hati dengan pertanyaan pertanyaan horor dan bahkan tentang bentuk tubuhnya.

buichan lebih baik berlelah lelah "mlipir" dari pada menghadapi senyum manis dan suara renyah menusuk itu, entahlah kini hatinya mulai rapuh dengan segala suara renyah tentang tubuhnya, juga usianya.

lelah? iya memang lelah dan sangat tak mudah menjalani hari yang buichan jalani, tak banyak wanita kuat menjalani hidup layaknya buichan.

bagi buichan, orang tak perlu tau apa yang ia alami, hal berat berulang apa yang terjadi dalam hidupnya, buichan hanya berharap suara renyah dan senyum manis itu hilang dan menjadi hti yang tulus.

fuckerman



ini sudah tahun ke 5 sejak kamu menghilang dan aku mencoba melupakanmu, sudah banyak tulisan di laman ini tentang kamu, dan sudah tahun ke 5 aku berusaha tidak pernah membuat tulisan apapun tentang mu tentang kita.

iya kita yang menjalin pertemanan dari sebuah organisasi idealis, kemudian menjadi sahabat, partner, guru, dan akhirnya menjadi orang spesial, sekarang....menjadi orang yang benar benar ingin ku lupakan apapun segala tentang mu.
namun nyatannya sampai hari ini cerita yang ku torehkan, ketika ada lintasan tentang mu selalu membuatku menangis. terlalu dalam kamu hadir dalam hidupku.

apa ini yang dinamakan cinta? ah aku tidak tau, yang aku kalau hari ini kamu datang kepadaku dan minta maaf mungkin aku akan luluh kembali.

Sabtu, 08 September 2018

Perempuan muda, nasyiah dan gerakannya


Pengertian perempuan secara etimologis berasal dari kata empu yang berarti “tuan”, yaitu orang yang mahir atau berkuasa, kepala, hulu, yang paling besar. Namun menurut Zaitunah Subhan (2004:19) kata perempuan berasal dari kata empu yang artinya dihargai. Lebih lanjut Zaitunah menjelaskan pergeseran istilah dari perempuan ke wanita. Kata wanita dianggap berasal dari bahasa Sansekerta, dengan dasar kata Wan yang berarti nafsu, sehingga kata wanita mempunyai arti yang dinafsui atau merupakan objek seks.
Tetapi dalam bahasa Inggris wan ditulis dengan kata want, atau men dalam bahasa Belanda, wun dan schendalam bahasa Jerman. Kata tersebut mempunyai arti like, wish,desire, aim. Kata want dalam bahasa Inggris bentuk lampaunya adalah wanted(dibutuhkan atau dicari). Jadi, wanita adalah who is being wanted (seseorang yang dibutuhkan) yaitu seseorang yang diingini. Para ilmuwan seperti Plato, mengatakan bahwa perempuan ditinjau dari segi kekuatan fisik maupun spiritual dan mental lebih lemah dari laki-laki, tetapi perbedaan tersebut tidak menyebabkan adanya perbedaan dalam bakatnya.
Sedangkan gambaran tentang perempuan menurut pandangan yang didasarkan pada kajian medis, psikologis dan sosial, terbagi atas dua faktor, yaitu faktor fisik dan psikis.Secara biologis dari segi fisik, perempuan dibedakan atas dasar fisik perempuan yang lebih kecil dari laki-laki, suaranya lebih halus, perkembangan tubuh perempuan terjadilebih dini, kekuatan perempuan tidak sekuat laki-laki dan sebagainya.
 Dari segi psikis, perempuan mempunyai sikap pembawaan yang kalem, perasaan perempuan lebih cepat menangis dan bahkan pingsan apabila menghadapi persoalan berat (Muthahari, 1995:110). Menurut Kartini Kartono (1989:4), perbedaan fisiologis yang dialami sejak lahir pada umumnya kemudian diperkuat oleh struktur kebudayaan yang ada, khususnya oleh adat istiadat, sistem sosial-ekonomi serta pengaruh pendidikan.
 Kalangan feminis dalam konsep gendernya mengatakan, bahwa perbedaan suatu sifat yang melekat baik pada kaum laki-laki maupun perempuan hanya sebagai bentuk stereotipe gender. Misalnya, perempuan itu dikenal lemah lembut, penuh kasih sayang, anggun, cantik, sopan, emosional, keibuan dan perlu perlindungan. Sementara laki-laki dianggap kuat, keras, rasional, jantan, perkasa, galak dan melindungi. Padahal sifat-sifat tersebut merupakan sifat yang dapat dipertukarkan. Berangkat dari asumsi inilah kemudian muncul berbagai ketimpangan diantara laki-laki dan perempuan.
Seorang tokoh feminisme, Broverman (dalam Fakih, 2008:8) mengatakan bahwa manusia baik laki-laki maupun perempuan diciptakan mempunyai ciri biologis (kodrati) tertentu. Manusia jenis laki-laki adalah manusia yang berkumis, memiliki dada yang datar, memiliki penis dan memproduksi sperma. Sedangkan perempuan memiliki alat reproduksi seperti, rahim dan saluran untuk melahirkan, memproduksi sel telur, memiliki vagina, mempunyai alat menyusui (payudara), mengalami haid dan menopause. Alat-alat tersebut secara biologis melekat pada manusia jenis laki-laki dan perempuan selamanya dan tidak bisa ditukar.
Secara eksistensial, setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama, sehingga secara asasi berhak untuk dihormati dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya. Secara mendasar, Hak Asasi Manusia meliputi, hak untuk mendapatkan keselamatan fisik, hak untuk mendapatkan keselamatan keyakinan, hak akan keselamatan keluarga, hak akan keselamatan milik pribadi serta hak akan keselamatan pekerjaan atau profesi. Kelima hak tersebut merupakan hak dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang.
Begitupula pandangan banyak masyarakat yang masih menganggap Islam tidak berpihak kepada perempuan atau menganggap perempuan pada kelas kedua dengan stigma yang bermacam macam, mulai tentang jilbab, aturan keluar rumah, poligami, dan lain sebagainya. Padahal tidak begitu, Allah memberikan kesempatan seluas luasnya kepada laki-laki maupun perempuan, untuk berlomba dalam kebaikan dan mendapatkan pahala yang melimpah

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al Ahzab :35

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah:71

Orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian dari mereka adalah penolong dan pembantu bagi sebagian yang lain. Mereka satu dengan yang lain bertolong-tolongan, Bantu-membantu, baik dalam masa damai ataupun masa perang mereka satu dengan yang lain bersaudara dan berkasih sayang.
Para mukmin baik laki-laki maupun perempuan, memiliki sifat sebagai lawan dari orang-orang munafik.  
1.         Orang-orang yang beriman menyuruh yang makhruf, sedangkan orang-orang munafik menyuruh yang mungkar. 
2.         Orang-orang mukmin mencegah kemungkaran, sedangkan orang munafik mencegah yang makhruf. Dua sifat ini merupakan sifat pokok dari sifat-sifat orang mukmin.
3.         Orang-orang mukmin mendirikan sembahyang dengan baik dan secukup-cukupnya, serta menyempurnakan rukun dan syaratnya selain itu juga berlaku khusyuk dan hatinya munajat (berkomunikasi) kepada Allah. 
4.         Orang-orang mukmin memberikan zakat yang difardukan dan yang disunnahkan, sedangkan orang-orang munafik berlaku kikir, kalaupun mereka mengeluarkan harta, maka hal itu atas dasarNya.
5.         Orang-orang mukmin terus menerus mentaati Allah dengan meninggalkan apa yang dilarang dan mengerjakan apa yang diperintah oleh Allah. 
Mereka itu adalah orang-orang yang dirahmati oleh Allah dan dimasukkan kedalam rahmat-Nya yang luas. Allah itu maha keras tuntutannya, dan tidak ada yang mampu menghalangi tuntutannya. Selain itu Allah maha hakim dalam segala perbuatannya, yang senantiasa menempatkan sesuatu pada tempatnya.

“Dan Tuhan mereka mendengar mendengar permohonan mereka dan ia berkata: Sesungguhnya Aku tidak pernah menyia-nyiakan orang yang beramal di antara kamu sekalian, baik laki-laki maupun perempuan”. (QS 3:195)

Hak dasar inilah kemudian yang juga menjadi hak perempuan dalam perannya dikehidupan nyata. Kalau saya boleh tambahkan satu lagi hak perempuan adalah hak atas peran nya dalam menunjukkan eksistensi diri sebagai seorang perempuan. Dengan begitu akan lebih banyak hal bisa dilakukan oleh seorang perempuan yang tidak terbatas oleh perempuan dewasa namun perempuan muda pula. Bahkan akan lebih banyak hal bisa dilakukan perempuan muda karena masih terjaganya banyak mimpi juga cita cita dengan begitu kekuatan akan mucul.

Dokma yang muncul bahwa perempuan itu tempatnya di rumah, masak dan melakukan segenap urusan rumah tangganya kemudian bermunculan perempuan bisa bekerja diluar dan dibidang  yang ia tekuni hingga asyik, hal ini kemudian bahwa peran perempuan selesai namun masih ada lanjutannya. Setelah eksistensi dirinya selesai maka sebagai perempuan cerdas harus mampu memunculkan perempuan perempuan lain serupa juga gerakan dakwah, sehingga dari sini perempuan membutuhkan wadah untuk bias berkembang juga berdakwa.
Ketika komunitas atau wadah ini ada maka banyak kemudahan yang akan diperolah, misalnya kita bias berdiskusi tentang suatu hal bias berkaitan dengan perempuan maupun yang lain, dan lain sebagainya. Dan Nasyiah muncul sebagai salah satu dar wadah tersebut
Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah bermula dengan adanya ide Sumodirdjo dalam usahanya memajukan Muhammadiyah, ia menyadari tanpa adanya peningkatan ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada muridnya menyebabkan  perjuangan Muhammadiyah terhambat. Pada mulanya ia mengarahkan murid-muridnya untuk berfikir sejauhmana ilmu pengetahuan yang telah diserapnya selama belajar di Standart School Muhammadiyah dapat mewujudkan secara dalam kehidupan masyarakat. Ide Sumodirdjo untuk menambah pelajaran praktek kepada para muridnya diwujudkan dengan membentuk wadah untuk kegiatan putra-putri Muhammadiyah. Dengan bantuan KH. Hadjid seorang Kepala Guru Agama di Standart School Muhammadiyah. Berkumpulnya tersebut diberi nama Siswa Praya (SP). Lima bulan kemudian diadakan pemisahan antara anggota putra dan putri. Siswa Praya Priyo (SPP) untuk putra dan Siswa Praya Wanita (SPW) untuk putri.
 Pada tahun 1929 dalam Konggres Muhammadiyah yang ke XVII  di Surakarta diputuskan bahwa SPW menjadi kader dan tunas Aisyiyah.  Dalam Konggres Muhammadiyah ke XX tanggal 16 Mei 1931 bertepatan dengan 28 Dzulhijah 1349 H nama Siswa Praya Wanita dirubah menjadi Nasyiatul Aisyiyah. Dalam konggres tersebut juga diputuskan bahwa pada tanggal 16 Mei 1931 bertepatan dengan 28 Dzulhijah 1349 H dinyatakan sebagai lahirnya Nasyiatul Aisyiyah, namun kedudukan Nasyiatul Aisyiyah berada dalam asuhan Aisyiyah dan disebut dengan nama Aisyiyah urusan Nasyiatul Aisyiyah. Pada tahun 1965 dalam Muktamar Muhammadiyah ke-36 tanggal 19-24 Juli 1965 di Bandung, Nasyiatul Aisyiyah menjadi organisasi otonom.
Setelah menjadi organisasi otonom inilah kemudian sayap gerakan nasyiah berkembang, tidak hanya perempuan namun juga anak, kekerasan, ekonomi, pendidikan, social. Gerakan seperti inilah yang kemudian menjadikan NAsyiah menjadi salah satu organisasi perempuan yang memberi pencerahan dan pemberdayaan perempuan yang menjunjung tinggi harkat, martabat dan nilai nilai kemanusiaan yang sesuai ajaran islam. Bahwa NAsyiah memandang perempuan tidak harus menjadi laki laki atau semuanya harus sama dengan laki laki melainkan perempuan harus sadar bahwa peranannya yang begitu besar sehingga harus mampu menempatkan dengan benar dan sesuai ajaran islam.
Ber-Nasyiah menjadi perempuan tangguh dengan banyak gerakannya yang tetap seimbang dengan peran dan fungsinya. Organisasi dijalankan dan dilaksanakan amanahnya dengan baik, bertanggung jawab pula pada pekerjaannya yang ini merupakan bentuk bakti secara ilmu dan profesionalisme, peran sebagai istri juga ibu yang dilaksanakan secara sempurna, melayani suami, menyiapkan anak menjadi sholih dan sholihah yang ini tidak mudah, namun sebagai Nasyiah kesemua fungsi ini berjalan dengan baik. Dan inilah menjadi bagian dari nilai perjuangan nasyiah.



Daftar pustakan
Abu-Rabi, Ibrahim M. 1996. Intellectual Origins of Islamic Resurgence in the Modern Arab World. Albany: State University of New York Press.
Munfarida, eliya. 2006. Perempuan dalam tafsir Fatima mernissi: IAIN Purwokerto press
Anwar, Ghazala, “Wacana Teologi Feminis Muslim”, dalam Zakiyyudin Baidhawy,., Wacana Teologi Feminis Perspektif Agama-agama, Geografis, dan Teori-teori, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.
Bashin, Kamla dan Nighat Said Khan, Persolan Pokok Mengenai Feminisme dan Relevansinya, Alih Bahasa S. Herlina, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995.
M. Rusydi, “perempuan dihadapan Tuhan
Alqur’an